MAKALAH
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
KONSEP
PERKEMBANGAN
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu : Drs.Ade Kusmana M.hum
![]() |
Disusun
oleh :
Kelompok V
1. Siti Mawansari ( A1B116003 )
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAMBI
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KATA
PENGANTAR Syukur
Alhamdullilah penulis sampaikan atas kehadirat Allah s.w.t karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya, penulisan makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana
dan tepat waktu. Makalah
Konsep-Konsep Dasar Perkembangan ini merupakan hasil dari sumber-sumber buku
yang sudah kami kumpulkan dan kami baca bersama.
kami kelompok v merupakan Penulis makalah ini , dan kami berasal dari mahasiswa/mahasiswi pendidikan bahasa sastra indonesia pada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik di UNIVERSITAS JAMBI. Makalah yang kami bahas ini mengkaji dan membahas tentang konsep perkembangan,yang terdiri atas pengertian-pengertian dan cara meng implikasinya dalam pendidikan. Makalah konsep perkembangan ini dimaksudkan untuk dijadikan acuan utama bagi mahasiswa/i yang sedang belajar mata kuliah perkembangan peserta didik, terutama bagi kami calon pendidik. Akhirnya penulis menyadari bahwa mkalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang dimaksudkan untuk menyempurnakan makalah ini.
kami kelompok v merupakan Penulis makalah ini , dan kami berasal dari mahasiswa/mahasiswi pendidikan bahasa sastra indonesia pada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik di UNIVERSITAS JAMBI. Makalah yang kami bahas ini mengkaji dan membahas tentang konsep perkembangan,yang terdiri atas pengertian-pengertian dan cara meng implikasinya dalam pendidikan. Makalah konsep perkembangan ini dimaksudkan untuk dijadikan acuan utama bagi mahasiswa/i yang sedang belajar mata kuliah perkembangan peserta didik, terutama bagi kami calon pendidik. Akhirnya penulis menyadari bahwa mkalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang dimaksudkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Jambi, 12 februari,2017
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN..........................................................................................................
A. LATAR
BELAKANG....................................................................................................
B. RUMUSAN
MASALAH..............................................................................................
C. TUJUAN PENULISAN................................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN...........................................................................................................
A. Pengertian: Pertumbuhan (growth)
- Kematangan (maturation) -
Belajar (learning) – Latihan (exercise) serta keterkaitannya dengan
perkembangan (development) ....................................
B.
Definisi Perkembangan (development) serta Implikasinya dalam Pendidikan....................................
C. Prinsip-prinsip perkembangan serta
implikasinya
dalam
pendidikan
....................................
BAB III
PENUTUP....................................................................................................................
A. KESIMPULAN..............................................................................................................
B. SARAN..........................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Konsep-konsep dasar tentang
perkembangan manusia berlaku juga pada individu yang disebut remaja. Banyak
pakar yag merumuskan pengertian perkembangan yaitu suatu proses perubahan dalam
diri individu yang bersifat kualitatif. Sama halnya dengan konsep perkembangan,
maka pertumbuhanpun dibahas oleh banyak pakar. Ciri – ciri remaja yang
sedang berkembang cenderung digambarkan sebagai pemunculan tingkah laku yang
negative, seperti suka melawan, gelisah, periode badai dan tekanan, tidak
stabil dan berbagai label buruk lainnya. Pada periode remaja situasi psikologis,
fisiologis, dan budaya makin penting pengaruhnya terhadap perkembangan individu
dibandingkan dengan perkembangan individu sebelumnya (anak-anak) atau pada
periode perkembangan sesudahnya (dewasa). Terjadinya kegelisahan atau stres
pada remaja karena sambutan lingkungan yang kurang menyokong. Budaya yang kacau
menimbulkan kekacauan perkembangan emosi, social dan kognitif sehingga
menimbulkan tingkah laku amoral. Menurut
Mc.Candels, 1970; Dusek, 1977; Bezonsky, 1981, bahwa remaja memperlihatkan
tingkah laku negative karena lingkungan yang tidak memperlakukan mereka sesuai
dengan tuntutan atau kebutuhan perkembangan mereka. Dari penjelasan diatas
dapat dipahami bahwa tingkah laku negative bukan merupakan ciri perkembangan
remaja yang normal, tetapi remaja yang berkembang memperlihatkan kemampuan
bertingkah laku yang positif. Prinsip
sebuah perkembangan adalah proses yang berlangsung selama perkembangan
berlangsung pada setiap orang dalam periode perkembangan. Dalam makalah ini
akan dibahas tentang prinsip perkembangan remaja.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun permasalahan yang dibahas dalam makalah ini
adalah:
1. Jelaskan
Pengertian dari Pertumbuhan (growth) -
Kematangan (maturation) - Belajar (learning) – Latihan (exercise) serta
keterkaitannya dengan perkembangan (development)
2. Jelaskan
defenisi perkembangan , serta implikasinya dalam pendidikan.
