Sunday, February 19, 2017

video bernyanyi bersama anak-anak ,.


MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu : Drs.Ade Kusmana M.hum

Logo Unja.gif
 












Disusun oleh :
Kelompok V
1. Siti Mawansari ( A1B116003 )




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAMBI
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017


KATA PENGANTAR
            Puji syukur kehadirat ALLAH yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini sesuai waktu yang ditentukan.
           Adapun judul makalah ini adalah “faktor-faktor yan mempengaruhi perkembangan”. Makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu secara berkelompok. Oleh karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini,  saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada:
1.      Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
2.      Dan tak lupa kedua orang tua dan keluarga yang selalu mendukung pendidikan saya.
            Tiada gading yang tak retak,   begitu pula makalah ini yang masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kritik dan saran sangatlah dibutuhkan sebagai sebuah koreksi dan introspeksi diri yang nantinya dapat berguna bagi penulis pribadi dan bagi masyarakat pada umumnya. Selain itu penulis berharap dapat mengkorelasikan antara kebenaran pribadi dan kebenaran umum yang nantinya menjadi bahan pertimbangan yang dapat membangun kepribadian penulis.



Jambi,13 februari 2017

                                                                                                       




 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………….........................................................................................1
DAFTAR ISI  ..........................................................................................................................2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang…………………………….......………………………………...............3
1.2.Rumusan Masalah…………………...……………………………….............…………4
1.3.Tujuan …………………………………….……………….............…………………….5
1.4.Batasan masalah……………………………..................………………………………..6
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Nature dan Nurture .…………………………………………………….....7
2.2 Pengaruh Faktor Nature Pada Perkembangan ....………………………………….....8
2.3 Pengaruh Faktor Nurture Pada Perkembangan …………......…………………….....9
2.4 Determinasi Faktor Nature dan Nurture dalam Perkembangan Aspek-Aspek Psikofisik Individu serta Implikasinya dalam Pendidikan …………......……....…….....10

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………….……………………………………………………………..12

DAFTAR PUSTAKA….……………………………………………………………..…….13

 BAB I                                                                                                                                 PENDAHULUAN
 1.1.Latar belakang
Pendidikan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama adalah modal utama bagi perkembangan anak ke depannya. Selanjutnya sekolah sebagai lembaga pendidikan kedua yang formal berfungsi sebagai pusat pendidikan untuk pembentukan pribadi anak dan mengembangkan potensi yang ada pada anak. Serta masyarakat sebagai lembaga pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah mempunyai sifat dan fungsi yang berbeda dengan ruang lingkup dengan batasan yang tidak jelas dan keanekaragaman bentuk kehidupan sosial serta berjenis-jenis budayanya yang tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai sosial budaya yang dijunjung tinggi oleh semua lapisan masyarakat.
 1.2.Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Determinasi?
2.      Apa saja determiasi factor Nature  dan nurture
3.      pengaruh faktor nature dan nurture  terhadap perkembangan  
4.      Bagaimana implikasi factor nuture dan nurture dalam perkembangan aspek-aspek psikofisik individu dalam pendidikan?
1.3.Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan memahami pengertian determinasi.
2.      Untuk mengetahui dan memahami determinasi factor nature dan nurture.
3.      Untuk mengetahui dan memahami Refleksi aliran.
4.      Untuk mengetahui dan memahami implikasi factor nuture dan nurture dalam perkembangan aspek-aspek psikofisik individu dalam pendidikan.                                         1.4.Batasan masalah
Dalam penulisan makalah ini,pembahasan hanya difokuskan pada Determinasi Faktor Nature dan Nurture dalam Perkembangan Aspek-Aspek Psikofisik Individu serta Implikasinya dalam Pendidikan.
 BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Nature dan Nurture
1.    Pengertian Nature
Istilah “nature” (alam, sifat dasar) dapat diartikan sebagai faktor-faktor alamiah, yang berhubungan dengan aspek bio-fisiologis terutama keturunan, genetis, hereditas. Dengan mengambil istilah ini, maka perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sifat-sifat, karakteristik maupun kepribadian yang dimiliki oleh orang tua akan diturunkan melalui unsur gen kepada anak-anaknya. Sifat-sifat yang diturunkan bukan hanya bersifat fisiologis (berat badan, tinggi badan, warna kulit, rambut, jenis penyakit; penyakit jantung, kanker), akan tetapi juga karakteristik psikologis (tipe kepribadian, kecerdasan, bakat, kreatifitas). Misalnya bila orang tua memiliki tinggi badan yang tinggi, maka anaknya pun memiliki tubuh yang tinggi pula. Sebaliknya jika orang tua pendek, maka anaknya pada umumnya juga pendek.
Hereditas adalah pewarisan atau pemindahan biologis karakterisrik individu dari pihak orang tuanya. Faktor hereditas atau sering disebut faktor pembawaan atau endogen atau genetik adalah faktor atau sifat yang dibawa oleh gen yang berasal dari kedua orang tua individu sejak terjadinya konsepsi melalui proses genetik. Proses genetis individu berawal dari pertemuan 23 kromoson pihak aya dan 23 kromoson pihak ibu. Masing-masing kromoson berisi gen-gen yang membawa karekteristik individu. Faktor-faktor hereditas ini meliputi sifat-sifat kejasmanian, temperamen, dan juga bakat (aptitude).
2.    Pengertian Nurture
Konsep “nurture” (pemeliharaan, pengasuhan) merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan eksternal, seperti pola asuh, pendidikan, sosial-budaya, media masa, status sosial-ekonomi, agama dan sebagainya. Seorang individu akan berkembang menjadi orang dewasa yang baik, mandiri, cerdas, dan bertanggungjawab, apabila ia berada dalam lingkungan hidup yang mendukung perkembangan tersebut.

