Thursday, March 30, 2017

kumpulan puisi pendidikan mahasiswa unja angkatan 2016 nama siti mawansari


Kukejar “dia” dinegeri orang

17 tahun sudah usia ini,
Tak terasa berapa banyak “dia” yang telah kulalui,
Kini saatnya aku pergi, menuntut “dia” , jauh dari negri ini,
“Dia” yang akan membawaku pada kesuksesan nanti.

          Kini aku harus pergi, pergi jauh mengejar mimpi ,
          Jauh dari yang terkasih, yang mengajarkan aku untuk hidup mandiri,
Walaupun Kesunyian malam yang kurasakan tiada henti,
Menghantui disetiap waktu ku ini .

Sekarang aku hidup di negeri orang,
Bagaikan perahu tampa haluan,
Tak tau arah dan tujuan,
Dan tak tau kemana tempat untuk mengadu.

Semuanya kini kulakukan sendiri,tampa perintah darinya lagi.
Aku menjadi anak rantauan, Yang menuntut ilmu kenegeri  orang,
Mengais segudang ilmu dan harapan untuk masa depan,
Agar hidupku cemerlang , bagai bintang bersinar terang ,
Ditengah kesunyian malam..




By : siti_mawansari.daulae
Jambi.jum’at, 31-maret-2017

CERPEN PERJUANGAN SEORANG ANAK MENUJU PERGURUAN TINGGI



PERJUANGAN SEORANG ANAK MENUJU PERGURUAN TINGGI

Pagi itu hari Senin tepatnya hari pertama siti duduk dibangku pendidikan (SD), baju putih , rok merah , topi, dasi, sepatu dan tas serba baru yang pertama kali siti kenakan dengan penuh rasa bangga .
siti berbeda dengan anak yang lain , yang hari pertama diantar oleh orang tua , kakak , atau neneknya, siti hanya datang sendirian dengan semangat yang tinggi , rasa didalam hatinya, ia tidak sabar lagi untuk mengikuti pelajaran , sebelum siti masuk (SD) siti tidak sekolah tk/paud ,seperti anak yang lain umumnya , tetapi siti hanya belajar dirumah , diajarkan oleh bapaknya , sehingga siti bisa membaca dan sudah mampu menulis walaupun baru kelas 1 SD.
Usia siti saat itu 6 tahun ,setiap hari siti mengikuti pelajaran dengan baik dan memperhatikan setiap yang diajarkan oleh guru, saat itu teman-teman siti semua nya bertubuh besar , hanya siti dan 2 orang temannya atul, dan ain  yang kecil , siti sangat takut pada saat itu , takut karena siti berpikir bahwa orang2 yang tubuhnya lebih besar dari dia itu lebih pintar , Hinggga tiba saat nya ujian semester 1 , siti belajar dengan giat dan rajin agar siti bisa mendapat juara, dan mendapat hadiah untuk diberikan kepada orangtua nya, dengan harapan agar mereka bangga pada siti, tibalah saatnya pembagian raport , hati siti deg-degan, berbagai macam perasaanbercampur, ketika wali kelas siti membagi raport dan mengumumkan  juara kelas Alhamdulillah ternyata siti mendapat juara 2 dan mendapat hadiah berupa bungkusan yang berisi buku tulis dan pena ,siti merasa sangat bangga, walaupun tidak jadi juara 1 , tapi siti tidak patah semangat , semenjak itu siti tambah semangat dan lebih giat dalam belajar agar ia bisa menempati juara 1 semster selanjutnya dan dari itu siti mengetahui bahwa ternyata tidak semua orang yang bertubuh besar itu pintar , buktinya dia yang kecil saja bisa mengalahkan 24 orang dan siti mampu menempati juara umum kelas yang ke 2 .Tahun demi tahun terus berlalu dan siti selalu belajar dan berusa untuk meraih juara 1 , akhirnya ia mendapat juara 1 karena berkat usaha dan do’a nya selama ini , pada saat itu siti sangat bahagia karena orang tua nya selalu dibanggakan oleh orang2 karena mempunya anak yang pintar seperti dia, .
Perjuangan pendidikan siti tidak hanya sebatas itu saja , tapi masih terus berlanjut ,siti mendaftar dirinya ketingkat SLTP , dan lagi-lagi siti  mendaftarkan sekolah sendiri tampa ditemani orangtua atau siapapun . siti mengikuti ujian dan tes juga tampa didampingi oleh orangtua nya , semua bahan dan persyaratannya ia urus sendiri tampa harus merepotkan orangtua nya , karena dia tidak mau membuat orangtuanya repot , selagi dia bisa sendiri ,dia sendiri yang mengurusnya. Saat itu tibalah masanya pengumuman kelulusan, dan “Alhamdulillah” ucap siti, karena ia diterima di MTS.N Ladang Panjang dan siti masuk dikelas A. Siti merasa sangat bangga karena dari sekian bnayak peserta yang ikut tes , dia lulus dan menempati kelas A, ia pun tidak sabar ingin segera menceritakan kepada orangtua nya , bahwa ia telah diterima dan mendapat kelas unggul.
Berbeda dengan di SD , Ketika smp siti tidak meminta orangtua nya  membeli buku , karena buku-buku hadiah prestasi yang dimiliki siti ketika SD itu lebih dari cukup , untuk ia sekolah , jadi siti sedikit meringankan beban ornagtua nya, siti adalah tife anak yang tidak ingin menyusahkan orangtuanya.
Semangat belajar yang masih tinggi terus siti kembangkan , siti menamkan prinsip dalam dirinya , bahwa ia harus selalu menjadi juara kelas. Syukur ternyata ALLAH mengabulkan setiap do’a siti, siti mendapat juara 1 , tapi ia tidak sombong, ia terus belajar, agar prestasinya tidak turun, .
Siti adalah siswa yang aktif di organisasi kepramukaan pada saat sltp , dari lt I sampai lt V ia ikuti, selain mendapat uang dan sertifikat ia juga mendapatkan banyak prestasi serta pengalaman yang banyak dari organisasi tersebut,.
       Begitu seterusnya perjalanan pedidikan siti , sampai di SLTA siti juga melakukan hal yang sama seperti di SD,SMP . Daftar dan mengurus semuanya sendiri , dan buku-buku yang ia pakaipun juga merupakan buku hadiah atas prestasinya selama SMP. Alhamdulillah prestasiku juga tidak pernah berubah ketika SMA aku masih di urutan 2 besar, dan juara 1 sebanyak 2 kali, selebihny juara dua, karena persaingan di SMA yang semakin banyak “ ujar siti “.


