MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
Untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik
Dosen
Pengampu : Drs.Ade Kusmana M.hum
![]() |
Disusun oleh :
Kelompok V
1. Siti
Mawansari ( A1B116003 )
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI JAMBI
PENDIDIKAN
BAHASA SASTRA INDONESIA
TAHUN
AKADEMIK 2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat ALLAH yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini sesuai waktu
yang ditentukan.
Adapun judul makalah ini adalah
“faktor-faktor yan mempengaruhi perkembangan”. Makalah ini dapat diselesaikan
tepat waktu secara berkelompok. Oleh karena itu pada kesempatan yang berbahagia
ini, saya menyampaikan terima kasih dan
penghargaan yang tulus kepada:
1. Semua pihak yang telah membantu penulis
dalam menyelesaikan makalah ini.
2. Dan tak lupa kedua orang tua dan keluarga
yang selalu mendukung pendidikan saya.
Tiada
gading yang tak retak, begitu pula
makalah ini yang masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kritik dan saran
sangatlah dibutuhkan sebagai sebuah koreksi dan introspeksi diri yang nantinya
dapat berguna bagi penulis pribadi dan bagi masyarakat pada umumnya. Selain itu
penulis berharap dapat mengkorelasikan antara kebenaran pribadi dan kebenaran
umum yang nantinya menjadi bahan pertimbangan yang dapat membangun kepribadian
penulis.
Jambi,13 februari 2017
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR…………….........................................................................................1
DAFTAR
ISI
..........................................................................................................................2
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang…………………………….......………………………………...............3
1.2.Rumusan
Masalah…………………...……………………………….............…………4
1.3.Tujuan
…………………………………….……………….............…………………….5
1.4.Batasan
masalah……………………………..................………………………………..6
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Nature dan Nurture
.…………………………………………………….....7
2.2
Pengaruh Faktor Nature Pada Perkembangan ....………………………………….....8
2.3 Pengaruh Faktor Nurture Pada Perkembangan …………......…………………….....9
2.4
Determinasi Faktor Nature dan Nurture dalam Perkembangan Aspek-Aspek
Psikofisik Individu serta Implikasinya dalam Pendidikan …………......……....…….....10
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan……………….……………………………………………………………..12
DAFTAR
PUSTAKA….……………………………………………………………..…….13
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
Pendidikan
keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama adalah modal utama bagi
perkembangan anak ke depannya. Selanjutnya sekolah sebagai lembaga pendidikan
kedua yang formal berfungsi sebagai pusat pendidikan untuk pembentukan pribadi
anak dan mengembangkan potensi yang ada pada anak. Serta masyarakat sebagai
lembaga pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah mempunyai sifat dan
fungsi yang berbeda dengan ruang lingkup dengan batasan yang tidak jelas dan
keanekaragaman bentuk kehidupan sosial serta berjenis-jenis budayanya yang
tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai sosial budaya yang dijunjung tinggi
oleh semua lapisan masyarakat.
1.2.Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Determinasi?
2. Apa saja determiasi factor Nature dan nurture
3. pengaruh faktor nature dan nurture terhadap perkembangan
4. Bagaimana implikasi factor nuture dan
nurture dalam perkembangan aspek-aspek psikofisik individu dalam pendidikan?
1.3.Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian
determinasi.
2. Untuk mengetahui dan memahami determinasi
factor nature dan nurture.
3. Untuk mengetahui dan memahami Refleksi
aliran.
4. Untuk mengetahui dan memahami implikasi
factor nuture dan nurture dalam perkembangan aspek-aspek psikofisik individu
dalam pendidikan. 1.4.Batasan masalah
Dalam
penulisan makalah ini,pembahasan hanya difokuskan pada Determinasi Faktor
Nature dan Nurture dalam Perkembangan Aspek-Aspek Psikofisik Individu serta
Implikasinya dalam Pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Nature dan Nurture
1. Pengertian Nature
Istilah “nature” (alam, sifat dasar) dapat
diartikan sebagai faktor-faktor alamiah, yang berhubungan dengan aspek
bio-fisiologis terutama keturunan, genetis, hereditas. Dengan mengambil istilah
ini, maka perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Sifat-sifat, karakteristik maupun kepribadian yang dimiliki oleh orang tua akan
diturunkan melalui unsur gen kepada anak-anaknya. Sifat-sifat yang diturunkan
bukan hanya bersifat fisiologis (berat badan, tinggi badan, warna kulit,
rambut, jenis penyakit; penyakit jantung, kanker), akan tetapi juga
karakteristik psikologis (tipe kepribadian, kecerdasan, bakat, kreatifitas).