Konsep ini dikemukakan oleh John Locke, seorang filsuf berkebangsaan Inggris yang menyatakan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan suci, ibaratnya seperti papan putih yang masih bersih. Karena itulah, ia percaya bahwa baik-buruknya perkembangan hidup manusia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh faktor lingkungannya.
Lingkungan adalah segala mereriil dan stimuli yang ada didalam dan diluar diri individu. Faktor lingkungan atau disebut juga faktor eksogen adalah faktor yang berasal dari luar diri individu. Lingkungan mencakup lingkungan fisiologis, lingkungan psikologis, dan lingkungan sosiokultural. Lingkungan sosiologis adalah segala kondisi dan materil yang ada didalam dan diluar tubuh. Lingkungan psikologis adalah segala stimulasi yang diterima individu sejak masa dalam kandungan hingga meninggal. Lingkungan sosiokultural adalah segala stimulasi interaksi dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan atau karya orang lain.[1]
B.       Pengaruh Faktor Nature Pada Perkembangan
Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap perkembangan individu adalah faktor ketururan yang merupakan pembawaan sejak lahir atau berdasarkan keturunan, seperti : konstitusi dan struktur fisik, kecakapan potensial (bakat dan kecerdasan). Berbeda dengan faktor lingkungan, faktor keturunan pada umumnya cenderung bersifat kodrati yang sulit untuk dimodifikasi.
Faktor nature adalah faktor bawaan yang diwariskan orang tua kepada anaknya. Faktor ini merefleksikan sebuah aliaran yang disebut dengan aliran ‘Nativisme’. Nativisme berasal dari kata Nativus yang berarti kelahiran. Teori ini muncul dari filsafat nativisma (terlahir) sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan faktor alam yang kodrati. Pelopor aliran Nativisme adalah Arthur Schopenhauer seorang filosof Jerman yang hidup tahun 1788-1880. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan individu ditentukan oleh bawaan sejak ia dilahirkan. Faktor lingkungan sendiri dinilai kurang berpengaruh terhadap perkembangan dan pendidikan anak. Pada hakekatnya aliran Nativisme memiliki pandangan bahwa keberhasilan belajar ditentukan oleh individu itu sendiri. jika anak memiliki bakat jahat dari lahir, ia kan menjadi jahat, dan sebaliknya jika anak memiliki bakat baik, maka ia akan menjadi baik. Pendidikan anak yang tidak sesuai dengan bakat yang dibawa tidak akan berguna bagi perkembangan anak itu sendiri.           
Faktor nature atau genetika (hereditas) merupakan totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak atau segala potensi (baik fisik maupun psikis) yang dimiliki individu sejak masa konsepsi sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen-gen. Pada masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) seluruh bawaan heredinitas individu dibentuk dari 23 kromosom (pasangan xx) dari ibu dan 23 kromosom (pasangan xy) dari ayah. Dalam 46 kromosom tersebut terdapat beribu-ribu gen yang mengandung sifat-sifat fisik dan psikis individu atau yang menentukan potensi-potensi hereditasnya.
Masa dalam kandungan sebagai periode yang kritis dalam perkembangan kepribadian individu, sebab tidak hanya sebagai saat pembentukan pola-pola kepribadian, tetapi juga sebagai masa pembentukan kemampuan-kemampuan yang menentukan jenis penyesuaian individu terhadap kehidupan setelah kelahiran.                                                                           Pengaruh gen terhadap kepribadian sebenarnya tidak secara langsung, karena yang dipengaruhi gen secara langsung adalah:
Ø  Kualitas sistem syaraf
Ø  Keseimbangan biokimia tubuh
Ø  Struktur tubuh.
Lebih lanjut dapat dikemukakan bahwa fungsi hereditas dalam kaitannya dengan perkembangan kepribadian adalah:
Ø  Sebagai sumber bahan mentah kepribadian seperti fisik, intelegensi dan tempramen,
Ø  Membatasi perkembangan kepribadian (meskipun kondisi lingkungan sangat kondusif), dan
Ø  Mempengaruhi keunikan kepribadian
C.      Pengaruh Faktor Nurture Pada Perkembangan
Faktor nurture adalah faktor yang mempengaruhi perkembangan individu itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor lingkungan /pendidikan atau disebut juga dengan aliran ‘Empirisme’ yang menjadikan faktor lingkungan/pendidikan maha kuasa dalam menentukan perkembangan seorang individu. Tokoh alran ini adalah John Locke.
Nurture mengacu pada kondisi lingkungan dan yang mendukung pengembangan. tanaman membutuhkan sinar matahari, air, dan suhu yang tepat untuk tumbuh-dan dibantu bantu seseorang untuk menarik rumput liar di sekitarnya dan menambahkan pupuk. Anak-anak juga perlu dipupuk: mereka membutuhkan cinta dan dukungan dari orang tua, saudara, keluarga, guru, teman sebaya, dan orang lain, hal tersebut penting dalam hidup mereka. Anak-anak bisa sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang-orang membina mereka. Lingkungan adalah keseluruhan adalah keseluruhan fenomena (peristiwa, situasi, atau kondisi) fisik/alam atau sosial yang mempengaruhi atau dipengaruhi perkembangan individu.
Faktor lingkungan yang dibahas pada paparan berikut adalah lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, masyarakat dan media massa.
a.        Lingkungan Keluarga
Lingkungan memiliki peran penting dalam mewujudkan kepribadian anak. Khususnya lingkungan keluarga. Lingkungan sosial yang lebih banyak berpengaruh terhadap perkembangan individu adalah lingkungan keluarga. Kedua orang tua adalah pemain peran ini. Peran lingkungan dalam mewujudkan kepribadian seseorang, baik lingkungan pra kelahiran maupun lingkungan pasca kelahiran adalah masalah yang tidak bisa dipungkiri khususnya lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga adalah sebuah basis awal kehidupan bagi setiap manusia.                                                                                                                     Lingkungan keluarga dipandang sebagai faktor penentu utama terhadap perkembangan anak. Alasan tentang pentingnya peranan keluarga bagi perkembangan anak adalah: (a) keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi anak, (b) keluarga merupakan lingkungan pertama yang mengenal nilai-nilai kehidupan kepada anak, (c) orang tua dan anggota keluarga lainnya“Significant People” bagi perkembangan kepribadian anak, (d) keluarga sebagai institusi yang memfasilitasi kebutuhan dasar insani (manusiawi), baik yang bersifat fisik-biologis, maupun sosiopsikologis, dan (e) anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga.                                                      Menurut Hammer dan Turner (Adiasri T.A., 2008:8) peranan orang tua yang sesuai dengan fase perkembangan anak adalah:
1. Pada masa bayi berperan sebagi perawat (caregiver)
2. Pada masa kanak-kanak sebagai pelindung (protector)
3. Pada usia pra-sekolah sebagai pengasuh (nurturer)                           
4. Pada masa sekolah dasar sebagai pendorong (encourager)
5. Pada masa pra-remaja dan remaja berperan sebagai konselor (counselor)
b.        Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan pelatihan dalam rangka membantu para siswa agar mampu mengembangkan potensinya secara optimal, baik yang menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, sosial maupun fisik-motoriknya.
Hurlock (1986:322) mengemukakan bahwa sekolah merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak, baik dalam secara berpikir, bersikap, maupun berprilaku. Sekolah berperan sebagai subtitusi keluarga, dan guru sebagai substitusi orang tua. 
c.         Kelompok Teman Sebaya (Peer Group)
            Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi anak mempunyai peran yang cukup penting bagi perkembangan dirinya. Melalui kelompok sebaya, anak dapat memenuhi kebutuhannya untuk belajar berinteraksi sosial (berkomunikasi dan bekerjasama), belajar menyatakan pendapat dan perasaan orang lain, belajar tentang norma-norma kelompok, dan memperoleh pengakuan dan penerimaan sosial.                                                                                  Makin bertambah umur, si anak makin memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengadakan hubungan-hubungan dengan teman-teman sebayanya, sekalipun dalam kenyataannya perbedaan-perbedaan umur yang relatif besar tidak menjadi sebab tidak adanya kemungkinan melakukan hubungan-hubungan dalam suasana bermain.                                              Anak yang bertindak langsung atau tidak langsung sebagai pemimpin, atau yang menunjukkan ciri-ciri kepemimpinan dengan sikap-sikap menguasai anak-anak lain, akan besar pengaruhnya terhadap pola-pola sikap atau pola-pola kepribadian. Konflik-konflik terjadi pada anak bilamana norma-norma pribadi sangat berlainan dengan norma-norma yang ada di lingkungan teman-teman. Di satu pihak ia ingin mempertahankan pola-pola tingkah laku yang diperoleh di rumah, sedangkan di pihak lain lingkungan menuntut si anak untuk memperlihatkan pola yang lain, yang bertentangan dengan pola yang sudah ada, atau sebaliknya.                                                                                                                                          
Makin kecil kelompoknya, di mana hubungan-hubungan erat terjadi, makin besar pengaruh kelompok itu terhadap anak, bila dibandingkan dengan kelompok yang besar yang anggota-anggota kelompoknya tidak tetap.                                                                                     Pengaruh kelompok teman sebaya terhadap anak bisa positif atau negatif. Berpengaruh positif apabila para anggota kelompok itu memiliki sikap dan perilaku positif atau berakhlak mulia. Sementara yang negatif apabila para anggota kelompoknya berperilaku menyimpang, kurang memiliki tata krama, atau berakhlak buruk.                                                    Terkait dengan pengaruh negatif dari kelompok sebaya terhadap anak, Healy dan Browner menemukan bahwa 67% dari 3.000 anak nakal di Chicago ternyata karena mendapat pengaruh dari teman sebayanya (M. ARIFIN, 1978:131).
d.        Masyarakat                                                                                                                Lingkungan masyarakat dapat berperan membentuk karakter anak . Misalnya lingkungan tempat tinggal di asrama polisi atau tentara, anak-anak yang tinggal disana cenderung lebih berani karena mereka merasakan adanya label dari orangtuanya. Mereka juga besikap lebih semena-mena kepada teman-temannya yang lain. Lingkungan yang seperti ini akan membentuk karakter anak menjadi keras, pribadi yang galak, apa yang dia inginkan harus segera terlaksana. Ataupun dengan memilih tinggal di tengah-tengah kota besar, yang mana sesama tetangga tak saling mengenal satu sama lain, lingkungan yang seperti ini dapat membentuk karakter yang tidak baik juga pada anak, anak jadi terbiasa untuk tidak peka terhadap orang lain, merasa tidak memerlukan orang lain dalam hidupnya, sikap individualismenya juga akan sangat terlihat.                                                                         Lingkungan masyarakat juga dapat berpengaruh sebaliknya yaitu berpengaruh baik bagi anak. Misalnya dengan memilih tinggal di sebuah perkampungan di pinggiran kota. Yang di lingkungan tersebut terdapat masjid, para remajanya pun aktif dan antusias dalam kegiatan-kegiatan syiar agama untuk masyarakat sekitar, baik orangtua, remaja bahkan anak-anak kecil. Suasana lingkungan menjadi hidup, dinamis, agamis, harmonis serta menyenangkan hati masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut. Anak-anakpun terbentuk karakter yang sopan santun, beradaptasi, berempati, serta dapat menjadi manusia yang berjiwa sosial. Kondisi masyarakat yang kumuh dan serba kekurangan akan sangat mempengaruhi aktifitas dan semangat belajar siswa.