3. Sebutkan
macam macam prinsip perkembangan, serta implikasinya dalam pendidikan.
1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui, mendeskripsikan serta memberikan
pemahaman mengenai:
1. Agar
dapat mengetahui pengertian pertumbuhan dan perkembang serta cara
mengimplementasikannya dalam pendidikan.
2. Untuk
mengetahui berbagai prinsip-prinsip dari perkembangan.
a.
Pengertian: Pertumbuhan (growth) - Kematangan (maturation) -
Belajar (learning) – Latihan (exercise) serta keterkaitannya dengan
perkembangan (development)
ü Pertumbuhan (growth): Ahmad Thanthowi (1993)
Pertumbuhan (growth) sebenarnya merupakan sebuah
istilah yang lazim digunakan dalam biologi , sehingga pengertiannyalebih
bersifat biologis,. pertumbuhan sebagai perubahan jasad yg meningkat dalam
ukuran (size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan sel-sel. A.E.SINOLUNGAN
(1997) pertumbuhan menunjuk pada perubahan kuantitatif, dapat dihitung/diukur seperti panjang /berat
tubuh. P.Chaplin (2002)
suatu pertambahan / kenaikan dlm ukuran dari bagian tubuh/organisme sebagai
suatu keseluruhan.[1]
Menurut A.E.Sinolungan,(1997), pertumbuhan menunjuk
pada perubahan kuantitatif, yaitu yang dapat dihitung atau diukur , seperti
panjang atau berat tubuh.1 Jadi pertumbuhan dlm konteks
perkembangan merujuk pada perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan
dalam ukuran & struktur (pertumbuhan kaki – kepala – jantung – paru-paru
dsb) ,pertumbuhan lebih cenderung menunjuk pada kemajuan fisik/pertumbuhan
tubuh yang melaju sampai pada suatu titik optimum dan kemudian menurun menuju
keruntuhannya dan pad Pertumbuhan ini
selalu dititik beratkan kepada perubahan fisik .[2]
ü
Kematangan (maturation) : Davindoff (1988) menunjukkan
pada munculnya pola perilaku tertentu yang tergantung pada pertumbuhan jasmani
& kesiapan susunan saraf. C.P.CHAPLIN (2002) (1) perkembangan,
proses mencapai kemasakan/usia masak , (2) proses perkembangan yang dianggap
berasal dari keturunan, atau merupakan tingkah laku khusus spesies (jenis
rumpun).[3]
Jadi kematangan merupakan suatu potensi yg dibawa individu sejak lahir tapi bukan
sebagai factor keturunan/bawaan , timbul & bersatu dng pembawaan &
turut mengatur pola .
perkembangan tingkahlaku
individu ; merupakan sifat tersendiri yg dimiliki setiap individu dalam bentuk
& masa tertentu. Ada kematangan biologis : kematangan jaringan tubuh, saraf
dan kelenjarkelenjar & ada kematangan psikis yg memerlukan latihan :
keadaan berpikir, rasa, kemauan dll
ü Belajar (learning) Belajar adalah sebuah proses perubahan
di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk
peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan,
pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan
kemampuan-kemampuan yang lain. Menurut
Gege dan Berliner, belajar adalah suatu proses perubahan perilaku seseorang
karena pengalaman. Menurut L. Bigge belajar adalah perubahan menetapkan dalam
kehidupan seseorang yang tidak di wariskan secara genetis. Menurut james
whitteker belajar didefinisikan sebagai pro.ses yang menimbulkan atau
merubah perilaku melalui latihan atau pengalaman.