puisi harapan seorang anak



 Sikecil dan sebuah harapan

Harapan dan impian yang besar ,
Tertanam dalam relung hati yang dalam,
Seorang gadis kecil yang memiliki sebuah harapan untuk dia,
Dia  yang begitu berarti di kehidupannya,
Harapan untuk membahagiakan dia dihari tuanya,
Apakah mungkin semua itu ? Sedangkan ia,
Ia hanya gadis kecil yang belum tau apa-apa
Namun semuanya harus,
Sulit atau mudah akan tetap ia lewati.

Si gadis kecil yang selalu ingin melihat dia bahagia,
Selalu berusaha, dan berdo’a,
Namun apalah daya,
Sikecil tidak punya banyak kekayaan harta yang cukup untuk dia,
Melainkan hanya memiliki sebuah harapan dan impian yang besar .

Harapan agar dia bisa pergi kerumah suci AllAH,
Besar dan mungkin sulit untuk diwujudkan.

Itulah hutangku, kepada orangtua ku,
Yang harus kubayar, Namun aku yakin dan percaya ,
Bahwa yang kuasa pasti selalu akan membantu,
                   Diriku, sigadis kecil ini.



created by : siti_mawansari.daulae




Friday, March 10, 2017

makalah morfologi kata benda




TUGAS MAKALAH
MORFOLOGI KATA BENDA






 
 











Disusun oleh

Nama                          : Siti mawansari (A1B116003)
                                      
             Dosen Pengampu       : Priyanto S.pd., M.pd


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA  INDONESIA
UNIVERSITAS JAMBI
2016/2017



