Monday, November 7, 2016

pendidikan pancasila untuk perguruan tinggi negeri universitas jambi 2016 blogg mawansaro.daulae


UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2016/2017





 












DISUSUN OLEH :



Nama                          : Siti Mawansari
Nim                             : A1B116003
Kelas                           : Reguler.A
Proodi                         : Pendidkan Bahasa Sastra Indonesia ddan Daerah
Mata Kuliah              : Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu      : Ahmad Fauzan,S.pd.,M.pd




1. Burung garuda merupakan burung mitologis dari agama Hindu dan Budha, yang memiliki makna yang sangat dalam bagi bangsa indonesia,sehingga pada akhirnya digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai lambang negara Republik Indonesia. coba saudara jelaskan :
a. proses terbentuk nya burung garuda sebagai lambang negara?
b. mengapa burung garuda diartikan sebagai burung yang besar,kuat,dan perkasa?
jawab :
a.      Proses terbentuk nya burung Garuda sebagai lambang negara?
Jawab :
            Proses terbentuknya burung garuda sebagai lambang Negara yaitu bermula
Setelah Perang Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949, yaitu disusul pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar  pada tahun 1949, bahwa saat itu dirasakan perlu adanya Indonesia memiliki lambang Negara, oleh sebab itu maka pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuklah Panitia Teknis dengan nama Panitia  Lencana Negara. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang Negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut. Oleh sebab itu Menteri Priyono melaksanakan sayembara, dari sayembara tersebut terpilih dua rancangan lambang Negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari yang menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Mereka bertiga sepakat mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika".Tanggal 8 Februari 1950, rancangan lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada
Presiden Soekarno. Rancangan lambang Negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan kembali, karena adanya keberatan terhadap gambar burung Garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap terlalu bersifat mitologis.kemudian  Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila.


Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Mo.Hatta sebagai perdana menteri.AG Pringgodigdo dalam bukunya “SekitarPancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang Negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950.Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih "gundul" dan tidak berjambul seperti bentuk sekarang ini Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan  untuk pertama kalinya lambang Negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.Soekarno terus memperbaiki bentuk Garuda Pancasila. Pada tanggal 20 Maret 1950 Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali rancangan tersebut; setelah sebelumnya diperbaiki antara lain penambahan "jambul" pada kepala Garuda Pancasila, serta mengubah posisi cakar kaki yang mencengkram pita dari semula di belakang pita menjadi di depan pita, atas masukan Presiden Soekarno. Dipercaya bahwa alasan Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda gundul dianggap terlalu mirip dengan Bald Eagle, Lambang Amerika Serikat, dan  Thailand juga menggunakan Garuda sebagai lambang Negara nya,untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara,  yaitu dengan menambahas skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara. Rancangan Garuda Pancasila terakhir ini dibuat kan patung besar dari bahan perunggu berlapis emas yang disimpan dalam Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional sebagai acuan, ditetapkan sebagai lambang Negara Republik Indonesia, dan desainnya tidak berubah hingga kini, bahkan Garuda juga dipilih sebagai nama maskapai penerbangan nasional Indonesia Garuda Indonesia