ü
Latihan (exercise)
Latihan adalah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan
kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas belajar. Latihan membantu
peserta didik dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya, guna
meningkatkan keterampilan, kecakapan, dan sikap yang diperlukan oleh pendidikan
dalam usaha mencapai tujuannya. Empat istilah konsep perkembangan yakni,
pertumbuhan (growth),kematangan (maturtion), belajar (learning), dan Latihan
(exercise). Secara konseptual empat istialah ini mempunyai persamaan dan
perbedaan, persamaannya adalah : pada keempat istilah tersebut terjadi
perubahan (changes)sedangkan letak perbedaannya terdapat
pada perubahan pada pertumbuhan yang bersifat kuantitatif, sedangkan pada
kematangan, belajar, dan latihan lebih bersifat kualitatif. Perubahan pada pertumbuhan dan
kematangan lebih bersifat alamiah sedangkan perubahan pada belajar dan latihan
lebih bersifat disengaja dan bertujuan. Perubahan perubahan yang terjadi baik
sebagai pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun latihan itulah yang disebut:
perkembangan (development). Perubahan ini dapat terjadi pada setiap periode
perkembangan sepanjang organisme hidup. Oleh karena itu perkembangan dapat
didefinisikan sebagai perubahan sepanjang waktu (change over time) baik sebagai
pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun sebagai hasil latihan.
Dengan demikian psikologi perkembangan dapat
didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari perubahan perilaku organism
sepanjang hayat. Definisi
Perkembangan (development) Manusia
adalah mahluk yg berdimensi biopsikososiospiritual. Sejak masih dalam
kandungan, manusia merupakan kesatuan psikofisis yang terus mengalami pertumbuhan
& perkembangan. Pertumbuhan & perkembangan merupakan sifat kodrat
manusia yang harus mendapat perhatian secara seksama.Perkembangan juga merupakan
suatu deretan perubahan-perubahan yg tersusun & berarti, yang berlangsung pada
individu dalam jangka waktu tertentu, lebih menunjuk pada kemajuan
mental/perkembangan rohani yang melaju terus sampai akhir hayat, merupakan
proses yang sifatnya menyeluruh/holistic mencakup proses biologis – kognitif
-& psikososial.Secara singkat Perkembangan (development)adalah proses atau
tahapan pertumbuhan kearah yang lebih maju.
Pandangan tradisional terhadap
perkembangan lebih ditekankan pada: 1). Kematangan – 2) pertumbuhan – 3)
perubahan yang ekstream selama masa bayi – anak-anak & remaja. Sementara perubahan selama masa dewasa &
penurunan pada usia lanjut kurang mendapat perhatian.Pandangan kontemporer
tentang perkembangan manusia menekankan pada perkembangan rentang hidup
(life-span), yakni perubahan yang terjadi selama rentang kehidupan mulai dari
konsepsi >meninggal. Jadi perkembangan merupakan proses yang sifatnya
holistic/menyeluruh; mencakup proses biologis – kognitif & psikososial.
b.
Definisi Perkembangan (development) serta Implikasinya dalam Pendidikan
Pada dasarnya , perkembangan merujuk kepada perubahan sistematik tentang
fungsi-fungsi fisik dan psikis. Perkembangan (Development) merupakan
suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu, perkembangan dapat
diartikan sebagai proses perubahan kuantatif dan kualitatif individu dalam
rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi ,masa bayi, masa
kanak-kanak,masa anak, masa remaja, sampai masa dewasa[4]
yang berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari
perubahan yang bersifat progresif serta sistematis di dalam diri manusia. Akhmad Sudrajat : 2008, memberikan definisi bahwa “Perkembangan
dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan
berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau
dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju
tingkat kedewasaan atau kematangannya.” Sesorang individu mengalami perkembangan sejak masa konsepsi,
serta akan berlangsung selama hidupnya. “Perkembangan adalah proses yang
berlangsung sejak konsepsi, lahir dan sesudahnya, dimana badan, otak, kemampuan
dan tingkah laku pada masa usia dini, anak-anak, dan dewasa menjadi lebih
kompleks dan berlanjut dengan kematangan sepanjang hidup. hal ini didefinisikan oleh”( Dr Siti Aminah
Soepalarto, SpS (K). : 2008 ). Chaplin(2002) , mengartikan perkembangan sebagai: (1)
perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari lahir
sampai mati, (2) pertumbuhan , (3) perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi
bagian-bagian jasmaniah, kedalam bagian-bagian fungsional,(4)kedewasaan atau
kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang tidak pernah dipelajari. Menurut Reni Akbar Hawadi,(2001),”perkembangan
secara luas menunjuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang dimiliki
individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan ciri-ciri yang baru.[5]
Maka dengan kata lain dapat kita
artikan bahwa sepanjang hidup kita merupakan suatu rangkaian proses yang terus
berlanjut, proses tersebut meliputi perkembangan
(development), pertumbuhan (growth) serta kamatangan (maturation) baik fisik
maupun psikis. Tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan hidup. Perkembangan meliputi keuntungan dan kerugian,
yang berinteraksi dalam cara yang dinamis sepanjang siklus kehidupan. Sehingga
selama proses bertambahnya usia, maka selama itulah proses perkembangan akan terus berjalan.