Misalnya bila orang tua memiliki tinggi badan yang tinggi, maka anaknya pun
memiliki tubuh yang tinggi pula. Sebaliknya jika orang tua pendek, maka anaknya
pada umumnya juga pendek.
Hereditas adalah pewarisan atau pemindahan
biologis karakterisrik individu dari pihak orang tuanya. Faktor hereditas atau
sering disebut faktor pembawaan atau endogen atau genetik adalah faktor atau
sifat yang dibawa oleh gen yang berasal dari kedua orang tua individu sejak
terjadinya konsepsi melalui proses genetik. Proses genetis individu berawal
dari pertemuan 23 kromoson pihak aya dan 23 kromoson pihak ibu. Masing-masing
kromoson berisi gen-gen yang membawa karekteristik individu. Faktor-faktor
hereditas ini meliputi sifat-sifat kejasmanian, temperamen, dan juga bakat (aptitude).
2. Pengertian Nurture
Konsep “nurture” (pemeliharaan, pengasuhan)
merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan eksternal, seperti
pola asuh, pendidikan, sosial-budaya, media masa, status sosial-ekonomi, agama
dan sebagainya. Seorang individu akan berkembang menjadi orang dewasa yang
baik, mandiri, cerdas, dan bertanggungjawab, apabila ia berada dalam lingkungan
hidup yang mendukung perkembangan tersebut.
Konsep ini dikemukakan oleh John Locke,
seorang filsuf berkebangsaan Inggris yang menyatakan bahwa manusia dilahirkan
dalam keadaan suci, ibaratnya seperti papan putih yang masih bersih. Karena
itulah, ia percaya bahwa baik-buruknya perkembangan hidup manusia tidak dapat
dilepaskan dari pengaruh faktor lingkungannya.
Lingkungan adalah segala mereriil dan stimuli
yang ada didalam dan diluar diri individu. Faktor lingkungan atau disebut juga
faktor eksogen adalah faktor yang berasal dari luar diri individu. Lingkungan
mencakup lingkungan fisiologis, lingkungan psikologis, dan lingkungan
sosiokultural. Lingkungan sosiologis adalah segala kondisi dan materil yang ada
didalam dan diluar tubuh. Lingkungan psikologis adalah segala stimulasi yang
diterima individu sejak masa dalam kandungan hingga meninggal. Lingkungan
sosiokultural adalah segala stimulasi interaksi dan kondisi eksternal dalam
hubungannya dengan perlakuan atau karya orang lain.[1]
B. Pengaruh Faktor Nature Pada Perkembangan
Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap
perkembangan individu adalah faktor ketururan yang merupakan pembawaan sejak
lahir atau berdasarkan keturunan, seperti : konstitusi dan struktur fisik,
kecakapan potensial (bakat dan kecerdasan). Berbeda dengan faktor lingkungan,
faktor keturunan pada umumnya cenderung bersifat kodrati yang sulit untuk dimodifikasi.
Faktor nature adalah faktor bawaan yang
diwariskan orang tua kepada anaknya. Faktor ini merefleksikan sebuah aliaran
yang disebut dengan aliran ‘Nativisme’. Nativisme berasal dari kata Nativus
yang berarti kelahiran. Teori ini muncul dari filsafat nativisma (terlahir)
sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan
bahwa perkembangan anak ditentukan oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan
faktor alam yang kodrati. Pelopor aliran Nativisme adalah Arthur Schopenhauer seorang
filosof Jerman yang hidup tahun 1788-1880. Aliran ini berpendapat bahwa
perkembangan individu ditentukan oleh bawaan sejak ia dilahirkan. Faktor
lingkungan sendiri dinilai kurang berpengaruh terhadap perkembangan dan
pendidikan anak. Pada hakekatnya aliran Nativisme memiliki pandangan bahwa
keberhasilan belajar ditentukan oleh individu itu sendiri. jika anak memiliki
bakat jahat dari lahir, ia kan menjadi jahat, dan sebaliknya jika anak memiliki
bakat baik, maka ia akan menjadi baik. Pendidikan anak yang tidak sesuai dengan
bakat yang dibawa tidak akan berguna bagi perkembangan anak itu sendiri.