b.      Mengapa burung garuda diartikan sebagai burung yang besar,kuat,danperkasa?
Jawab:
burung Garuda diartikan sebagai burung yang besar,kuat,dan perkasa yaitu Karena menurut legenda, burung Garuda adalah burung yang dengan kegigihannya berhasil membebaskan Ibunya dari perbudakan dan mengalahkan para Naga yang jahat,
selain itu kita tahu bahwa lambang negara kita yaitu burung garuda,yang sudah  muncul dalam berbagai kisah, terutama di Jawa dan Bali. Dalam banyak kisah Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin serta burung Garuda juga dikenal sebagai burung yang perkasakarena menjadi kendaraan atau tunggangan Dewa Wishnu pada masa kerajaan Majapahit, Garuda memiliki sifat yang sama seperti sifat yang dimiliki oleh Dewa Wishnu yaitu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta. Burung
Garuda dianggap sebagai "Tuan segala makhluk yang dapatterbang" dan "Raja agung dari para burung", tidak ada burung lain yang memiliki kekuatan yang lebih hebat darinya. Burung Garuda merupakan hewan yang memiliki kepala, paruh, sayap, dan cakar elangyang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan Indonesia saat itu , sedangkan Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan. Tetapi burung Garuda saat itu memiliki tubuh dan lengan seperti manusia, Burung  Garuda dalam tradisi Indonesia sejak zaman kuno telah menjadikan Garuda sebagai simbol nasional Indonesia, dan sebagai perwujudan ideologi pancasila.
Itulah sebab nya mengapa burung Garuda diartikan seebagai burung yang besar, kuat, dan perkasa, selain dari bentuk kekuatan fisik nya ( burung Garuda), burung ggruda diartikan seperti hal tersebut yaitu untuk menggambarkan kondisi indonesia itu.




2.pancasila memiliki makna lima dasar yang terdapat dalam kitab sutasoma. coba saudara jelaskan maksud dari makna pancasila tersebut?
Jawab :
Istilah “Pancasila” pertama kali dapat ditemukan dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular Pancasila berasal dari bahasa sangsakerta india (kasta brahmana), yang memiliki dua macam arti secara leksikal  yaitu : panca : yang berarti lima, sila : vocal i pendek, yang berarti batu sendi, alas, atau dasar. sila vocal i panjang artinya peraturan tingkah laku yang baik atau penting. Kata-kata tersebut kemudian diartikan yaitu “susila” yang memiliki hubungan dengan moralitas.
Oleh karena itu secara etimologi kata “ pancasila “yang dmaksud adalah istilah “pancasila” dengan vocal i yang memiliki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur” .yang ditulis pada Zaman Majapahit pada  (Abad 14).
 Dalam buku tersebut, istilah Pancasila diartikan sebagai lima perintah kesusilaan (Pancasila Krama), Dalam buku negarakertagama terdapat ketentuan bagi para raja yang berbunyi “yatnag gegwani pancasila kertasang karbhisekaka karma” yang artinya “ raja menjalankan dengan setia kelima pantangan begitu pula upacara-upacara ibadat dan pernobatan’’ . Ajaran pancasila menurut budha adalah merupakan lima aturan (larangan) yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganutnya. Dalam buku sutasoma, terdapat istilah “pancasial karma”, yaitu lima dasar tingkah laku atau perintah kesusilaan.
 Di dalam kitab itu terdapat lima larangan yang harus dipatuhi oleh raja yakni:
                                       
a.       Panati pada veramani sikha padam samadiyani artinya “jangan mencabut nyawa makhluk hidup” atau dilarang membunuh.
b.      Dinna dana veramani shikpadam samadiyani artinya “jangan mengambil barang yang tidak diberikan” maksudnya jangn mencuri.
c.       Kameshu micchacara veramani shikapadam samadyani artinya “jangan berbuat zina”.
d.      Musawada veramani shikapadam samadyani artinya jangn berkata bohong atau dilarang brdusta.
e.       Sura merayu masjja padam tikana veramani artiya “ jangan lah minum-minum yang memabuk kan”.