e.         Media Massa                                                                                                                          Media massa adalah faktor lingkungan yang dapat merubah atau mempengaruhi prilaku masyarakat melalui proses-proses. Media massa juga sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan seseorang, dengan adanya media massa, seorang anak dapat mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan dengan pesat. Media massa dapat merubah prilaku seseorang ke arah positif dan negatif.
Contoh media massa yang sangat berpengaruh adalah media massamassa saat ini berkembang semakin canggih. Semakin canggih suatu media massa maka akan semakin terasa dampaknya bagi kehidupan kita. elektronik antara lain televisi.
Televisi sangat mudah mempengaruhi masyarakat, khususnya anak-anak yang dalam perkembangan melalui acara yang disiarkannya. Media.Salah satu media massa yang dewasa ini sangat menarik perhatian warga masyarakat khususnya anak-anak adalah televisi. Televisi sebagai media massa elektronik mempunyai misi untuk memberikan informasi, pendidikan dan hiburan kepada para pemirsanya. Dilihat dari sisi ini, televisi bisa memberikan dampak positif bagi warga masyarakat (termasuk anak-anak) karena melalui tayangan yang disajikan mereka memperoleh:
1.      Berbagai informasi yang dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang berbagai aspek kehidupan.
2.      Hiburan, baik yang berupa film maupun musik.
3.      Pendidikan, baik yang bersifat umum maupun agama.
 Pengertian Determinasi             
      Determinisme berasal dari bahasa Latin determinare yang artinya menentukan atau menetapkan batas atau membatasi. Secara umum, pemikiran ini berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Determinisme juga berpegangan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai etis masyarakat. Istilah ini dimasukkan menjadi istilah filsafat oleh William Hamilton yang menerapkannya pada Thomas Hobbes. Penganut awal pemikiran determinisme ini adalah demokritos yang percaya bahwa sebab-akibat menjadi penjelasan bagi semua kejadian.