Proses ini terjadi dalam diri manusia secara bertahap dan memiliki fase – fase
tertentu yang menjadi acuan proses perkembangan
tersebut, seperti yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, fase perkembangan dibagi
menjadi 6 fase yaitu ; Fase Oral atau mulut yang merupakan sentral pokok
keaktifan yang dinamis, Fase Anal, Fase Falis atu alat kelamin, Fase Latent,
Fase Pubertas dan Fase Genital atau proses menginjak kedewasaan.
Definisi Perkembangan serta Implikasinya dalam Pendidikan
Perkembangan di sini diartikan perubahan yang dialami individu atau organisme
menuju tingkat kedewasaan yang berlangsung secara sistematis,dan
berkesinambungan baik fisik atau psikis. Perkembangan (development)
adalah proses atau tahapan pertumbuhan yang lebih maju.[6]
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, walaupun
demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa. Oleh
karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti
persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1991), berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas,
dan bannyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran,
pengetahuan, dan sebagainya. Pertumbuhan itu merupakan perubahan yang
terus menerus dalam bentuk dan penyesuaian bagian-bagian yang bersifat
jasmania, bagian yang fungsional dan didalam diri organisme sejak lahir hingga
mati. Perkembangan
adalah retetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju kearah yang lebih
maju dan sempurna. Implikasinya dalam pendidikan dapat di kembangkan berdasarkan
hasil laporan berbagai studi pengukuran mengunakan tes sebagai alat
pengukurnya. Yang di lakukan subyek sampai tingkat usia tertentu. Perkembangandalam pendidikan dapat menumbuhkan perubahan
– perubahan ke arah yang lebih maju kepada anak didk sehinga menambah
pengetahuan, pikiran yang lebih matang.
c.
Prinsip-prinsip perkembangan serta
implikasinya dalam pendidikan
Prinsip-prinsip perkembangan
remaja adalah suatu kondisi yang berlangsung selama proses perkembangan
berlangsung. Prinsip-prinsip perkembangan itu adalah sebagai berikut:
1. Prinsip kematangan Taraf
kematangan kognitif, sosial, dan emosional, serta moral akan mempengaruhi
prestasinya dalam sekolah. Remaja yang matang secara kognitif mampu memahami
konsep-konsep abstrak, seperti nilai kebenaran yang murni, menghubungkan
peristiwa sekarang dengan peristiwa yang akan datang. Prinsip kematangan yaitu:
emosional, intelektual, sosial dan tanggun jawab. Kematangam remaja itu tidak
sama. Tidak semua remaja mencapai kematangan kognitif yang sama walaupun umur
mereka sama. Dikarenakan perbedaan pengalaman belajar dan perbedaan potensi
yang dibawa semenjak lahir.
Jadi, sekolah harus memeberikan pelayanan yang sesuai dengan tingkat kematangan kognitif, sosial, dan emosional siswa pada remaja.
Jadi, sekolah harus memeberikan pelayanan yang sesuai dengan tingkat kematangan kognitif, sosial, dan emosional siswa pada remaja.
2. Prinsip Kesatuan Organisasi Anak
merupakan satuan kesatuan antara fisik dan psikis dan kesatuan komponen dari
kedua unsue tersebut. Perkembangan aspek fisik atau psikis berkaitan satu sama
lain dan saling mempengaruhi. Setiap aspek tidak berkembang secara
sendiri-sendiri tetapi perkembangan satu aspek berpengaruh terhadap aspek yang
lain. Jadi,
dalam proses belajar sangatlah penting untuk melibatkan sebanyak mungkin aspek
fisik maupun psikis anak secara serempak agar hasil belajar yang maksimal dapat
tercapai. Makin banyak alat indra anak terlibat dalam proses belajar makin
mudah dan pahamlah siswa dengan apa yang dipelajarinya.
3. Prinsip Tempo dan Irama Perkembangan Remaja
berkembangan dengan tempo dan irama perkembangan sendiri-sendiri. Remaja
memiliki tempo dan irama perkembangan yang berbeda dengan remaja yang lain. Ada
remaja yang cepat dan ada pula yang lambat perkembangannya, misalnya, didalam
satu kelas, ada remaja yang umumnya sama, namun kematangan berpikir mereka
berbeda.
