Tugas Resume
Pendidikan
Kewarganegaraan (PPKN)
![]() |
Disusun Oleh
Nama : Siti
Mawansari.daulae
Nim :
A1B116003
Kelas :
Reguler. A
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016/2017
Identitas
Nasional
Istilah “identitas nasional” secara
terminologis adalah suatu ciri yang dimilikioleh suatu bangsa yang
secara filosofis yang membedakan bangsatersebut dengan bangsa yang lain. Identitas
nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau
lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa.
Pengertian atau istilah kepribadian
sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor
biologis,psikologis,sosoiologis,yang mendasari tingkah laku individu.
Kepribadian adalah tercermin pada keseluruhantingkah laku seseorang dalam
hubungan dengan manusia lain ( Ismaun, 1981:6 ).
Jika kepribadian sebagai suatu
identitas dari suatu bangsa, maka persoalannya adalah bagaimana pengertian
suatu bangsa itu
Bangsa pada hakikatnya adlah sekelompok besar manusia
yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai
persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatudan hidup bersama serta
mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu” kesatuan nasional”.
Kepribadian bangsa Indonesia sebagai suatu identitas
nasional secara historis berkembang dan menemukan jati dirinya setelah
proklamasi kemeerdekaan 17 agustus 1945.
Orde
baru saat itu menempatkan filsafat negara pancasila yang sekaligus juga sebagai
identitaas bangsa dan negara Indonesia , sebagai alat legitimasi politis untuk
mempertahankan kekuasaan .
Dalam hubungannya dengan identitas nasional secara
dinamis, dewasa ini bangsa Indonesia harus memiliki visi yang jelas dalam
melakukan reformasi , melalui dasar filosofi bangsa dan negara , yaitu Bhineka
tunggal ika, yang terkandung dalam filosofi pancasila. [1]
1.
Pengertian Identitas Nasional
internasional" atau "jatidiri nasional",.Identitas nasional adalah
jati diri yang dimiliki oleh suatu bangsa. Identitas bangsa indonesia akan
berbeda dengan identitas bangsa Australia, bangsa Amerika dan bangsa lainnya.
Identitas nasional itu terbentuk karena bangsa indonesia mempunyai pengalaman
bersama, sejarah yang yang sama, dan penderitaan yang sama dan juga terbentuk
melalui adanyta saling kerjasama antara kelompok yang satu denga kelompok yang Pengertian
identitas nasional dibagi menjadi dua yaitu Identitas yang
berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga
menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan hal-hal lain dan Nasional berasal dari kata nasion yang
memiliki arti bangsa, menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu yang
memiliki semangat, cita-cita, tujuan serta ideologi bersama.
Pengertian Identitas nasional juga
berasal dari kata "national identity" yang dapat di
artikan sebagai "kepribadian lain. Meskipun memiliki banyak
perbedaan, namun keingina kuat diantara mereka untuk saling merekatkan
kelompoknya dengan kelompok lain dapat juga membentuk identitas.
Jadi, Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri
atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa
lain di dunia.
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, agama dan pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut masyarakatnyapun berbeda-beda. Nilai-nilai tersebut kemudian disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila. Nilai-nilai ini penting karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh karena itu nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia agar bangsa Indonesia tidak kehilangan Identitas.
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, agama dan pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut masyarakatnyapun berbeda-beda. Nilai-nilai tersebut kemudian disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila. Nilai-nilai ini penting karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh karena itu nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia agar bangsa Indonesia tidak kehilangan Identitas.
Diletakkan dalam konteks Indonesia, maka Identitas
Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan
berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam
berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu
kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh
Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Dengan perkataan lain, dapat dikatakan bahwa hakikat
Identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa
dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam berbagai
penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya dalam Pembukaan beserta UUD
kita, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik, moral, tradisi,
bahasa, mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normatif diterapkan di
dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional.
Identitas nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa
yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk
identitas yaitu suku bangsa, agama kebudayaan dan bahasa.[2]
2. Unsur-Unsur Identitas Nasional
Identitas nasional memiliki empat unsur yaitu:
a. Suku Bangsa
Suku Bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang sudah ada sejak lahir, yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin., Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang dari 300 dialeg bahasa.
Identitas nasional memiliki empat unsur yaitu:
a. Suku Bangsa
Suku Bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang sudah ada sejak lahir, yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin., Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang dari 300 dialeg bahasa.
b. Agama
Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang agamis. Agama yang berkembang di indonesia antara lain Islam, Kristen, Katholik, Budha, Kong hu cu, Agama kong hu cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi indonesia namun sejak pemerintahanpresiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi dihapuskan.
c. Kebudayaan
Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan secara kolektif di gunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman bertindak (dalam bentuk kelakuan dan bentuk-bentuk kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Intinya kebudayaan merupakan patokan nilai-nilai etika dan moral, baik yang tergolong sebagai edeal atau yang seharusnya (world view) maupun yang operasional dan actual didalam kehidupan sehari-hari (ethos).
Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang agamis. Agama yang berkembang di indonesia antara lain Islam, Kristen, Katholik, Budha, Kong hu cu, Agama kong hu cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi indonesia namun sejak pemerintahanpresiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi dihapuskan.
c. Kebudayaan
Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan secara kolektif di gunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman bertindak (dalam bentuk kelakuan dan bentuk-bentuk kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Intinya kebudayaan merupakan patokan nilai-nilai etika dan moral, baik yang tergolong sebagai edeal atau yang seharusnya (world view) maupun yang operasional dan actual didalam kehidupan sehari-hari (ethos).
Kebudayaan juga merupakan pengetahuan
manusia sebagai makhluk sosial yang berisikan perangkat-perangkat atau
model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh
pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yan dihadapi
dan digunakan sebagai pedoman untuk bertindak dalam bentuk kekuatan dan
benda-benda kebudayaan.
d.Bahasa
Bahasa merupakan unsur komunikasi yang dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia selain itu bahasa juga berarti unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bisa dipahami sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.
Bahasa merupakan unsur komunikasi yang dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia selain itu bahasa juga berarti unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bisa dipahami sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.
Setelah kemerdekaan,
bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dahulu
dikenal dengan sebutan bahasa melayu yang merupakan bahasa penghubung (linguafranca)
berbagai etnis yang mendiami kepulauan nusantara. Selain menjadi bahasa
komonikasi diantara suku-suku di nusantara, bahasa melayu juga menempati
posisi bahasa transaksi perdagangan internasional dikawasan kepulauan di
nusantara yang digunakan oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para
pedagang asing.
3. Faktor-faktor pendukung kelahiran
Identitas Nasional
Adapun
faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa indonesia
yaitu meliputi
1)
Faktor
objektif , yang meliputi faktor geografis, ekologis, dan demografis
2)
Faktor
subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan, yang
dimiliki bangsa indonesia ( Suryo, 2002)
Robert de Ventos, sebagaimana dikutif Manuel Castell
dalam bukunya, The Power Of Identity ( Suryo, 2002)
mengemukakan teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai
hasil interaksi historis antara empat faktor penting, yaitu :
ü faktor primer, yaitu
mencakup etnisitas,teritorial,bahasa,agama, dan yang sejenisnya.
ü
Faktor pendorong, yaitu meliputi pembangunan
komunikasi dan teknologi, lahirnya angkatan bersenjata modern, dan pembangunan
lainnya dalam kehidupan bernegara.
ü
faktor penarik, yaitu mmencakup modifikasi bahasa
dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan sistem
pendidikan nasional, dan
ü faktor reaktif , yaitu
meliputi penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif, melalui
memori kolektif rakyat.
Pembentukan
identitas nasional Indonesia melekat erat dengan unsur-unsur lainnya, seperti
sosial,ekonomi,budaya,etnis,agama,serta geografis, yang saling berkaitan dan
terbentuk melalui suatu proses yang cukup panjang.[3][4]
4. Pancasila sebagai kepribadian dan Identitas Nasional
Pancasila sebagai
dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada
nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa sebagai kepribadian bangsa.
Jadi filsafat pancasila itu muncul bukan secara tiba-tiba dan dipaksakanoleh
suatu rezim atau penguasamelalinkan melalui suatu fase historis yang cukup
panjang. [5][6]
5. Pentingnya Identitas Nasional
Kita tahu bahwa identitas nasional
atau jatidiri nasional itu adalah jatidiri yang dimiliki warga negara dan suku
bangsa dari suatu negara. Identitas nasional atau jatidiri nasional itu ada
dalam interaksi, maka dapatlah kita katakan bahwa jatidiri itu diperlukan dalam
interaksi. Karena didalam setiap interaksi para pelaku interaksi mengambil
suatu posisi dan berdasarkan posisi tersebut para pelaku menjalankan
peranan-peranannya sesuai dengan corak interaksi yang berlangsung. Maka dalam
berinteraksi orang berpedoman pada kebudayaannya. Jika kebudayaan kita katakan
bagian dari identitas nasional, maka kebudayaan itu juga dapat dijadikan
pedoman bagi manusia untuk berbuat dan bertingkah laku.[7]
Identitas
berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga
menunjukkan suatu keunikan serta membedakannya dengan hal-hal lain. Nasional
berasal dari kata “nation” yang memiliki arti bangsa, menunjukkan kesatuan komunitas
sosio-kultural tertentu yang memiliki semangat, cita-cita, tujuan serta
ideologi bersama.Jadi, Identitas Nasional adalah ciri-ciri atau sifat-sifat
khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Identitas Nasional Indonesia meliputi segenap yang dimiliki bangsa Indonesia
yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber
kekayaan alam Indonesia, demografi atau kependudukan Indonesia, ideologi dan
agama, politik negara, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Identitas nasional
merupakan konsep suatu bangsa mengenai dirinya sendiri. Indonesia merupakan
negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan yang terdiri dari berbagai macam
suku dari sabang sampai merauke dan pastinya memiliki keanekaragaman identitas nasional.