Faktor nature atau genetika (hereditas)
merupakan totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada
anak atau segala potensi (baik fisik maupun psikis) yang dimiliki individu
sejak masa konsepsi sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen-gen. Pada
masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) seluruh bawaan heredinitas individu
dibentuk dari 23 kromosom (pasangan xx) dari ibu dan 23 kromosom (pasangan xy)
dari ayah. Dalam 46 kromosom tersebut terdapat beribu-ribu gen yang mengandung
sifat-sifat fisik dan psikis individu atau yang menentukan potensi-potensi
hereditasnya.
Masa dalam kandungan sebagai periode yang
kritis dalam perkembangan kepribadian individu, sebab tidak hanya sebagai saat
pembentukan pola-pola kepribadian, tetapi juga sebagai masa pembentukan
kemampuan-kemampuan yang menentukan jenis penyesuaian individu terhadap
kehidupan setelah kelahiran. Pengaruh
gen terhadap kepribadian sebenarnya tidak secara langsung, karena yang
dipengaruhi gen secara langsung adalah:
Ø Kualitas sistem syaraf
Ø Keseimbangan biokimia tubuh
Ø Struktur tubuh.
Lebih lanjut dapat dikemukakan bahwa fungsi hereditas dalam kaitannya
dengan perkembangan kepribadian adalah:
Ø Sebagai sumber bahan mentah kepribadian
seperti fisik, intelegensi dan tempramen,
Ø Membatasi perkembangan kepribadian (meskipun
kondisi lingkungan sangat kondusif), dan
Ø Mempengaruhi keunikan kepribadian
C. Pengaruh Faktor Nurture Pada Perkembangan
Faktor nurture adalah faktor yang mempengaruhi
perkembangan individu itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor lingkungan
/pendidikan atau disebut juga dengan aliran ‘Empirisme’ yang menjadikan faktor
lingkungan/pendidikan maha kuasa dalam menentukan perkembangan seorang
individu. Tokoh alran ini adalah John Locke.
Nurture mengacu pada kondisi lingkungan dan
yang mendukung pengembangan. tanaman membutuhkan sinar matahari, air, dan suhu
yang tepat untuk tumbuh-dan dibantu bantu seseorang untuk menarik rumput liar
di sekitarnya dan menambahkan pupuk. Anak-anak juga perlu dipupuk: mereka
membutuhkan cinta dan dukungan dari orang tua, saudara, keluarga, guru, teman
sebaya, dan orang lain, hal tersebut penting dalam hidup mereka. Anak-anak bisa
sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang-orang membina mereka. Lingkungan adalah
keseluruhan adalah keseluruhan fenomena (peristiwa, situasi, atau kondisi)
fisik/alam atau sosial yang mempengaruhi atau dipengaruhi perkembangan
individu.
Faktor lingkungan yang dibahas pada paparan
berikut adalah lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, masyarakat dan media
massa.
a.
Lingkungan Keluarga
Lingkungan memiliki peran penting dalam
mewujudkan kepribadian anak. Khususnya lingkungan keluarga. Lingkungan sosial
yang lebih banyak berpengaruh terhadap perkembangan individu adalah lingkungan
keluarga. Kedua orang tua adalah pemain peran ini. Peran lingkungan dalam
mewujudkan kepribadian seseorang, baik lingkungan pra kelahiran maupun
lingkungan pasca kelahiran adalah masalah yang tidak bisa dipungkiri khususnya
lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga adalah sebuah basis awal kehidupan
bagi setiap manusia. Lingkungan
keluarga dipandang sebagai faktor penentu utama terhadap perkembangan anak.