Tempo dan irama perkembangan remaja ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor pembawaan (potensi dasar) dan lingkungan. Makin tinggi potensi dasar makin cepat irama dan tempo perkembangannya apabila lingkungannya memberikan rangsangan yang sesuai. Sebaliknya, makin rendah potensi yang dimiliki anak ditambah lagi dengan lingkungan yang kurang memacu perkembangan tersebut, maka tempo dan irama perkembangan akan menjadi lambat. Banyak ahli yang berpendapat bahwa tempo dan irama perkembangan anak dapat di percepat oleh lingkungan dalam batas-batas tertentu. Atau sebaliknya tempo dan irama perkembangan yang telah terpola itu dapat menjadi lambat dan bahkan terlambat sama sekali jika lingkungan kurang sekali memberikan gizi kesehatan dan rangsangan pendidikan yang cukup.
Tempo dan irama perkembangan remaja ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor pembawaan (potensi dasar) dan lingkungan. Makin tinggi potensi dasar makin cepat irama dan tempo perkembangannya apabila lingkungannya memberikan rangsangan yang sesuai. Sebaliknya, makin rendah potensi yang dimiliki anak ditambah lagi dengan lingkungan yang kurang memacu perkembangan tersebut, maka tempo dan irama perkembangan akan menjadi lambat. Banyak ahli yang berpendapat bahwa tempo dan irama perkembangan anak dapat di percepat oleh lingkungan dalam batas-batas tertentu. Atau sebaliknya tempo dan irama perkembangan yang telah terpola itu dapat menjadi lambat dan bahkan terlambat sama sekali jika lingkungan kurang sekali memberikan gizi kesehatan dan rangsangan pendidikan yang cukup.
4. Prinsip
Kesamaan Pola Prinsip
kesamaan pola mempunyai beberapa implikasi dalam pelaksanaan pendidikan, yaitu
sebagai berikut:
a. Pada umunya pendidikan dapat dilaksanakan secara klasikal terhadap remaja yang berumur kronologis sama.
b. Dapat dilaksanakan keseragaman pendidikan untuk anak tingkat umur kronologis tertentu.
c. Dapat disediakan alat-alat permainan tertentu yang dapat digunakan dari generasi ke generasi berikutnya untuk anak yang sebaya.
Jadi, prinsip ini mengemukakan bahwa anak sebagai manusia mengikuti pola umum yang sama dalam perkembangannya.
a. Pada umunya pendidikan dapat dilaksanakan secara klasikal terhadap remaja yang berumur kronologis sama.
b. Dapat dilaksanakan keseragaman pendidikan untuk anak tingkat umur kronologis tertentu.
c. Dapat disediakan alat-alat permainan tertentu yang dapat digunakan dari generasi ke generasi berikutnya untuk anak yang sebaya.
Jadi, prinsip ini mengemukakan bahwa anak sebagai manusia mengikuti pola umum yang sama dalam perkembangannya.
5. Prinsip Kontinuitas Menurut
prinsip kontinuitas, perkembangan berlangsung secara terus menerus dan
berkesinambungan. Perkembangan pada periode awal mempengaruhi pencapaian
perkembangan periode berikutnya. Jika tugas perkembangan pada periode awal
dapat dicapai dengan sempurna, maka tugas perkembangan pada periode berikutnya
dapat diselesaikan dengan baik.
Menurut Jersiled, 1963; mengemukakan bahwa para pendidik hendaknya berusaha untuk menghindarkan hal-hal yang mengganggu tercapainya tugas-tugas perkembangan sebelum remaja dan berusaha mencapai kondisi yang dapat memungkinkan tugas-tugas perkembangan pada masa remaja terselesaikan dengan sempurna agar tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa dapat diraih tanpa gangguan yang berarti.
Menurut Jersiled, 1963; mengemukakan bahwa para pendidik hendaknya berusaha untuk menghindarkan hal-hal yang mengganggu tercapainya tugas-tugas perkembangan sebelum remaja dan berusaha mencapai kondisi yang dapat memungkinkan tugas-tugas perkembangan pada masa remaja terselesaikan dengan sempurna agar tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa dapat diraih tanpa gangguan yang berarti.