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………….........................................................................................1
DAFTAR ISI  ...........................................................................................................................2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang…………………………….......……………………………….................3
1.2.Rumusan Masalah…………………...……………………………….............……..……4
1.3.Tujua Penulisan ............………………….……………….............…………….…….….5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian morfologi kata benda .…………………………………......……………......6
2.2 kata dasar kata benda..............................................…………………………………......7
2.3 kata dasar kata kerja.............................................…………......………………….….....8
2.4 kata dasar kata  keadaan...................................................…………......……....……......9
2.5 kata dasar kata Bilangan.................................................................................................10
2.6 kata dasar kata Ganti Orang..........................................................................................11
2.7 Kata Benda Dan Bentuk Kepunyaan.............................................................................12
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan..........………….……………………………………………………………..9
DAFTAR PUSTAKA….……………………………………………………………..…….10

KATA PENGANTAR        
            Syukur Alhamdullilah penulis sampaikan atas kehadirat Allah s.w.t karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulisan makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana dan tepat waktu.                                                                                                                                       Makalah morfologi kata benda ini merupakan hasil dari sumber-sumber buku yang sudah kami kumpulkan dan kami baca bersama.
kami kelompok
IV merupakan Penulis makalah ini , dan kami berasal dari mahasiswa/mahasiswi pendidikan bahasa sastra indonesia pada mata kuliah morfologi di UNIVERSITAS JAMBI.                                                              
            Makalah yang kami bahas ini mengkaji dan membahas tentang pengertian morfologi kata benda, kata dasar kata benda,kata kerja, kta keadaan, kata bilangan, dan kata dasra kata ganti orang serta kata benda dan bentuk kepunyaan. Makalah morfologi tentang “ morfologi kata benda” ini dimaksudkan untuk dijadikan acuan utama bagi mahasiswa/i yang sedang belajar mata morfologi , terutama bagi kami calon pendidik.                                                        Akhirnya penulis menyadari bahwa mkalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang dimaksudkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Jambi, 7 maret,2017













BAB I
A.    Latar Belakang
Morfologi atau yang biasa disebut juga tata bentuk adalah bidang linguistic yang mempelajari susunan bagian – bagian kata secara gramatikal. dengan perkataan lain, morfologi mempelajari dan menganalisis struktur, bentuk, dan klasifikasi kata – kata. Dalam linguistic bahasa Arab, Morfologi ini disebut tasrif, yaitu perubahan suatu bentuk (asal) kata menjadi bermacam-macam bentuk untuk mendapatkan makna yang berbeda (Baru). Tanpa perubahan bentuk ini, maka yang berbeda tidak akan terbentuk.

Yang dimaksud istilah “Morfologi kata benda” adalah ‘semua pembentukan kata yang menghasilkan kata benda”. Jadi titik beratnya ditekankan pada “hamil” pembentukan itu. (Taringan 1975 : 65 ). Kata benda tidak hanya dapat diturunkan dari kata dasar kata benda saja. Tetapi juga dari kata dasar jenis lain, seperti kata dasar kata kerja kata dasar kata keadaan dan kata dasar kata bilangan.
Berdasarkan jenis kata dasar, maka kata benda dapat dibagi atas :
1.      Kata benda yang kata dasarnya kata benda,
2.      Kata benda yang kata dasarnya kata kerja,
3.      Kata benda yang kata dasarnya kata keadaan
4.      Kata benda yang kata dasarnya kata bilangan
5.      Kata benda yang kata dasarnya kata ganti orang,

B.     Rumusan Masalah
Maka dalam makalah ini akan dibicarakan secara khusus morfologi kata benda dalam bahasa Indonesia. Hal – Hal yang akan diperbincangkan itu antara lain :
1.      Mengindentifikasi Penertian “morfologi kata benda”
2.      Mengindentifikasi Kata benda yang kata dasarnya kata benda.
3.      Mengindentifikasi Kata benda yang kata dasarnya kata kerja
4.      mengindentifikasi Kata benda yang kata dasarnya keadaan
5.      mengindentifikasi Kata benda yang kata dasarnya kata bilangan
6.      mengindentifikasi Kata yang kata dasarnya kata ganti orang, dan
7.      Mengindentifikasi Kata benda dan bentuk kepunyaan.