Beberapa Pengertian Determinisme beranggapan bahwa setiap kejadian pasti sudah ditentukan. Semua kejadian disebabkan oleh sesuatu. Segala sesuatu di dunia bekerja dengan hukum sebab-akibat.Sudut pandang filsafat alam melihat determinisme sebagai teori tentang satu-satunya determinasi dari setiap peristiwa alam.[2]                                                       Contoh bentuk pemikiran determinisme: Orang yang bertubuh lemah, geraknya lebih lamban dari orang yang bertubuh kuat; Orang yang berasal dari keluarga harmonis diharapkan dapat menjadi manusia yang lebih seimbang daripada mereka yang berasal dari keluarga yang kacau.                                                                                                                                Dalam perkembangan individu, faktor nature dan nurture adalah penentu perkembangan aspek-aspek psikofisik individu. Aspek-aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral, dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu. Perkembangan seseorang adalah hasil dari faktor bawaan dan lingkungan (nature vs nurture). Dalam hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan keluarga terhadap perkembangan awal anak sangat penting karena disinilah awal mula dari pendidikan anak, yang mana orang tua sebagai guru, anak akan mencontoh apa yang dilakukan.[3]             (Menurut Santlock ada 3 cara nature dan nurture)                                                              1) Interaksi genotipe dengan lingkungan secara aktif. Seperti orang tua yang mempunyai genetic rajin berpetualang maka anaknya juga sering diajak berpetualang ke tempat wisata. Sehingga tidak dipungkiri anak tersebut akan ikut senang berpetualangan.                               2) Interaksi genotipe dengan lingkungan secara evokatif. Seperti anak yang mempunyai sikap ramah akan mendapatkan banyak teman, berbeda dengan anak pendiam akan mendapatkan teman yang sedikit karena tidak mengalami interaksi yang banyak.                                                     3) Interaksi genotipe dan lingkungan secara pasif. Seperti anak yang mempunyai kesukaan berolahga maka anak tersebut akan berada pada lingkungan yang suka berolahraga. Sehingga anak tersebut dapat menampilkan keterampilannya.                                                                D.      Determinasi Faktor Nature dan Nurture dalam Perkembangan Aspek-Aspek Psikofisik Individu serta Implikasinya dalam Pendidikan                                                              Dalam perkembangan individu, faktor nature dan nurture adalah penentu perkembangan aspek-aspek psikofisik individu. Aspek-aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral, dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. jadi anak lahir di dunia ini telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi,faktor pembawaan dan lingkungan sama-sama berperan penting. Ini sesuai dengan aliran ‘Konvergensi’ yang di bawakan oleh William Stem (1871-1939).                                       Anak yang mempunyai pembawaan baik dan didukung oleh lingkungan pendidikan yang baik akan menjadi semakin baik. Sedangkan bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan bakat itu sendiri. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak secara optimal jika tidak didukung oleh bakat baik yang dibawa anak. Dengan demikian, aliran Konvergensi menganggap bahwa pendidikan sangat bergantung pada faktor pembawaan atau bakat dan lingkungan. Hanya saja, William Stem tidak menerangkan seberapa besar perbandingan pengaruh kedua faktor tersebut. Sampai sekarang pengaruh dari kedua faktor tersebut belum bisa ditetapkan.                                                                                          Menurut aliran ini bahwa manusia dalam perkembangan hidupnya dipengaruhi oleh bakat/pembawaan dan lingkungan atau dasar dan ajar. Manusia lahir telah membawa benih-benih tertentu dan bisa berkembang karena pengaruh lingkungan. Aliran ini dipelopori oleh W. Stern. Pada umumnya paham inilah yang sekarang banyak diikuti oleh para ahli pendidikan dan psikologi, walaupun banyak juga kritik yang dilancarkan terhadap paham ini. Salah satu kritik ialah Stern tidak dapat dengan pasti menunjukkan perbandingan kekuatan dua pengaruh itu.Dengan demikian pendidikan harus mengusahakan agar benih-benih yang baik dapat berkembang secara optimal dan benih-benih yang jelek ditekan sekuat mungkin sehingga tidak dapat berkembang


KESIMPULAN
Perkembangan diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organism menuju tingkat kedewasaannya yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia, misalnya warisan yang dibawa sejak lahir, lingkungan, kematangan fungsi organis dan psikis yang didorong oleh suatu kekuatan dari dalam, serta aktivitas manusia sebagai subjek yang berkemauan.
Lingkungan merupakan salah satu faktor  yang dapat mempengaruhi perkembangan terutama pada lingkungan keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang mengenal nilai-nilai kehidupan kepada anak.















DAFTAR PUSTAKA
Baharudin H. 2009. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis terhadap Fenomena.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Grup.
Makmum, Abin Syamsudin. 2007. Psikologi Kependidikan. Bandung: PT  Rosdakarya
Kasiram, M.1998.Pengembangan Peserta Didik.Jakarta:  Penerbit Erlangga




[1] Baharudin H. 2009. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis terhadap Fenomena.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Grup.

[2] Kasiram, M.1998.Pengembangan Peserta Didik.Jakarta:  Penerbit Erlangga

[3] Makmum, Abin Syamsudin. 2007. Psikologi Kependidikan. Bandung: PT  Rosdakarya

MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK KONSEP PERKEMBANGAN

MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
KONSEP PERKEMBANGAN
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu : Drs.Ade Kusmana M.hum

Logo Unja.gif
 












Disusun oleh :
Kelompok V
1. Siti Mawansari ( A1B116003 )





FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAMBI
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017


KATA PENGANTAR                                                                                                                     Syukur Alhamdullilah penulis sampaikan atas kehadirat Allah s.w.t karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulisan makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana dan tepat waktu.                                                                                                                                           Makalah Konsep-Konsep Dasar Perkembangan ini merupakan hasil dari sumber-sumber buku yang sudah kami kumpulkan dan kami baca bersama.
kami kelompok v merupakan Penulis makalah ini , dan kami berasal dari mahasiswa/mahasiswi pendidikan bahasa sastra indonesia pada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik di UNIVERSITAS JAMBI.                                                                                 Makalah yang kami bahas ini mengkaji dan membahas tentang konsep perkembangan,yang terdiri atas pengertian-pengertian dan cara meng implikasinya dalam pendidikan. Makalah konsep perkembangan ini dimaksudkan untuk dijadikan acuan utama bagi mahasiswa/i yang sedang belajar mata kuliah perkembangan peserta didik, terutama bagi kami calon pendidik.                                                                                                                              Akhirnya penulis menyadari bahwa mkalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang dimaksudkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Jambi, 12 februari,2017











DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................

A.    LATAR BELAKANG....................................................................................................
B.     RUMUSAN MASALAH..............................................................................................
C.     TUJUAN PENULISAN................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................

A.   Pengertian: Pertumbuhan (growth) -  Kematangan (maturation)  -  Belajar (learning) – Latihan (exercise) serta keterkaitannya dengan perkembangan (development)    ....................................
B.  Definisi Perkembangan (development) serta Implikasinya dalam Pendidikan....................................
C.  Prinsip-prinsip perkembangan serta implikasinya
dalam pendidikan   ....................................

BAB III PENUTUP....................................................................................................................