Berikut juga termasuk Prisip-Prinsip Perkembangan serta Implikasinya
dalam Pendidikan Pertumbuhan dan perkembangan manusia
secara alamiah mengikuti pola umum menurut prinsip atau hukum perkembangan yang
teratur, universal, dan berkesinambungan. Menurut Sinolungan (1997),
prinsip-prinsip perkembangan adalah pola-pola umum dalam suatu proses perubahan
alamiah yang teratur, universal dan berkesinambungan, yang dimaksud dengan
perubahan yang teratur adalah pertumbuhan pada manusia yang berjalan normal
mengikuti tata urutan yang saling berkaitan. Prinsip-prinsip perkembangan pada
umumnya antara lain .
1.
Bahwa
perkembangan melibatkan perubahan. Tujuan perkembangan adalah realisasi diri
atau pencapaian kemampuan bawaan. Sikap anak terhadap perubahan dipengaruhi
oleh kesadaran akan perubahan tersebut, bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku
anak, sikap social terhadap perubahan ini, bagaimanan mereka mempengaruhi
penampilan anak, dan bagaimana mereka mempengaruhi penampilan anak, dan
bagaimanan kelompok sosial bereaksi terhadap anak ketika perubahan ini terjadi.
2.
Perkembangan
awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya. Bahwa perkembangan awal
lebih penting dari pada perkembangan selanjutnya, karena dasar awal sangat
dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman. Apabila perkembangan
membahayakan penyesuaian pribadi dan sosial anak, ia dapat diubah sebelumnya
menjadi pola kebiasaan.
3.
Perkembangan
merupakan hasil proses kematangan dan belajar. Perkembangan menekankan
kenyataan bahwa perkembangan timbul dari interaksi kematangan dan belajar
dengan kematangan yang menetapkan batas dari perkembangan.
4.
Pola
perkembangan dapat diramalkan.
5.
Walaupun
pola yang dapat diramalakan ini dapat diperlambat dan dipercepat oleh kondisi
lingkungan di masa pra lahir dan pascalahir.
6.
Pola
perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan. Yang penting
diantaranya adalah persamaan pola perkembangan bagi semua anak, perkembangan
berlangsung dari tanggapan umum ke tanggapan spesifik, perkembangan terjadi
secara berkesinambungan, berbagai bidang perkembangan dengan kecepatan yang
berbeda, dan terdapat korelasi dalam perkembangan.
7.
Terdapat
perbedaan individu dalam berkembang.
8.
Bahwa
terdapat perbedaan individu dalam perkembangan yang sebagian karena pengaruh
bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. Ini berlaku baik dalam
perkembangan fisik maupun psikologis. Kepentingan untuk mengetahui bahwa
terdapat perbedaan individu dalam perkembangan adalah bahwa ia mennekankan
pentingnya melatih anak sesuai dengan kebutuhannya dan tidak mengharapkan
perilaku yang sama pada semua anak.
9.
Periode
pola perkembangan. Periode perkembangan biasanya diebut periode pralahir, masa
neonatus, masa bati, masa kanak-kanak, akhir masa kanak-kanak, dan masa puber.
Dalam semua periode ini terdapat saat-saat keseimbangan dan ketidakseimbangan,
serta pola perilaku yang normal dan yang terbawa dari periode sebelumnya
biasanya disebut perilaku “bermasalah”.
10.
Pada
setiap periode perkembangan terdapat harapan sosial. Harapan sosial ini
terbentuk tugas perkembangan yang menungkinkan para orang tua dan guru
mengetahui pada usia berapa anak-anak mampu menguasaiberbagai pola perilaku
yang diperlukan bagi penyesuaian yang baik.
11.
Setiap
bidang perkembangan mengandung bahaya dan potensial. Bahaya tersebut terjadi
baik fisik maupun psikologis yang dapat mengubah pola perkembangan.
12.
Kebahagiaan
bervariasi pada berbagai periode perkembangan. Tahun pertama kehidupan biasanya
paling bahagia dan masa puber biasanya yang paling tidak bahagia.
Prinsip-prinsip perkembangan juga dapat dilihat dari
1.Proses
yang tidak pernah berhenti/never ending proces terus menerus berkembang/berubah
– dipengaruhi pengalaman/belajar sepanjang hidup sejak masa konsepsi
>tua/mencapai kematangan. 2. Saling mempengaruhi setiap aspek perkemb
baik fisikemosi-inteligensi-sosial; satu sama lain saling mempengaruhi &
ada korelasi yg positif antar aspek tsb
3.