Alasan tentang pentingnya peranan keluarga bagi perkembangan anak adalah: (a)
keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi
anak, (b) keluarga merupakan lingkungan pertama yang mengenal nilai-nilai
kehidupan kepada anak, (c) orang tua dan anggota keluarga lainnya“Significant
People” bagi perkembangan kepribadian anak, (d) keluarga sebagai institusi yang
memfasilitasi kebutuhan dasar insani (manusiawi), baik yang bersifat
fisik-biologis, maupun sosiopsikologis, dan (e) anak banyak menghabiskan
waktunya di lingkungan keluarga. Menurut
Hammer dan Turner (Adiasri T.A., 2008:8) peranan orang tua
yang sesuai dengan fase perkembangan anak adalah:
1. Pada masa bayi berperan sebagi perawat (caregiver)
2. Pada masa kanak-kanak sebagai pelindung (protector)
3. Pada usia pra-sekolah sebagai pengasuh (nurturer)
4. Pada masa sekolah dasar sebagai pendorong (encourager)
5. Pada masa pra-remaja dan remaja berperan sebagai konselor
(counselor)
b.
Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis
melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan pelatihan dalam rangka membantu
para siswa agar mampu mengembangkan potensinya secara optimal, baik yang
menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, sosial maupun
fisik-motoriknya.
Hurlock (1986:322) mengemukakan bahwa sekolah merupakan faktor
penentu bagi perkembangan kepribadian anak, baik dalam secara berpikir,
bersikap, maupun berprilaku. Sekolah berperan sebagai subtitusi keluarga, dan
guru sebagai substitusi orang tua.
c.
Kelompok Teman Sebaya (Peer Group)
Kelompok teman
sebaya sebagai lingkungan sosial bagi anak mempunyai peran yang cukup penting
bagi perkembangan dirinya. Melalui kelompok sebaya, anak dapat memenuhi kebutuhannya
untuk belajar berinteraksi sosial (berkomunikasi dan bekerjasama), belajar
menyatakan pendapat dan perasaan orang lain, belajar tentang norma-norma
kelompok, dan memperoleh pengakuan dan penerimaan sosial. Makin bertambah umur, si
anak makin memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengadakan hubungan-hubungan
dengan teman-teman sebayanya, sekalipun dalam kenyataannya perbedaan-perbedaan
umur yang relatif besar tidak menjadi sebab tidak adanya kemungkinan melakukan
hubungan-hubungan dalam suasana bermain. Anak
yang bertindak langsung atau tidak langsung sebagai pemimpin, atau yang
menunjukkan ciri-ciri kepemimpinan dengan sikap-sikap menguasai anak-anak lain,
akan besar pengaruhnya terhadap pola-pola sikap atau pola-pola kepribadian.
Konflik-konflik terjadi pada anak bilamana norma-norma pribadi sangat berlainan
dengan norma-norma yang ada di lingkungan teman-teman. Di satu pihak ia ingin
mempertahankan pola-pola tingkah laku yang diperoleh di rumah, sedangkan di
pihak lain lingkungan menuntut si anak untuk memperlihatkan pola yang lain,
yang bertentangan dengan pola yang sudah ada, atau sebaliknya.
Makin kecil kelompoknya, di mana
hubungan-hubungan erat terjadi, makin besar pengaruh kelompok itu terhadap
anak, bila dibandingkan dengan kelompok yang besar yang anggota-anggota
kelompoknya tidak tetap. Pengaruh
kelompok teman sebaya terhadap anak bisa positif atau negatif. Berpengaruh
positif apabila para anggota kelompok itu memiliki sikap dan perilaku positif
atau berakhlak mulia. Sementara yang negatif apabila para anggota kelompoknya
berperilaku menyimpang, kurang memiliki tata krama, atau berakhlak buruk. Terkait
dengan pengaruh negatif dari kelompok sebaya terhadap anak, Healy dan Browner
menemukan bahwa 67% dari 3.000 anak nakal di Chicago ternyata karena mendapat
pengaruh dari teman sebayanya (M. ARIFIN, 1978:131).
d.
Masyarakat Lingkungan masyarakat dapat berperan membentuk
karakter anak . Misalnya lingkungan tempat tinggal di asrama polisi atau tentara,
anak-anak yang tinggal disana cenderung lebih berani karena mereka merasakan
adanya label dari orangtuanya. Mereka juga besikap lebih semena-mena kepada
teman-temannya yang lain. Lingkungan yang seperti ini akan membentuk karakter
anak menjadi keras, pribadi yang galak, apa yang dia inginkan harus segera
terlaksana. Ataupun dengan memilih tinggal di tengah-tengah kota besar, yang
mana sesama tetangga tak saling mengenal satu sama lain, lingkungan yang
seperti ini dapat membentuk karakter yang tidak baik juga pada anak, anak jadi
terbiasa untuk tidak peka terhadap orang lain, merasa tidak memerlukan orang
lain dalam hidupnya, sikap individualismenya juga akan sangat terlihat. Lingkungan
masyarakat juga dapat berpengaruh sebaliknya yaitu berpengaruh baik bagi anak.