C.    Tujuan Penulisan

Adapun Tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui tentang Pengertian “morfologi kata benda”
2.      Untuk mengetahui tentang Kata benda yang kata dasarnya kata benda
3.      Untuk mengetahui tentang Kata benda yang kata dasarnya kata kerja
4.      Untuk mengetahui tentang Kata Benda yang kata dasarnya kata keadaan
5.      Untuk mengetahui Kata benda yang kata dasarnya kata bilangan
6.      Untuk mengetahui tentang Kata Benda yang kata dasarnya kata ganti orang, dan
7.      Untuk mengetahui tentang Kata benda dan bentuk kepunyaan.
























BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN MORFOLOGI KATA BENDA
Yang dimaksud istilah “Morfologi kata benda” adalah ‘semua pembentukan kata yang menghasilkan kata benda”. Jadi titik beratnya ditekankan pada “hasil” pembentukan itu. (Taringan 1975 : 65 ). Kata benda tidak hanya dapat diturunkan dari kata dasar kata benda saja. Tetapi juga dari kata dasar jenis lain, seperti kata dasar kata kerja kata dasar kata keadaan dan kata dasar kata bilangan.
Berdasarkan jenis kata dasar, maka kata benda dapat dibagi atas :
1.      Kata benda yang kata dasarnya kata benda,
2.      Kata benda yang kata dasarnya kata kerja,
3.      Kata benda yang kata dasarnya kata keadaan
4.      Kata benda yang kata dasarnya kata bilangan
5.      Kata benda yang kata dasarnya kata ganti orang,
Perlu diingatkan di sini bahwa batasan atau penjelasan mengenai apa yang disebut kata dasar kata kerja (X), kata dasar kata benda (T), kata dasar kata keadaan (Z), kata dasar kata bilangan (Q), dan kata dasar kata ganti orang (p) yang telah kita berikan pada pembicaraan terdahulu, tidak di ulangi lagi pada pembicaraan selanjutnya

B.     KATA DASAR KATA BENDA
1.      Bentuk Y
Bentuk Y adalah kata benda yang terdiri dari kata dasar kata benda melulu, tanpa penggabungan dengan suatu afiks.
Contoh :
·         Mata                                                   
·         Kepala
·         Tangan
( Taringan 1985 : 3 – 4 )




2.      Bentuk Pen – Y
Kata benda pen-Y mengandung arti penggabungan ‘orang yang pekerjaannya mencipta, melaksanakan atau mengusahakan Y; dengan singkat dapat dikatakan’ Tukang Y atau pengusaha Y’.
Contoh
Peladang                                             ‘penggarap ladang’
Penyawah                                            ‘penggarap sawah’

3.      Bentuk Y-an
Kata benda bentuk Y-an mengandung arti penggabungan ‘tiap-tiap’ dan ‘beberapa’, atau satuan yang bernilai satu Y.
Contoh :
Harian                                                             ‘tiap – tiap hari’
Puluhan                                               ‘beberapa puluh’
Ratusan                                               ‘satuan yang bernilai seratus’

4.      Bentuk Y-wan
Kata benda bentuk Y-wan mengandung arti penggabungan ‘orang yang ahli dalam hal Y’ dan tugasnya berhubungan dengan hal yang tersebut pada Y.’
Contoh :
Negarawan                  ‘orang yang ahli dalam kengaraan dan tugasnya
                        berhubungan dengan masalah kenegaraan’
Sejarawan                    ‘orang yang ahli dalam ilmu sejarah dan tugasnya
                        berkaitan dengan seluk – beluk kesejarahan’

5.      Bentuk ke –Y-an
Kata benda bentuk ke –Y-an mengandung arti penggabungan yang menyatakan ‘hal – hal ada hubungannya dengan masalah Y’
Contoh Y’
Keibuan                       ‘ Hal – hal yang ada hubungannnya dengan masalah
                        ibu ‘
Keguruan                    ‘ Hal – hal yang berhubungan dengan masalah guru'


6.      Bentu peN-Y-an
Kata benda bentuk peN-Y-an mengandung arti penggabungan ‘cara meN-Y (-kan,-I)
Contoh :
Penamaan                                ‘cara menamai’
pendaftaran                             ‘cara mendaftar’