Sejak saat itu pula Pancasila digunakan sebagai nama dari dasar falsafah negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, meskipun untuk itu terdapat beberapa tata urut dan rumusan yang berbeda. Sejarah rumusan Pancasila itu tidak dapat kita pisahkan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan tidak dapat pula dipisahkan dari sejarah perumusan Undang-Undang Dasar 1945. Dan sebagai ajaran filsafat, pancasila mencerminkan nilai dan pandangan mendasar dan hakiki rakyat indonesia dalam hubungannya dengan sumber kesemestaan, yakni tuhan yang maha esa sebagai asas fundamental dalam kesemestaan yang kemudian juga dijadikan fundamental kenegaraan yaitu negara berdasar atas ketuhanan yang maha esa. Demikian pula asas kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia dan seretusnya dimana nilai-nilai tersebut secara bulat dan utuh mencerminkan asas kekeluargaan, cinta sesama dan cinta keadilan dijadikan fundamental kenegaraan yaitu negara berdasar atas ketuhanan yang maha esa. Demikian pula asas kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia dan seterusnya dimana nilai-nilai tersebut secara bulat dan utuh mencerminkan asas kekeluargaan, cinta sesama dan cinta keadilan[3]
Dalam kehidupan bangsa indonesia diakui bahwa nilai pancasila adalah pandangan hidup yang berkembang dari sosial-budaya indonesia. Nilai pancasila dianggap sebagai nilai dasar dan puncak budaya bangsa, karenanya nilai ini diyakini sebagai jiwa dan kepribadian bangsa. Nilai-nilai pancasila secara intrinsik bersifat fisiolaogis, dan didalam kehidupan masyarakat indonesia nilai pancasila secara praktis merupakan filsafat hidup (pandangan hidup). Nilai dan fungsi filsafat pancasila telah ada jauh sebelumindonesia merdeka. Hal ini terbukti dalam sejarah majapahit (1293). Pada waktu itu hindu dan budha hidup berdampingan dengan damai dalam satu kerajaan.
Sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama, yakni sebagai dasar negara (philosophische grondslaag) Republik Indonesia. Pancasila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka.

3. implementasi pancasila merupakan harapan negara indonesia bagi rakyatnya agar mampu melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, dengan demikian coba jelaskan bagaimana implementasi sila-sila pancasila dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contoh realisasinya..!
Jawab :          
Berikut nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, meskipun nilai-nilai dalam pancasila memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain nya namun semuanya itu tidak lain merupakan satu kesatuan yang sistematis, berikut nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila  dan cara  Implementasinya dalam kehidupan sehari-hari , nilai-nilai dalam pancasila tidak dapat dilepaskan keterkaitannya antara sila yang satu dengan sila yang lainnya .

Nilai-nilai dalam pancasila dan implementasinya dallam kehidupan sehari-hari yaitu dari Sila ke-I sampai Sila ke – V yaitu sbb :

Sila pertama : ketuhanan yang maha esa
Sila KeTuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai-nilai bahwa negara yang didirikan merupakan sebagai perwujudan manusia sebagai mahkluk Tuhna Yang Masa Esa. Contoh implementasinya dalam kehidupan kita yaitu :
1.      Melaksanakan ibadah kepada Allah seperti salat fardu, salat sunnah, puasa,zakat, dsbg.
2.      Hormat menghormati antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
3.      Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayanya.
4.      Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain / memberikan kebebasan  kepada setiap orang untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaan masing- masing.
5.      Senantiasa berteman dengan pemeluk agama lain seperti berteman dengan orang yang seagama. 






 Sila Kedua : kemanusiaan yang dil dan beradab
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung nilai-nilai bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai mahkluk yang beradab. Contoh implementasinya dalam kehidupan kita yaitu :
1.      Membantu fakir miskin dan Membantu korban bencana alam
2.      Pemberian kebebasan dalam memilih jurusan
3.      menghargai dan tidak mencela hasil karya orang lain
4.      mengikuti aksi donor darah bagi yang membutuhkan.
5.      dalam penerimaan mahasiswa baru tidak adanya perbedaan antara yang mampu dan yang kurang mampu

Sila Ketiga persatuan indonesia
Sila persatuan Indonesia mengandung arti negara merupakan penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis, yaitu sebagai mahkluk individu dan mahkluk sosail. Perbedaan bukannya untuk menjadi konflik dan permusuhan malainkan diarahkan pada sesuatu yang saling menguntungkan, yaitu persatuan dalam kehidupan bersama untuk mewujudkan tujuan bersama. Tanpa harus kita mendengar adanya gereja dibomlah, tawuran antar agama di kehidupan kita. Contoh implementasinya dalam kehidupan kita yaitu :