Misalnya dengan memilih tinggal di sebuah perkampungan di pinggiran kota. Yang
di lingkungan tersebut terdapat masjid, para remajanya pun aktif dan antusias
dalam kegiatan-kegiatan syiar agama untuk masyarakat sekitar, baik orangtua, remaja
bahkan anak-anak kecil. Suasana lingkungan menjadi hidup, dinamis, agamis,
harmonis serta menyenangkan hati masyarakat yang tinggal di lingkungan
tersebut. Anak-anakpun terbentuk karakter yang sopan santun, beradaptasi,
berempati, serta dapat menjadi manusia yang berjiwa sosial. Kondisi masyarakat
yang kumuh dan serba kekurangan akan sangat mempengaruhi aktifitas dan semangat
belajar siswa.
e.
Media Massa Media massa adalah faktor lingkungan yang
dapat merubah atau mempengaruhi prilaku masyarakat melalui proses-proses. Media
massa juga sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan seseorang, dengan adanya
media massa, seorang anak dapat mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan
dengan pesat. Media massa dapat merubah prilaku seseorang ke arah positif dan
negatif.
Contoh media massa yang sangat berpengaruh
adalah media massamassa saat ini berkembang semakin canggih. Semakin canggih
suatu media massa maka akan semakin terasa dampaknya bagi kehidupan kita.
elektronik antara lain televisi.
Televisi sangat mudah mempengaruhi masyarakat,
khususnya anak-anak yang dalam perkembangan melalui acara yang disiarkannya.
Media.Salah satu media massa yang dewasa ini sangat menarik perhatian warga
masyarakat khususnya anak-anak adalah televisi. Televisi sebagai media massa
elektronik mempunyai misi untuk memberikan informasi, pendidikan dan hiburan
kepada para pemirsanya. Dilihat dari sisi ini, televisi bisa memberikan dampak
positif bagi warga masyarakat (termasuk anak-anak) karena melalui tayangan yang
disajikan mereka memperoleh:
1.
Berbagai
informasi yang dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang berbagai aspek
kehidupan.
2.
Hiburan,
baik yang berupa film maupun musik.
3.
Pendidikan,
baik yang bersifat umum maupun agama.
Pengertian Determinasi
Determinisme berasal dari bahasa Latin
determinare yang artinya menentukan atau menetapkan batas atau membatasi.
Secara umum, pemikiran ini berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia
ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis,
sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Determinisme juga berpegangan
bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi,
norma dan nilai etis masyarakat. Istilah ini dimasukkan menjadi istilah
filsafat oleh William Hamilton yang menerapkannya pada Thomas Hobbes. Penganut
awal pemikiran determinisme ini adalah demokritos yang percaya bahwa
sebab-akibat menjadi penjelasan bagi semua kejadian.