Mengikuti pola/arah tertentu tiap thap merupakan hasil perkembangan tahap
sebelumnya yg merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya 4. Terjadi pd tempo yg berlainan ada yg
cepat ada yg lambat 5. Individu normal akan mengalami fase
perkembangan : bayi -> kanak-kanak -> anak -> remaja -> dewasa
-> masa tua. 6. Punya ciri khas sampai usia 2 th
memusatkan untk mengenal lingkungan-menguasai gerak fisik-belajar bicara ; usia
3-6 th perkemb. dipusatkan menjadi manusia sosial.[7]
Adapun prinsip-prinsip perkembangan individu, yaitu.
a.
Perkembangan
merupakan proses yang tidak perna terganti.
b.
Semua
aspek perkembangan saling berhubungan.
c.
Perkembangan
terjadi pada tempo yang berlainan.
d.
Setiap
fase perkembangan mempunyai ciri khas.
e.
Setiap
individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.
f.
Perkembangan
memiiki pola atau arah tertentu.
Prinsip perkembangan menurut Hurlock (1991), terbagi
tujuh prinsip merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan dan perkembangan yang
dialami seorang anak, ketujuh prinsip tersebut adalah:
·
adanya
perubahan Manusia
tidak perna dalam keadakan statis dia akan sengalami berubah dan
mengalami perubahan, perubahan bisa menanjak kemudian berada dititik puncak
kemudian mengalami kemunduran.
·
Perkembangan awal lebih kritis dari pada
perkembangan selanjutnya. Lingkungan
anak ti nggal masa kecil akan berpengaruh kuat terhadap kemampuan bawahan
mereka. Bukti ilmiah telah menunjukkan bahwah dasar awal cenderung bertahan dan
mempengaruhi sikap dari prilaku anak sepanjang hidupnya.
·
Perkembangan
merupakan hasil proses kematangan dan belajar. Perkembangan
seorang anak akan dipengaruhi oleh proses kematangan yaitu terbukanya
karateristik yang secara potensial suda ada oada individu yang berasal dari
warisan genetik individu.
·
Pola perkembangan dapat diramalkan. Dalam
perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepaloaudal yaitu perkembangan yang
menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini bahwa kemajuan dalam struktur
dan fungsi pertama-tama terjadi dibagian kepalah,badan dan kaki.
·
Pola
perkembangan mempunnyai karateristikyng dapat diramalkan. Karateristik tertentu juga dapt diramalkan,
berlaku baik untuk perkembangan fisik atau mental. Setiap anak mengikuti
perkembangan yang sama dari satu tahap menuju tahap berikutnya.
·
Terdapat
perbedaan individu dalam perkembangan. Perbedaan
ini disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis dan genetik yang
berbeda. Kemudian juga faktor lingkungan yang turut memberikan kontribusi
terhadap perkembangan seorang anak. Perbedaan perkembangan tiap individu
mengindikasikan pada guru, orang tua, atau pengasuh untuk mennyadari
perbedaan tiap anak yang diasuhnya sehingga kemampuan yang diharapkan dari tiap
anak seharusnya juga berbeda. Demikian pula pendidikan yang diberikan harus
bersifat perseorangan. Prinsip
perkembangan mempunyai implikasi dalam pendidikan perkembangan menekankan bahwa
kenyataan timbul dari interaksi kematangan belajar dengan menetapkan batas dari
perkembangan. Prinsip perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha melalui
belajar memperoleh kemampuan mengunakan sumberyang diwarisan.hubungan dari
perkembangan dan hasil belajar bisa di contohkan pada saat terjadinya masa peka
pada seorang anak, bila pembelajaran itu di berikan pada saat masa pekanya maka
hasil dari pembelajaran tersebut akan cepat di kuasai oleh anak.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perkembangan adalah perubahan
yang bersifat kualitatif dan dialami setiap individu secara terus-menerus dan
bertahap sepanjang hidup manusia.
Pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat fisik dan dapat diukur secara kuantitatif (jumlah) pada diri individu. Prinsip-prinsip perkembnagan yaitu: (1)Prinsip Kematangan seperti; emosional, sosial, intelektual, dan tanggun jawab. (2)Kesatuan Organisasi. (3)Tempo dan Irama Perkembangan. (4)Kesamaan Pola. (5) Kontinuitas. Ciri khas remaja yang sedang berkembang adalah sebagai berikut: (1)Remaja mengalami perubahan fisik (pertumbuhan) paling pesat. (2)Mempunyai energi yangberlipat secara fisik dan psikis. (3)Perhatian mereka lebih terarah kepada teman sebaya (social competence). (4)Remaja memiliki keterkeitan yang kuat dengan lawan jenis (relationship). (5)Periode idealis. (6)Menunjukkan kemandirian. (7) Berada pada transisi moralitas (morality). (8)Insight (berwawasan). Prinsip kesatuan organisasi adalah suatu kesatuan antara fisik dan psikis dan kesatuan komponen dari kedua unsur perkembangan aspek fisik dan psikis tersebut.