1.      Ikut melaksanakan upacara bendera
2.      Mengikuti kegiatan bari berbaris.
3.      Mengikuti kegiatan peringatan hari besar nasional seperti ikut lomba, atau pentas budaya
4.      Menghargai pendapat teman saat berdiskusi suatu masalah dan tidak egois jika pendapatnya tidak di terima.
5.      Mengorbankan sebagian harta untuk pembangunan jalan, mengorbankan waktu untuk

Sila Keempat : kerakyatan yang dipipimpin oleh hikmat keijaksanaan dalam permusyrawatan dan perwakilan
Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaraan dan perwakilan mengandung nilai-nilai bahwa hakikat negara sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai mahkluk individu dan mahkluk sosial. Contoh implementasinya dalam kehidupan kita yaitu :

1.      Mengharagai pendapat orang lain,
2.      Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
3.      Mengutamakan Musyawarah atau mufakat dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama dalam semangat kekeluargaan.
4.      Jika ada masalah dalam kelompok belajar kita selesaikan dengan berunding atau bermusyawarah

Sila Kelima : keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai-nilai yang merupakan tujuan negara sebagai tujuan dalam hidup bersama. Contoh implementasinya dalam kehidupan kita yaitu :

1.      Memberikan upah sesuai dengan kerja orang tersebut
2.      Membayar pajak tanpa membedakan kaya atau miskin
3.      Tidak merusak fasilitas umum seperti telepon umum dll
4.      Tidak bertindak korupsi, kolusi, nepotisme (KKN)
5.      Gaya hidup hemat misalnya menggunakan listrik sehemat mungkin, mematikan lampu jika tidak digunakan lagi.







4 . Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan merupakan suatu kesatuan sila-sila pancasila yang tidak dapat terpisahkan dan saling berkaitan satu sama lainnya, sehingga peranan, dan manfaat pancasila tersebut memiliki fungsi yang sangat signifikan bagi rakyat indonesia. Dengan demikian jelaskan !
a. Hubungan sila-sila pancasila  yang merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis?
Jawab:
“ Kesatuan Sila-sila Pancasila yang bersifat organis pada hakikatnya secara filosofis bersumber pada hakikat dasar ontologis manusia sebagai pendukung dari inti, dari sila-sila Pancasila yaitu hakikat manusia monopluralis yang memiliki unsur-unsur susunan kodrat, jasmani rohani, sifat kodrat, individu makhluk sosial, dan kedudukan kodrat sebagai pribadi berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa”
Isi sila-sila Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan. Dasar filsafat Negara Indonesia terdiri atas lima sila yang masing-masing merupakan suatu asas peradaban. Namun demikian sila-sila pancasila itu merupakan suatu kesatuan dan keutuhan yaitu setiap sila merupakan unsur (bagian yang mutlak) dari Pancasila. Maka Pancasila merupakan suatu kesatuan yang majemuk tunggal. Konsekwensinya setiap sila tidak dapat berdiri sendiri terlepas dari sila-sila lainnya serta diantara sila yang satu dengan sila yang lainnya tidak saling bertentangan.
Kesatuan sila-sila Pancasila yang bersifat organis tersebut pada hakikatnya secara filosofis bersumber pada hakikat dasar ontologis manusia sebagai pendukung dari inti substansi manusia. Isi dari sila-sila Pancasila yaitu hakikat manusia yang Mono pluralis yang memiliki unsur-unsur susunan kodrat jasmani dan rohani. Sifat kodrat yaitu sebagai makhluk sosial sekaligus makhluk individu dan kedudukan kodrat sebagai pribadi yang berdiri sendiri serta sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Unsur-unsur hakikat manusia tersebut merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis. Setiap unsur memiliki fungsinya masing-masing dan saling berhubungan atau inter dependensi ketergantungan antara satu dengan yang lain. Oleh karena sila-sila Pancasila merupakan penjelmaan hakikat manusia Mono Pluralis yang merupakan kesatuan organis akan sila-sila Pancasila juga memiliki kesatuan yang bersifat organis pula. Jadi Pancasila  merupakan kesatuan yang organis yakni satu sama lain membentuk suatu sistem yang disebut dengan istilah majemuk tunggal. Majemuk tunggal artinya Pancasila terdiri dari 5 sila tetapi merupakan satu kesatuan yang berdiri sendiri secara utuh.