Beberapa Pengertian Determinisme beranggapan
bahwa setiap kejadian pasti sudah ditentukan. Semua kejadian disebabkan oleh
sesuatu. Segala sesuatu di dunia bekerja dengan hukum sebab-akibat.Sudut
pandang filsafat alam melihat determinisme sebagai teori tentang satu-satunya
determinasi dari setiap peristiwa alam.[2] Contoh
bentuk pemikiran determinisme: Orang yang bertubuh lemah, geraknya lebih lamban
dari orang yang bertubuh kuat; Orang yang berasal dari keluarga harmonis
diharapkan dapat menjadi manusia yang lebih seimbang daripada mereka yang
berasal dari keluarga yang kacau. Dalam
perkembangan individu, faktor nature dan nurture adalah penentu perkembangan
aspek-aspek psikofisik individu. Aspek-aspek perkembangan individu meliputi
fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral, dan agama. Perkembangan fisik
meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual
(kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara
berhasil dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap
individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia
lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau
perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang
lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan,
nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut
oleh individu. Perkembangan seseorang adalah hasil dari faktor bawaan dan
lingkungan (nature vs nurture). Dalam hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai
faktor lingkungan keluarga terhadap perkembangan awal anak sangat penting
karena disinilah awal mula dari pendidikan anak, yang mana orang tua sebagai
guru, anak akan mencontoh apa yang dilakukan.[3]
(Menurut Santlock ada 3 cara nature dan nurture) 1) Interaksi
genotipe dengan lingkungan secara aktif. Seperti orang tua yang mempunyai
genetic rajin berpetualang maka anaknya juga sering diajak berpetualang ke
tempat wisata. Sehingga tidak dipungkiri anak tersebut akan ikut senang
berpetualangan. 2) Interaksi
genotipe dengan lingkungan secara evokatif. Seperti anak yang mempunyai sikap
ramah akan mendapatkan banyak teman, berbeda dengan anak pendiam akan
mendapatkan teman yang sedikit karena tidak mengalami interaksi yang banyak. 3) Interaksi genotipe dan lingkungan
secara pasif. Seperti anak yang mempunyai kesukaan berolahga maka anak tersebut
akan berada pada lingkungan yang suka berolahraga. Sehingga anak tersebut dapat
menampilkan keterampilannya. D.
Determinasi Faktor Nature dan Nurture dalam Perkembangan Aspek-Aspek
Psikofisik Individu serta Implikasinya dalam Pendidikan Dalam
perkembangan individu, faktor nature dan nurture adalah penentu perkembangan
aspek-aspek psikofisik individu. Aspek-aspek perkembangan individu meliputi
fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral, dan agama. Perkembangan fisik
meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual
(kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara
berhasil dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. jadi anak lahir di
dunia ini telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak
selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi,faktor pembawaan dan
lingkungan sama-sama berperan penting. Ini sesuai dengan aliran ‘Konvergensi’
yang di bawakan oleh William Stem (1871-1939). Anak
yang mempunyai pembawaan baik dan didukung oleh lingkungan pendidikan yang baik
akan menjadi semakin baik. Sedangkan bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan
berkembang dengan baik tanpa dukungan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan
bakat itu sendiri. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan
perkembangan anak secara optimal jika tidak didukung oleh bakat baik yang
dibawa anak. Dengan demikian, aliran Konvergensi menganggap bahwa pendidikan
sangat bergantung pada faktor pembawaan atau bakat dan lingkungan. Hanya saja,
William Stem tidak menerangkan seberapa besar perbandingan pengaruh kedua
faktor tersebut. Sampai sekarang pengaruh dari kedua faktor tersebut belum bisa
ditetapkan. Menurut
aliran ini bahwa manusia dalam perkembangan hidupnya dipengaruhi oleh
bakat/pembawaan dan lingkungan atau dasar dan ajar. Manusia lahir telah membawa
benih-benih tertentu dan bisa berkembang karena pengaruh lingkungan. Aliran ini
dipelopori oleh W. Stern. Pada umumnya paham inilah yang
sekarang banyak diikuti oleh para ahli pendidikan dan psikologi, walaupun
banyak juga kritik yang dilancarkan terhadap paham ini. Salah satu kritik ialah
Stern tidak dapat dengan pasti menunjukkan perbandingan kekuatan dua pengaruh
itu.Dengan demikian pendidikan harus mengusahakan agar benih-benih yang baik
dapat berkembang secara optimal dan benih-benih yang jelek ditekan sekuat
mungkin sehingga tidak dapat berkembang
KESIMPULAN
Perkembangan diartikan sebagai
perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organism menuju tingkat kedewasaannya
yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan baik fisik
maupun psikis. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia,
misalnya warisan yang dibawa sejak lahir, lingkungan, kematangan fungsi organis
dan psikis yang didorong oleh suatu kekuatan dari dalam, serta aktivitas
manusia sebagai subjek yang berkemauan.
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan terutama
pada lingkungan keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang
mengenal nilai-nilai kehidupan kepada anak.
DAFTAR PUSTAKA
Baharudin H. 2009. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis terhadap
Fenomena.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Grup.
Makmum, Abin Syamsudin. 2007. Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Rosdakarya
Kasiram,
M.1998.Pengembangan Peserta Didik.Jakarta:
Penerbit Erlangga

No comments:
Post a Comment