A.    KESIMPULAN..............................................................................................................
B.     SARAN..........................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Konsep-konsep dasar tentang perkembangan manusia berlaku juga pada individu yang disebut remaja. Banyak pakar yag merumuskan pengertian perkembangan yaitu suatu proses perubahan dalam diri individu yang bersifat kualitatif. Sama halnya dengan konsep perkembangan, maka pertumbuhanpun dibahas oleh banyak pakar.                                                            Ciri – ciri remaja yang sedang berkembang cenderung digambarkan sebagai pemunculan tingkah laku yang negative, seperti suka melawan, gelisah, periode badai dan tekanan, tidak stabil dan berbagai label buruk lainnya. Pada periode remaja situasi psikologis, fisiologis, dan budaya makin penting pengaruhnya terhadap perkembangan individu dibandingkan dengan perkembangan individu sebelumnya (anak-anak) atau pada periode perkembangan sesudahnya (dewasa). Terjadinya kegelisahan atau stres pada remaja karena sambutan lingkungan yang kurang menyokong. Budaya yang kacau menimbulkan kekacauan perkembangan emosi, social dan kognitif sehingga menimbulkan tingkah laku amoral.                   Menurut Mc.Candels, 1970; Dusek, 1977; Bezonsky, 1981, bahwa remaja memperlihatkan tingkah laku negative karena lingkungan yang tidak memperlakukan mereka sesuai dengan tuntutan atau kebutuhan perkembangan mereka. Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa tingkah laku negative bukan merupakan ciri perkembangan remaja yang normal, tetapi remaja yang berkembang memperlihatkan kemampuan bertingkah laku yang positif.                                                                                                                                                       Prinsip sebuah perkembangan adalah proses yang berlangsung selama perkembangan berlangsung pada setiap orang dalam periode perkembangan. Dalam makalah ini akan dibahas tentang prinsip perkembangan remaja.
1.2  Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah:
1.      Jelaskan Pengertian dari Pertumbuhan (growth) -  Kematangan (maturation)  -  Belajar (learning) – Latihan (exercise) serta keterkaitannya dengan perkembangan (development)
2.      Jelaskan defenisi perkembangan , serta implikasinya dalam pendidikan.
3.      Sebutkan macam macam prinsip perkembangan, serta implikasinya dalam pendidikan.

1.3  TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui, mendeskripsikan serta memberikan pemahaman mengenai:
1.      Agar dapat mengetahui pengertian pertumbuhan dan perkembang serta cara mengimplementasikannya dalam pendidikan.
2.      Untuk mengetahui berbagai prinsip-prinsip dari perkembangan.