c.       Bagaimana mana maksud dasar Ontologis, epistemologis, dan aksiologis, dalam pancasila?
Jawab :
Maksud dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pancasila
Dasar Ontologis (Hakikat) : Dasar Ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak monopluralis, oleh karena itu hakikat dasar ini disebut sebagai dasar antropologis (Kaelan,2014:56).dasar antropologis (hakikat manusia) sila-sila pancasila: pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat tidak hanya kesatuan yang menyangkut sila-silanya saja melainkan meliputi hakikat dasar dari sila sila pancasila atau secara fisiologi meliputi dasar ontologi (hakikat) sila-sila pancasila (Notonegoro, 1975:23).
Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar.
Epistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber, struktur, metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan.
Pengertian paling umum pada ontologi
            Ontologi adalah bagian dari bidang filsafat yang mencoba mencari hakikat dari sesuatu. Pengertian ini menjadi melebar dan dikaji secara tersendiri menurut lingkup cabang-cabang keilmuan tersendiri. Pengertian ontologi ini menjadi sangat beragam dan berubah sesuai dengan berjalannya waktu.

Dasar Epistemologis (Pengetahuan) : pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya juga berupa suatu sistem pengetahuan. dalam kehidupan sehari-hari pancasila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan Negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan (Achmad, 2012:14).
Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan linkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.



Mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuasaan pengenalannya ia dapat mencapai realitas sebagaimana adanya para filosof pra Sokrates, yaitu filosof pertama di alam tradisi Barat, tidak memberikan perhatian pada cabang filsafat ini sebab mereka memusatkan perhatian, terutama pada alam dan kemungkinan perubahan, sehingga mereka kerap dijuluki filosof alam.

Metode ernpiris yang tela:n dibuka oleh Aristoteles mendapat sambutan yang besar pada Zaman Renaisans dengan tokoh utamanya Francis Bacon (1561-1626). Dua di antara karya-karyanya yang menonjol adalah The Advancement of Learning dan Novum Organum (organum baru).

Fisafat Bacon mempunyai peran penting dalam metode Irrduksi dan sistematis menurut dasar filsafatnya sepenuhnya bersifat praktis, yaitu untuk memberi kekuasaan pada manusia atas alam melalui peyelidikan ilmiah. mam. Karena itu usaha yang ia lakukan pertama kali adalah menegaskan tujuan pengetahuan. Menurutnya, pengetahuan tidak akan mengalami perkembangan, dan tidak akan bermakna kecuali ia mernpunyai kekuatan yang dapat membantu meraih kehidupan yang lebih baik.
Sikap khas Bacon mengenai ciri dan tugas filsafat tampak paling mencolok dalam Novum Organum. Pengetahuan dan kuasa manusia satu sama lain, menurutnya alam tidak dapat dikuasai kecuali dengan jalan menaatinya, agar dapat taat pada alam. Manusia perlu mengenalnya terlebih dahuku dan untuk mengetahui alam diperlukan observasi. Pengetahuan, penjelasan. dan pembuktian.