Pencarian identitas diri adalah suatu kekhasan perkembangan remaja untuk mengatasi periode transisi. Jadi, remaja memerlukan keyakinan hidup yang benar untuk mengarahkan mereka dalam bertingkah laku.
Pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat fisik dan dapat diukur secara kuantitatif (jumlah) pada diri individu. Prinsip-prinsip perkembnagan yaitu: (1)Prinsip Kematangan seperti; emosional, sosial, intelektual, dan tanggun jawab. (2)Kesatuan Organisasi. (3)Tempo dan Irama Perkembangan. (4)Kesamaan Pola. (5) Kontinuitas. Ciri khas remaja yang sedang berkembang adalah sebagai berikut: (1)Remaja mengalami perubahan fisik (pertumbuhan) paling pesat. (2)Mempunyai energi yangberlipat secara fisik dan psikis. (3)Perhatian mereka lebih terarah kepada teman sebaya (social competence). (4)Remaja memiliki keterkeitan yang kuat dengan lawan jenis (relationship). (5)Periode idealis. (6)Menunjukkan kemandirian. (7) Berada pada transisi moralitas (morality). (8)Insight (berwawasan). Prinsip kesatuan organisasi adalah suatu kesatuan antara fisik dan psikis dan kesatuan komponen dari kedua unsur perkembangan aspek fisik dan psikis tersebut.
Pencarian identitas diri adalah suatu kekhasan perkembangan remaja untuk mengatasi periode transisi. Jadi, remaja memerlukan keyakinan hidup yang benar untuk mengarahkan mereka dalam bertingkah laku.
3.2 Saran
Dari penyusunan makalah ini
penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu,kami dari kelompok v sebagai penyusun berharap
agar dari semua pihak dapat memberikan kritik dan saran untuk melengkapi
kekurangan yang ada.
DAFTAR
PUSTAKA
Mar’at,Samsunuwiyati.(2005).Psikologi Perkembangan Bandung:RR-ROSDA.
Dipl,Hoosnan(2016).Psikologi Perkembangan Peserta Didik Bogor:GI
Yusuf dan Sugandhi.(2011).Perkembangan Peserta Didik Jakarta:Pt.RajaGrafindo Bersada
Mudjiran, dkk. (2006). Perkembangan Peserta Didik. Padang: HEDS-JICA.
Sumantri, mulyani dan syaodiah, nana. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sunarto dan Hartono, Agung. (2008).perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
Mudjiran, dkk. (2006). Perkembangan Peserta Didik. Padang: HEDS-JICA.
Sumantri, mulyani dan syaodiah, nana. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sunarto dan Hartono, Agung. (2008).perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta
Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
.
.
[1] Prof.Dr.Hj.Samsunuwiyati Mar’at,S.Psi.April2005.Psikologi
Perkembangan,Diterbitkan oleh Pt.Remaja Rosdakarya.halaman.5
[2] Dr.M.Hosnan,Dipl,.Ed.,M.Pd.2016.Psikologi Perkembangan peserta didik
,penerbit Galia Indonesia (GI),BOGOR.halaman.30
[3] Prof.Dr.Hj.Samsunuwiyati
Mar’at,S.Psi.April2005.Psikologi Perkembangan,Diterbitkan oleh Pt.Remaja
Rosdakarya.halaman.6
[4]Prof.Dr. Syamsu yusuf L.N. Dr.Nani M.Sgandhi.2011.Perkembangan peserta
didik Pt.RajaGrapindoPersada,Jakarta.halaman.1
[5] Prof.Dr.Hj.Samsunuwiyati Mar’at,S.Psi.April2005.Psikologi
Perkembangan,Diterbitkan oleh Pt.Remaja Rosdakarya.halaman.4
[6] Dr.M.Hosnan,Dipl,.Ed.,M.Pd.2016.Psikologi Perkembangan peserta didik
,penerbit Galia Indonesia (GI),BOGOR.halaman.7
[7] Prof.Dr. Syamsu yusuf L.N. Dr.Nani M.Sgandhi.2011.Perkembangan peserta didik
Pt.RajaGrapindoPersada,Jakarta.halaman.4-8

No comments:
Post a Comment