a.                          Pengertian: Pertumbuhan (growth) -  Kematangan (maturation)  -  Belajar (learning) – Latihan (exercise) serta keterkaitannya dengan perkembangan (development)
ü  Pertumbuhan (growth): Ahmad Thanthowi (1993)
Pertumbuhan (growth) sebenarnya merupakan sebuah istilah yang lazim digunakan dalam biologi , sehingga pengertiannyalebih bersifat biologis,. pertumbuhan sebagai perubahan jasad yg meningkat dalam ukuran (size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan sel-sel. A.E.SINOLUNGAN (1997) pertumbuhan menunjuk pada perubahan kuantitatif,  dapat dihitung/diukur seperti panjang /berat tubuh.  P.Chaplin (2002) suatu pertambahan / kenaikan dlm ukuran dari bagian tubuh/organisme sebagai suatu keseluruhan.[1] Menurut A.E.Sinolungan,(1997), pertumbuhan menunjuk pada perubahan kuantitatif, yaitu yang dapat dihitung atau diukur , seperti panjang atau berat tubuh.1                                                    Jadi pertumbuhan dlm konteks perkembangan merujuk pada perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran & struktur (pertumbuhan kaki – kepala – jantung – paru-paru dsb) ,pertumbuhan lebih cenderung menunjuk pada kemajuan fisik/pertumbuhan tubuh yang melaju sampai pada suatu titik optimum dan kemudian menurun menuju keruntuhannya dan pad Pertumbuhan ini  selalu dititik beratkan kepada perubahan fisik .[2]
ü  Kematangan (maturation)  : Davindoff (1988) menunjukkan pada munculnya pola perilaku tertentu yang tergantung pada pertumbuhan jasmani & kesiapan susunan saraf. C.P.CHAPLIN (2002) (1) perkembangan, proses mencapai kemasakan/usia masak , (2) proses perkembangan yang dianggap berasal dari keturunan, atau merupakan tingkah laku khusus spesies (jenis rumpun).[3] Jadi kematangan merupakan suatu potensi yg dibawa individu sejak lahir tapi bukan sebagai factor keturunan/bawaan , timbul & bersatu dng pembawaan & turut mengatur pola .
perkembangan tingkahlaku individu ; merupakan sifat tersendiri yg dimiliki setiap individu dalam bentuk & masa tertentu. Ada kematangan biologis : kematangan jaringan tubuh, saraf dan kelenjarkelenjar & ada kematangan psikis yg memerlukan latihan : keadaan berpikir, rasa, kemauan dll
ü  Belajar (learning)                                                                                                                  Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lainMenurut Gege dan Berliner, belajar adalah suatu proses perubahan perilaku seseorang karena pengalaman. Menurut L. Bigge belajar adalah perubahan menetapkan dalam kehidupan seseorang yang tidak di wariskan secara genetis. Menurut james whitteker  belajar didefinisikan sebagai pro.ses yang menimbulkan atau merubah perilaku melalui latihan atau pengalaman.
ü   Latihan (exercise)    
Latihan adalah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas belajar. Latihan membantu peserta didik dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya, guna meningkatkan keterampilan, kecakapan, dan sikap yang diperlukan oleh pendidikan dalam usaha mencapai tujuannya. Empat istilah konsep perkembangan yakni, pertumbuhan (growth),kematangan (maturtion), belajar (learning), dan Latihan (exercise). Secara konseptual empat istialah ini mempunyai persamaan dan perbedaan, persamaannya adalah : pada keempat istilah tersebut terjadi perubahan (changes)sedangkan  letak  perbedaannya terdapat pada perubahan pada pertumbuhan yang bersifat kuantitatif, sedangkan pada kematangan, belajar, dan latihan lebih bersifat kualitatif.                                                                                                                                   Perubahan pada pertumbuhan dan kematangan lebih bersifat alamiah sedangkan perubahan pada belajar dan latihan lebih bersifat disengaja dan bertujuan. Perubahan perubahan yang terjadi baik sebagai pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun latihan itulah yang disebut: perkembangan (development). Perubahan ini dapat terjadi pada setiap periode perkembangan sepanjang organisme hidup. Oleh karena itu perkembangan dapat didefinisikan sebagai perubahan sepanjang waktu (change over time) baik sebagai pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun sebagai hasil latihan.
Dengan demikian psikologi perkembangan dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari perubahan perilaku organism sepanjang hayat.                                                                Definisi Perkembangan  (development) Manusia adalah mahluk yg berdimensi biopsikososiospiritual. Sejak masih dalam kandungan, manusia merupakan kesatuan psikofisis yang terus mengalami pertumbuhan & perkembangan. Pertumbuhan & perkembangan merupakan sifat kodrat manusia yang harus mendapat perhatian secara seksama.Perkembangan juga merupakan suatu deretan perubahan-perubahan yg tersusun & berarti, yang berlangsung pada individu dalam jangka waktu tertentu, lebih menunjuk pada kemajuan mental/perkembangan rohani yang melaju terus sampai akhir hayat, merupakan proses yang sifatnya menyeluruh/holistic mencakup proses biologis – kognitif -& psikososial.Secara singkat Perkembangan (development)adalah proses atau tahapan pertumbuhan kearah yang lebih maju.
Pandangan tradisional terhadap perkembangan lebih ditekankan pada:                       1). Kematangan – 2) pertumbuhan – 3) perubahan yang ekstream selama masa bayi – anak-anak & remaja.  Sementara perubahan selama masa dewasa & penurunan pada usia lanjut kurang mendapat perhatian.Pandangan kontemporer tentang perkembangan manusia menekankan pada perkembangan rentang hidup (life-span), yakni perubahan yang terjadi selama rentang kehidupan mulai dari konsepsi >meninggal. Jadi perkembangan merupakan proses yang sifatnya holistic/menyeluruh; mencakup proses biologis – kognitif & psikososial.
b.                          Definisi Perkembangan (development) serta Implikasinya dalam Pendidikan  
Pada dasarnya , perkembangan merujuk kepada perubahan sistematik tentang fungsi-fungsi fisik dan psikis. Perkembangan (Development) merupakan suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu, perkembangan dapat diartikan sebagai proses perubahan kuantatif dan kualitatif individu dalam rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi ,masa bayi, masa kanak-kanak,masa anak, masa remaja, sampai masa dewasa[4] yang berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis di dalam diri manusia. Akhmad Sudrajat : 2008, memberikan definisi bahwa “Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.” Sesorang individu mengalami perkembangan sejak masa konsepsi, serta akan berlangsung selama hidupnya. “Perkembangan adalah proses yang berlangsung sejak konsepsi, lahir dan sesudahnya, dimana badan, otak, kemampuan dan tingkah laku pada masa usia dini, anak-anak, dan dewasa menjadi lebih kompleks dan berlanjut dengan kematangan sepanjang hidup. hal ini didefinisikan oleh”( Dr Siti Aminah Soepalarto, SpS (K). : 2008 ).             Chaplin(2002) , mengartikan perkembangan sebagai: (1) perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari lahir sampai mati, (2) pertumbuhan , (3) perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi bagian-bagian jasmaniah, kedalam bagian-bagian fungsional,(4)kedewasaan atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang tidak pernah dipelajari.                                                                                                                  Menurut Reni Akbar Hawadi,(2001),”perkembangan secara luas menunjuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan ciri-ciri yang baru.[5]
Maka dengan kata lain dapat kita artikan bahwa sepanjang hidup kita merupakan suatu rangkaian proses yang terus berlanjut, proses tersebut meliputi perkembangan (development), pertumbuhan (growth) serta kamatangan (maturation) baik fisik maupun psikis. Tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan hidup. Perkembangan meliputi keuntungan dan kerugian, yang berinteraksi dalam cara yang dinamis sepanjang siklus kehidupan. Sehingga selama proses bertambahnya usia, maka selama itulah proses perkembangan akan terus berjalan. Proses ini terjadi dalam diri manusia secara bertahap dan memiliki fase – fase tertentu yang menjadi acuan proses perkembangan tersebut, seperti yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, fase perkembangan dibagi menjadi 6 fase yaitu ; Fase Oral atau mulut yang merupakan sentral pokok keaktifan yang dinamis, Fase Anal, Fase Falis atu alat kelamin, Fase Latent, Fase Pubertas dan Fase Genital atau proses menginjak kedewasaan.                                                                                                            
Definisi Perkembangan serta Implikasinya dalam Pendidikan Perkembangan di sini diartikan perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaan yang berlangsung secara sistematis,dan berkesinambungan baik fisik atau psikis. Perkembangan  (development)  adalah proses atau tahapan pertumbuhan yang lebih maju.[6] Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan bannyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Pertumbuhan itu merupakan  perubahan yang terus menerus dalam bentuk dan penyesuaian bagian-bagian yang bersifat jasmania, bagian yang fungsional dan didalam diri organisme sejak lahir hingga mati.                                     Perkembangan adalah retetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju kearah yang lebih maju dan sempurna. Implikasinya dalam pendidikan dapat di kembangkan berdasarkan hasil laporan  berbagai studi pengukuran mengunakan tes sebagai alat pengukurnya. Yang di lakukan subyek sampai tingkat usia tertentu.                             Perkembangandalam pendidikan dapat menumbuhkan perubahan – perubahan ke arah yang lebih maju  kepada anak didk sehinga menambah pengetahuan, pikiran yang  lebih matang.
c.                          Prinsip-prinsip perkembangan serta implikasinya dalam pendidikan
Prinsip-prinsip perkembangan remaja adalah suatu kondisi yang berlangsung selama proses perkembangan berlangsung. Prinsip-prinsip perkembangan itu adalah sebagai berikut:
1. Prinsip kematangan                                                                                                                         Taraf kematangan kognitif, sosial, dan emosional, serta moral akan mempengaruhi prestasinya dalam sekolah. Remaja yang matang secara kognitif mampu memahami konsep-konsep abstrak, seperti nilai kebenaran yang murni, menghubungkan peristiwa sekarang dengan peristiwa yang akan datang. Prinsip kematangan yaitu: emosional, intelektual, sosial dan tanggun jawab. Kematangam remaja itu tidak sama. Tidak semua remaja mencapai kematangan kognitif yang sama walaupun umur mereka sama. Dikarenakan perbedaan pengalaman belajar dan perbedaan potensi yang dibawa semenjak lahir.
Jadi, sekolah harus memeberikan pelayanan yang sesuai dengan tingkat kematangan kognitif, sosial, dan emosional siswa pada remaja.
2. Prinsip Kesatuan Organisasi                                                                                                           Anak merupakan satuan kesatuan antara fisik dan psikis dan kesatuan komponen dari kedua unsue tersebut. Perkembangan aspek fisik atau psikis berkaitan satu sama lain dan saling mempengaruhi. Setiap aspek tidak berkembang secara sendiri-sendiri tetapi perkembangan satu aspek berpengaruh terhadap aspek yang lain.                                                       Jadi, dalam proses belajar sangatlah penting untuk melibatkan sebanyak mungkin aspek fisik maupun psikis anak secara serempak agar hasil belajar yang maksimal dapat tercapai. Makin banyak alat indra anak terlibat dalam proses belajar makin mudah dan pahamlah siswa dengan apa yang dipelajarinya.
3. Prinsip Tempo dan Irama Perkembangan                                                                                       Remaja berkembangan dengan tempo dan irama perkembangan sendiri-sendiri. Remaja memiliki tempo dan irama perkembangan yang berbeda dengan remaja yang lain. Ada remaja yang cepat dan ada pula yang lambat perkembangannya, misalnya, didalam satu kelas, ada remaja yang umumnya sama, namun kematangan berpikir mereka berbeda.
Tempo dan irama perkembangan remaja ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor pembawaan (potensi dasar) dan lingkungan. Makin tinggi potensi dasar makin cepat irama dan tempo perkembangannya apabila lingkungannya memberikan rangsangan yang sesuai. Sebaliknya, makin rendah potensi yang dimiliki anak ditambah lagi dengan lingkungan yang kurang memacu perkembangan tersebut, maka tempo dan irama perkembangan akan menjadi lambat. Banyak ahli yang berpendapat bahwa tempo dan irama perkembangan anak dapat di percepat oleh lingkungan dalam batas-batas tertentu. Atau sebaliknya tempo dan irama perkembangan yang telah terpola itu dapat menjadi lambat dan bahkan terlambat sama sekali jika lingkungan kurang sekali memberikan gizi kesehatan dan rangsangan pendidikan yang cukup.              
 4. Prinsip Kesamaan Pola                                                                                                       Prinsip kesamaan pola mempunyai beberapa implikasi dalam pelaksanaan pendidikan, yaitu sebagai berikut:
a. Pada umunya pendidikan dapat dilaksanakan secara klasikal terhadap remaja yang berumur kronologis sama.
b. Dapat dilaksanakan keseragaman pendidikan untuk anak tingkat umur kronologis tertentu.
c. Dapat disediakan alat-alat permainan tertentu yang dapat digunakan dari generasi ke generasi berikutnya untuk anak yang sebaya.
Jadi, prinsip ini mengemukakan bahwa anak sebagai manusia mengikuti pola umum yang sama dalam perkembangannya.
5. Prinsip Kontinuitas                                                                                                                         Menurut prinsip kontinuitas, perkembangan berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan. Perkembangan pada periode awal mempengaruhi pencapaian perkembangan periode berikutnya. Jika tugas perkembangan pada periode awal dapat dicapai dengan sempurna, maka tugas perkembangan pada periode berikutnya dapat diselesaikan dengan baik.
Menurut Jersiled, 1963; mengemukakan bahwa para pendidik hendaknya berusaha untuk menghindarkan hal-hal yang mengganggu tercapainya tugas-tugas perkembangan sebelum remaja dan berusaha mencapai kondisi yang dapat memungkinkan tugas-tugas perkembangan pada masa remaja terselesaikan dengan sempurna agar tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa dapat diraih tanpa gangguan yang berarti.
Berikut juga termasuk Prisip-Prinsip Perkembangan serta Implikasinya dalam Pendidikan        Pertumbuhan dan perkembangan manusia secara alamiah mengikuti pola umum menurut prinsip atau hukum perkembangan yang teratur, universal, dan berkesinambungan. Menurut Sinolungan (1997), prinsip-prinsip perkembangan adalah pola-pola umum dalam suatu proses perubahan alamiah yang teratur, universal dan berkesinambungan, yang dimaksud dengan perubahan yang teratur adalah pertumbuhan pada manusia yang berjalan normal mengikuti tata urutan yang saling berkaitan.                                                                  Prinsip-prinsip perkembangan pada umumnya antara lain .
1.      Bahwa perkembangan melibatkan perubahan. Tujuan perkembangan adalah realisasi diri atau pencapaian kemampuan bawaan. Sikap anak terhadap perubahan dipengaruhi oleh kesadaran akan perubahan tersebut, bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku anak, sikap social terhadap perubahan ini, bagaimanan mereka mempengaruhi penampilan anak, dan bagaimana mereka mempengaruhi penampilan anak, dan bagaimanan kelompok sosial bereaksi terhadap anak ketika perubahan ini terjadi.
2.       Perkembangan awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya. Bahwa perkembangan awal lebih penting dari pada perkembangan selanjutnya, karena dasar awal sangat dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman. Apabila perkembangan membahayakan penyesuaian pribadi dan sosial anak, ia dapat diubah sebelumnya menjadi pola kebiasaan.
3.      Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar. Perkembangan menekankan kenyataan bahwa perkembangan timbul dari interaksi kematangan dan belajar dengan kematangan yang menetapkan batas dari perkembangan.
4.      Pola perkembangan dapat diramalkan.
5.      Walaupun pola yang dapat diramalakan ini dapat diperlambat dan dipercepat oleh kondisi lingkungan di masa pra lahir dan pascalahir.
6.        Pola perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan. Yang penting diantaranya adalah persamaan pola perkembangan bagi semua anak, perkembangan berlangsung dari tanggapan umum ke tanggapan spesifik, perkembangan terjadi secara berkesinambungan, berbagai bidang perkembangan dengan kecepatan yang berbeda, dan terdapat korelasi dalam perkembangan.
7.      Terdapat perbedaan individu dalam berkembang.
8.      Bahwa terdapat perbedaan individu dalam perkembangan yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. Ini berlaku baik dalam perkembangan fisik maupun psikologis. Kepentingan untuk mengetahui bahwa terdapat perbedaan individu dalam perkembangan adalah bahwa ia mennekankan pentingnya melatih anak sesuai dengan kebutuhannya dan tidak mengharapkan perilaku yang sama pada semua anak.
9.      Periode pola perkembangan. Periode perkembangan biasanya diebut periode pralahir, masa neonatus, masa bati, masa kanak-kanak, akhir masa kanak-kanak, dan masa puber. Dalam semua periode ini terdapat saat-saat keseimbangan dan ketidakseimbangan, serta pola perilaku yang normal dan yang terbawa dari periode sebelumnya biasanya disebut perilaku “bermasalah”.
10.    Pada setiap periode perkembangan terdapat harapan sosial. Harapan sosial ini terbentuk tugas perkembangan yang menungkinkan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa anak-anak mampu menguasaiberbagai pola perilaku yang diperlukan bagi penyesuaian yang baik.
11.  Setiap bidang perkembangan mengandung bahaya dan potensial. Bahaya tersebut terjadi baik fisik maupun psikologis yang dapat mengubah pola perkembangan.
12.   Kebahagiaan bervariasi pada berbagai periode perkembangan. Tahun pertama kehidupan biasanya paling bahagia dan masa puber biasanya yang paling tidak bahagia.
Prinsip-prinsip perkembangan juga dapat dilihat dari                                            
1.Proses yang tidak pernah berhenti/never ending proces terus menerus berkembang/berubah – dipengaruhi pengalaman/belajar sepanjang hidup sejak masa konsepsi >tua/mencapai kematangan.                                                                                                                                    2. Saling mempengaruhi setiap aspek perkemb baik fisikemosi-inteligensi-sosial; satu sama lain saling mempengaruhi & ada korelasi yg positif antar aspek tsb                                        3. Mengikuti pola/arah tertentu tiap thap merupakan hasil perkembangan tahap sebelumnya yg merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya                                                                4. Terjadi pd tempo yg berlainan ada yg cepat ada yg lambat                                                     5. Individu normal akan mengalami fase perkembangan : bayi -> kanak-kanak -> anak -> remaja -> dewasa -> masa tua.                                                                                              6. Punya ciri khas sampai usia 2 th memusatkan untk mengenal lingkungan-menguasai gerak fisik-belajar bicara ; usia 3-6 th perkemb. dipusatkan menjadi manusia sosial.[7]
Adapun prinsip-prinsip perkembangan individu, yaitu.
a.       Perkembangan merupakan proses yang tidak perna terganti.
b.      Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
c.       Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
d.      Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
e.       Setiap individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.
f.       Perkembangan memiiki pola atau arah tertentu.
Prinsip perkembangan menurut Hurlock (1991), terbagi tujuh prinsip merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan dan perkembangan yang dialami seorang anak, ketujuh prinsip tersebut adalah:
·         adanya perubahan                                                                                                       Manusia tidak perna dalam keadakan  statis dia akan sengalami berubah dan mengalami perubahan, perubahan bisa menanjak kemudian berada dititik puncak kemudian mengalami kemunduran.
·          Perkembangan awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya.                     Lingkungan anak ti nggal masa kecil akan berpengaruh kuat terhadap kemampuan bawahan mereka. Bukti ilmiah telah menunjukkan bahwah dasar awal cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dari prilaku anak sepanjang hidupnya.
·         Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.                   Perkembangan seorang anak akan dipengaruhi oleh proses kematangan yaitu terbukanya karateristik yang secara potensial suda ada oada individu yang berasal dari warisan genetik individu.
·          Pola perkembangan dapat diramalkan.                                                                      Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepaloaudal yaitu perkembangan yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini bahwa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi dibagian kepalah,badan dan kaki.
·         Pola perkembangan mempunnyai karateristikyng dapat diramalkan. Karateristik tertentu juga dapt diramalkan, berlaku baik untuk perkembangan fisik atau mental. Setiap anak mengikuti perkembangan yang sama dari satu tahap menuju tahap berikutnya.
·         Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan.                                                  Perbedaan ini disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis dan genetik yang berbeda. Kemudian juga faktor lingkungan yang turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan seorang anak. Perbedaan perkembangan tiap individu mengindikasikan pada guru, orang tua, atau pengasuh  untuk mennyadari perbedaan tiap anak yang diasuhnya sehingga kemampuan yang diharapkan dari tiap anak seharusnya juga berbeda. Demikian pula pendidikan yang diberikan harus bersifat perseorangan.                                                                                                                    Prinsip perkembangan mempunyai implikasi dalam pendidikan perkembangan menekankan bahwa kenyataan timbul dari interaksi kematangan belajar dengan menetapkan batas dari perkembangan. Prinsip perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha melalui belajar memperoleh kemampuan mengunakan sumberyang diwarisan.hubungan dari perkembangan dan hasil belajar bisa di contohkan pada saat terjadinya masa peka pada seorang anak, bila pembelajaran itu di berikan pada saat masa pekanya maka hasil dari pembelajaran tersebut akan cepat di kuasai oleh anak.