7.      Bentuk per-Y-an
Kata benda bentuk per-Y-an mengandung arti penggabungan yang menyatakan ‘perihal y’ atau ‘ hal atau hasil ber – Y’
Contoh :
Persekolahan                           ‘perihal sekolah’
Perkemahan                             ‘ hal atau hasil berkemah’

8.      Bentuk Y2 dan Y2an
Kata benda yang berbentuk perulangan baik berupa Y2 maupun Y2-an mengandung arti yang menyatakan ‘jamak ‘ atau ‘menyerupai’
Contoh :
Kuda – Kuda                          ‘Banyak kuda ‘
kuda – kudaan                        ‘ yang menyerupai kuda’


C.    KATA DASAR KATA KERJA
1.      Bentuk peN-X
Kata benda bentuk peB-X mengandung arti penggabungan ‘orang atau sesuatu yang melakukan pekerjaan meN – X dan alat yang dipetgunakan untuk meN-X.
Contoh :
Pembaca                      ‘ yang pekerjaannya membaca’
Penulis                         ‘ yang pekerjaannya menulis’
pembicaraan                ‘ yang pekerjaannya pembicara’
penyimak                     ‘ yang pekerjaannya menyimak’




2.      Bentuk pe-X
Kata benda untuk pe-X mengandung arti penggabungan ‘orang yang pekerjaannya di-X atau ber-X
Contoh :
Pesuruh                       ‘ orang yang disuruh’
Petugas                        ‘ orang yang ditugaskan
Petinju                         ‘ orang yang bertinju’
Petatar                         ‘ orang yang ditatar

3.      Bentuk X-an
Kata benda untuk X-an mengandung arti penggabungan hasil, alat, atau sesuatu yang di-X (-i)
Contoh :
Tulisan                         ‘ Hasil tulis’
Timbangan                  ‘ hasil timbangan’
Makanan                     ‘ alat yang dimakan’

4.      Bentuk peN-X-an
Kata benda bentuk peN-X-an mengandung arti penggabungan yang menyatakan ‘hal’ cara, alat, tempat meN-X
Contoh :
Pembaca                      ‘ hal membaca’
pengirim                      ‘ cara mengirim’

5.      Bentuk per-X-an
Kata benda brntuk per-X-an mengandung arti penggabungan yang menyatakan ‘cara,  tempat, ber-X (-an)
Contoh :
Perdebatan                  ‘ cara berdebat’
Persembunyian            ‘ Tempat bersembunyi’




D.    KATA DASAR KATA KEADAAN

1.      Bentuk ke-Z-an
Kata benda bentuk  ke-Z-an mengandung arti penggabungan yang menyatakan ‘suatu abstraksi atau hal dan juga menyatakan ‘ dalam keadaan tertimpa akibat perbuatan, keadaan, atau hal tersebut pada Z.
Contoh  :
Kebaikan                     ‘ hal baik’
Keburukan                  ‘ hal buruk’
Kedinginan                 ‘ tertimpa dingin’
Kelaparan                    ‘ Tertimpa lapar’

2.      Bentuk  peN-Z
Kata benda bentuk peN-Z mengandung penggabungan  yang menyatakan :
a.       ‘yang memiliki sifat Z’
b.      yang menyebabkan jadi Z’,
Contoh :
Penyayang                   ‘ yang memiliki sifat sayang’
Peramah                      ‘ yang memiliki sifat ramah’
Pengacau                     ‘ yang menyebabkan jadi kacau’
Penenang                     ‘ yang menyebabkan jadi tenang’

3.      Bentuk ke-Z
Kata benda bentuk ke-Z yang mengandung arti penggabungan ‘yang di-Z-kan atau yang di-Z-t. jumlah kata benda yang berbentuk seperti ini sangat terbatas
Contoh :
Ketua                          ‘ yang dituakan’
Kehendak                    ‘ yang dikehendaki’
Kekasih                       ‘ yang dikasihi’





E.     KATA DASAR KATA BILANGAN
1.      Bentuk per-Q-an
Kata benda bentuk perQ-an mengandung arti penggabungan ‘hal, hasil, ber-Q atau membagi Q
Persatuan                     ‘ hal bersatu’
Pertigaan                     ‘ hasil membagi tiga, simpang tiga,
Perempatan                 ‘ hasil membagi empat,, simpang empat’
Perlimaan                    ‘ Hasil membagi lima simpang lima’