Umat manusia ingin menguasai alam tetapi menurut Bacon, keinginan itu tidak tercapai sampai pada zamannya hidup, hal ini karena ilmu-imu pengetahuan berdaya guna dalam mencapai hasilnya, sementara logika tidak dapat digunakan untuk mendirikan dan membangun ilmu pengetanuan. Bahkan, Bacon meganggap logika lebih cocok untuk melestarikan kesalahan dan kesesatan yang ada ketimbang mengejar menentukan kebenaran






Dasar Aksiologis (Nilai) : sila-sila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar askiologisnya sehingga nilai nilali yang terkandung dalam pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan (Kaelan,2014:63).
Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Pembahasan aksiologi menyangkut masalah  nilai kegunaan  ilmu, Didalam ontologi banyak sekali yang berpendapat tentang definisi ontologi intu sendiri. 
Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan linkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.

            Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas beberapa point diantaranya adalah : Pengertian Epistemologi,Metode
Induktif,Metode Deduktif, Metode Positivisme, Metode Kontemplatif, Metode Dialektis
Dan untuk lebih jelasnya penulis telah memaparkan ini dan penjelasan yang sangat akurat dalam bab yang telah disediakan di bawah ini.












Sumber: Pendidikan Pancasila. Prof.Dr.H.Kaelan,.M.S. Penerbit “PARADIGMA”  edisi Reformasi 2014 .Bab. III Halaman 55-63


5. dalam pergaulan hidup bermasyarakat, dan bernegara diperlkan suatu sistem yang mengatur bagaimana sseharusnya manusia bergaul, sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan kenal dengan sebutan sopan santun, tatakrama, protokoler dan lain-lain. Maksud dari pedoman pergaulan tersebut menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan swsuai dengan adat istiadat kebiasaannya. Dengan demikian coba jelaskan!

a.      Mengapa didalam kehidupan manusia itu diperlukan beretika ?
Jawab :
Dalam kehidupan manusia etika sangat diperlukan dalam kehidupan manusia karena etika merupakan tingkah laku atau aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam bergaul  antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang salah terhadap tindakan yang dia lakukan, etika juga merupakankumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq.

Ada 4 hal yang mendasari mengapa kitaperlu beretikayaitu :
karena kita hidup ditengah-tengah masyarakat yang pluralistik, ditambah lagi kita hidup di Indonesia yang notabene masyarakatnya beragam, berbeda-beda suku, agama, dan ras, Karena adanya keberagaman ini maka timbullah berbagai pandangan moral yang bertentangan, di sini lah peran etika dibutuhkan, yaitu agar kita tahu mana yang akan kita ikuti.
1.      Karena kita hidup di zaman globalisasi yang pesat, dimana-mana sudah menggunakan teknologi tinggi, arus informasi yang semakin cepat, tak terkecuali cara berpikir manusia yang juga berubah. Banyak dampak negativ yang ditimbulkan dari globalisasi ini, yaitu konsumerisme, rasionalisme, individualisme,dan isme-isme yang lain. Disini peran etika dala  membantu kita agar dapat memilih sikap apa saja yang baik untuk kita ambil.
2.      Karena banyaknya ideologi-ideologi yang tidak sesuai dansesat yang berkembang di masyarakat, peran etikadisini agar kita dapat menghadapi ideologi-ideologi tersebut secara kritis, tidak asal ikut-ikutan saja.



3.      Karena etika juga diperlukan dalam kehidupan beragama, yaitu untuk menemukan kemantapan dasar iman, juga mau membuka diri dalam kehidupan masyarakat yang sedang berkembang terkena arus globalisasi ini.