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perkembangan adalah perubahan yang bersifat kualitatif dan dialami setiap individu secara terus-menerus dan bertahap sepanjang hidup manusia.
Pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat fisik dan dapat diukur secara kuantitatif (jumlah) pada diri individu.                                                                                                                        Prinsip-prinsip perkembnagan yaitu: (1)Prinsip Kematangan seperti; emosional, sosial, intelektual, dan tanggun jawab. (2)Kesatuan Organisasi. (3)Tempo dan Irama Perkembangan. (4)Kesamaan Pola. (5) Kontinuitas.                                                                                 Ciri khas remaja yang sedang berkembang adalah sebagai berikut: (1)Remaja mengalami perubahan fisik (pertumbuhan) paling pesat. (2)Mempunyai energi yangberlipat secara fisik dan psikis. (3)Perhatian mereka lebih terarah kepada teman sebaya (social competence). (4)Remaja memiliki keterkeitan yang kuat dengan lawan jenis (relationship). (5)Periode idealis. (6)Menunjukkan kemandirian. (7) Berada pada transisi moralitas (morality). (8)Insight (berwawasan).                                                                                     Prinsip kesatuan organisasi adalah suatu kesatuan antara fisik dan psikis dan kesatuan komponen dari kedua unsur perkembangan aspek fisik dan psikis tersebut.
Pencarian identitas diri adalah suatu kekhasan perkembangan remaja untuk mengatasi periode transisi. Jadi, remaja memerlukan keyakinan hidup yang benar untuk mengarahkan mereka dalam bertingkah laku.
3.2  Saran                               
Dari penyusunan makalah ini penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,kami dari kelompok v sebagai penyusun berharap agar dari semua pihak dapat memberikan kritik dan saran untuk melengkapi kekurangan yang ada.