F.     KATA DASAR KATA GANTI ORANG
1.      Bentuk peN-P-an
kata benda bentuk peN-P-an mengandung arti penggabungan. ‘ hal , perbuatan, pernyataan meN-P(-i). bentuk ini tidak produktif.
Contoh :
Aku            pengakuan                ‘hal
mengaku’    
( Poerwadarminta 1976 : 26 )

2.      Bentuk ke-P-an
kata benda bentuk ke-P-an ini mengandung arti pengabungan yang menyatakan ‘hal mementingkan P’ , seperti juga hal nya dengan kata benda bentuk ke-P-an ini pun improduktif.
Contoh :  
Aku          keakuan           ‘hal
mementingkan akal’
( Poerwadarminta 1976 : 27 )


G.    KATA BENDA DAN BENTUK KEPUNYAAN

1.      Penjelasan
Dalam pembicaraan terdahulu telah diuraikan morfologi kata benda secara umum yang diturunkan dari kata dasar benda, kata dasar kata kerja, kata dasar kata keadaan, kata dasar kata bilangan, dan kata dasar ganti orang.
Sekarang akan dibicarakan khususnya mengenai gabungan kata benda dengan kata ganti kepunyaan. segala kata benda ( yang kita beri syimbol B ) dapat digabung dengan kata ganti kepunyaan sehingga menghasilkan suatu bentuk, yang kita sebut “ bentuk kepunyaan. “
Berikut ini akan dibicarakan berturut-turut benruk-bentuk kepunyaan orang I, orang II, dan orang III.

1.      Bentuk Kepunyaan Orang I
Bentuk kepunyaan orang I tunggal adalah B
+ ku.
Contoh :
            Tanganku
            Kepalaku
            Pencangkulku
            Pelautku

2.      Bentuk Kepunyaan Orang II.
Bentuk kepunyaan B-mu adalah bentuk kepunyaan orang II tunggal.
Contoh :
            Tanganmu
            Kepalamu
            Pencangkulmu
            Ratusanmu
3.      Bentuk Kepunyaan Orang III
Bentuk kepunyaan B-nya adalah bentuk kepunyaan orang III tunggal.
Contoh :
            Matanya
            Telinganya
            Pencangkulnya
            Pelautnya
            Ratusannya
            Ribuannya
            Karyawannya
            Sastrawannya


































BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Setelah membaca isi dari makalah di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Morfologi kata benda adalah segala pembentukan kata yang menghasilkan kata benda.
2.    Mengetahui, memahami, serta menguasai bahwa kata benda ada yang kata dasarnya kata benda.
3.    Mengetahui, memahami serta menguasai bahwa kata benda ada yang kata dasarnya kata kerja.
4.    Mengetahui, memahami serta menguasai bahwa kata benda ada yang kata dasarnya kata keadaan.
5.    Mengetahui, memahami serta menguasai bahwa kata benda ada yang kata dasarnya kata bilangan.
6.    Mengetahui, memahami serta menguasai bahwa kata benda ada yang kata dasarnya kata orang.
7.    Mengetahui, memahami serta menguasai bahwa kata benda dapat digabung dengan kata ganti kepunyaan, penggabungan ini disebut bentuk kepunyaan.
8.    Bentuk kepunyaan yang terdapat dalam bahasa Indonesia adalah B-ku, B-mu, dan B-nya, masing-masing untuk orang 1, oaring 2, dan orang 3 tunggal.



















DAFTAR PUSTAKA

1.      Keraf ; Gorys ; 19980. Tata bahasa indonesia . Ende –Flores : penerbit Nusa Indah – percetakan Arnoldus
2.      Poerwadarminta ; W.J.S. 1976 kamus umum bahasa indonesia Jakarta: PN . Balai Pustaka
3.      Ramlan ;  M. 1983 . Morfologis: Suatu Tinjauan Deskriptif . Yogyakarta: CV.Karyono.
4.      Tarigan ; Henry Guntur . 1975. Morfologi bahasa simalungun . Jakarta: Universitas Indonesia. ( Desertasi )
5.      Tarigan ; Henry Guntur . 1985 . Pengajaran Morfologi. PN. Angkasa Bandung.