Basis dari identitas nasional diantaranya socially (yaitu
identitas yang mengarah kepada peran sosial dalam masyarakat berdasarkan proses
sosialisasi dari individu yang berbeda),culturally (yaitu identitas
yang mengarah kepada atribut kebudayaan) , politically (identitas
yang mengarah kepada sumber politik dari peran sosial dalam masyarakat,
contohnya sebagai pemilih dalam pemilu, atapun sebagai warga negara).
Menurut
pendapat saya, identitas nasional dan jati diri suatu bangsa harus dijaga agar
bangsa tersebut tidak mudah dihancurkan oleh bangsa lain dan menjadi bangsa
yang kuat. Kita mungkin terkadang bingung mengenai apa itu identitas
nasional bangsa indonesia, oleh karena itu topik identitas nasional yang kita
pelajari dalam pelajaran citizenship ini dapat membantu kita memahami arti dari
identitas nasional dan bagaimana kita bertindak sesuai dengan norma-norma yang
berlaku dalam masyarakat. Topik identitas nasional dapat menumbuhkan rasa
nasionalisme yang tinggi diantara warga negara indonesia jika setiap warga
negara menyadari dan mengimplementasikan nilai-nilai identitas nasional yang
telah ada. Namun dalam pengamatan saya, identitas nasional di negara ini mulai
memudar. Kurangnya rasa nasionalisme dan rasa “satu indonesia” membuat identitas
nasional negara ini menjadi kacau atau disebut krisis identitas nasional. Salah
satu definisi nasionalisme yaitu menurut Arif Budiman nasionalisme adalah
persatuan secara kelompok dari suatu bangsa yang mempunyai sejarah yang sama,
bahasa yang sama dan pengalaman yang sama. Sejarah mengenai nasionalisme di
indonesia dimulai dari berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 yang
menjadi tonggak berdirinya organisasi-organisasi pemuda pada saat itu.
Saat ini
dapat kita lihat bahwa indonesia telah mengalami krisis identitas nasional.
Banyak penduduk indonesia telah melupakan unsur unsur kebudayan yang merupakan
basis dari identitas nasional suatu bangsa. Contohnya yaitu budaya barat yang
masuk ke indonesia melalui globalisasi telah banyak mengubah pola hidup
generasi muda saat ini, salah satunya yaitu melupakan kultur budaya bangsa
indonesia sendiri. Saat ini bangsa Indonesia telah mengalami penurunan dalam
hal identitas nasional, pandangan saya sendiri. Karena globalisasi yang ada
masuk dalam budaya Indonesia sendiri. Budaya-budaya kita mulai luntur, tergeser
oleh budaya-budaya barat yang modern serba prkatis dan bisa menggiurkan
masyarakat-masyarakat Indonesia itu sendiri
Adapun identitas
Nasional dalam proses berbangsa dan bernegara melalui :
Secara eksplisit, ada
dua hal yang melekat dalam pembentukan budaya nasional yaitu :
1. Gotong royong
Kebersamaan (gotong royong) yang mampu mengikat dan menyatukan masyarakat,
dari
berbagai
hirarki atau status sosial.
2. Musyawarah
Semua
masalah dan persoalan diselesaikan dengan musyawarah mufakat agar
penyelesaiannya menguntungkan kedua belah pihak.
[1] [1]
Ani Sri Rahayu,S.ip.,M.ap.2013pendidikan kewarganegaraan.Pt.Bumi Aksara Sawo
Raya No 18 halaman 43-49
[2] Prof.Dr.H.Kaelan, M.S , Drs.H.Achmad
Zubaidi,M.si2012Pendidikan kewarganegaraan.Pt. “PARADIGMA”Yogyakarta halaman
49.
[3] Prof.Dr.H.Kaelan, M.S , Drs.H.Achmad
Zubaidi,M.si2012Pendidikan kewarganegaraan.Pt. “PARADIGMA”Yogyakarta halaman
49.
[4] Ani Sri Rahayu,S.ip.,M.ap.2013pendidikan
kewarganegaraan.Pt.Bumi Aksara Sawo Raya No 18 halaman 50.
[5] Prof.Dr.H.Kaelan, M.S ,
Drs.H.Achmad Zubaidi,M.si2012Pendidikan kewarganegaraan.Pt.
“PARADIGMA”Yogyakarta halaman 51.
[6] Ani Sri Rahayu,S.ip.,M.ap.2013pendidikan
kewarganegaraan.Pt.Bumi Aksara Sawo Raya No 18 halaman 52.
[7] .[7]
(sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2196187-identitas-nasional/#ixzz1eGDIhqXF\)