DAFTAR PUSTAKA

Mar’at,Samsunuwiyati.(2005).Psikologi Perkembangan Bandung:RR-ROSDA.
Dipl,Hoosnan(2016).Psikologi Perkembangan Peserta Didik Bogor:GI
Yusuf dan Sugandhi.(2011).Perkembangan Peserta Didik Jakarta:Pt.RajaGrafindo Bersada
Mudjiran, dkk. (2006). Perkembangan Peserta Didik. Padang: HEDS-JICA.
Sumantri, mulyani dan syaodiah, nana. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sunarto dan Hartono, Agung. (2008).perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

.





[1] Prof.Dr.Hj.Samsunuwiyati Mar’at,S.Psi.April2005.Psikologi Perkembangan,Diterbitkan oleh Pt.Remaja Rosdakarya.halaman.5
[2] Dr.M.Hosnan,Dipl,.Ed.,M.Pd.2016.Psikologi Perkembangan peserta didik ,penerbit Galia Indonesia (GI),BOGOR.halaman.30
[3] Prof.Dr.Hj.Samsunuwiyati Mar’at,S.Psi.April2005.Psikologi Perkembangan,Diterbitkan oleh Pt.Remaja Rosdakarya.halaman.6
[4]Prof.Dr. Syamsu yusuf L.N. Dr.Nani M.Sgandhi.2011.Perkembangan peserta didik Pt.RajaGrapindoPersada,Jakarta.halaman.1
[5] Prof.Dr.Hj.Samsunuwiyati Mar’at,S.Psi.April2005.Psikologi Perkembangan,Diterbitkan oleh Pt.Remaja Rosdakarya.halaman.4
[6] Dr.M.Hosnan,Dipl,.Ed.,M.Pd.2016.Psikologi Perkembangan peserta didik ,penerbit Galia Indonesia (GI),BOGOR.halaman.7
[7] Prof.Dr. Syamsu yusuf L.N. Dr.Nani M.Sgandhi.2011.Perkembangan peserta didik Pt.RajaGrapindoPersada,Jakarta.halaman.4-8