Ø  Jadi etika sangat diperlukan dalam kehidupan manusia etika dapat menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat didaerah tertentu dan pada waktu tertentu apabila etikat ersebut dilanggar maka timbullah kejahatan yaitu  perbuatan yang tidak baik dan tidak benar, kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral, contohnya adalah berkata dan berbuat jujur, menghormati orang tua, dan menghargai orang lain. Dalam hal ini pancasila memegang peranan dalam perwujudan sebuah sistem etika yang baik.  setiap saat dan di mana saja kita berada, kita diwajibkan untuk beretika disetiap tingkah laku kita. seperti tercantum pada pancasila sila kedua yaitu “kemanusiaan yang adil dan beradab” sehingga tidak dapat di pungkiri bahwa kehadiran pancasila dalam membangun etika bangsa ini sangat berandil besar.  dengan menjiwai butir-butir pancasila, masyarakat dapat bersikap sesuai etika yang baik berlaku dalam masyarakat,bangsa,dan Negara.






b.      Bagaimana hubungan antara nilai, moral, dan norma ?
Jawab :
Nilai, moral, dan norma yaitu memiliki suatu hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan satu sama lainnya ,dan itu merupakan suatu kenyataan yang seharusnya tetap terpelihara disetip waktu dikehidupn manusia, keterkaitan ini mutlak digaris bawahi bila seorang individu , masyarakat, bangsa an negara menghendaki ponasi yang yang kuat tumbuh dan berkembang.  karena pada dasarnya , nilai adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan lainnya dan  nilai itu bersumber dari budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan ( motivator ) sikap dan perilaku manusia. Nilai seorang  manusia terdapat pada hati nurani, kata hati dan pikiran sebagai suatu keyakinan dan kepercayaan yang bersumber pada berbagai sistem nilai, nilai akan berguna menuntun sikap dan tingkah laku manusia bil dikonkritkan dan diformulakan menjadi lebih obyektif sehingga memudahkan manusia untuk menjabarkannya dalam kehidupan sehari-hari. . Sedangkan norma adalah perwujudan martabat manusia sebagai makhluk budaya, moral, religi dan sosial dan norma merupakan suatu kesadaran serta sikap luhur yang dikehendaki oleh tata nilai untuk dipatuhi , serta Norma juga memiliki kekuatan untuk dipatuhi karena adanya sanksi . Norma merupakan kongretiasi dari nilai . setiap norma pasti terkandung  nilai didalamnya, dan Norma adalah sumber dasar hukum yang menguatkan kedudukan konsep, nilai, dan moral serta perilaku yang dilakukan,  sedangkan Moral merupakan suatu keyakinan tentang benar salah, baik buruk yang sesuai dengan kesepakatan sosial yang mendasari tindakan atau pemikiran. Jadi nilai sekaligus menjadi sumber bagi norma , tanpa ada nilai tidak akan mungkin terwujud norma, dan  tanpa dibuatnya norma maka nilai yang hendak dijalankan itu mustahil akan terwujudkan , dan semua itu mencerminkan moral seseorang. Jadi Dalam kehidupan bernegara ketiga hal itu sangat erat kaitannya antara Nilai, Moral, Norma dengan tuntutan prilaku warga negaranya. Setiap warga negara memiliki kewajiban dan bertanggungjawab terhadap Negara terutama dalam hal pembangunan. Dalam membentuk prilaku suatu negara membutuhkan proses, kebiasaan serta keteladanan, sedangkan prilaku warga Negara berdasarkan pada kehidupan berbangsa dan bernegara.



[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_negara_Indonesia
(https://www.academia.edu/2467875/makna_lambang_garuda pancasila_dan_pembentukan_karakter_bangsa).


(http://uditsutri06.blogspot.co.id/2015/01/implementasi-nilai-pancasila-dalam.html)
Sumber: Pendidikan Kewarganegaraan. Prof.Dr.H.Kaelan,.M.S. dan D.rs.H.Ahmad Zubaidi, M.si. Penerbit “PARADIGMA” Materi terbaru 2012 . Bab II Filsafat Pendidikan alaman 31-36



Googleweblight.com/lite_url=http//ikacahya94.blogspot.com/2013/09/hubungan- antara-nilai-norma-dan-moral.

dari masing-masing sila sebagai satu kesatuan yang tidak dapat diputarbalikkan letak dan susunannya. Namun demikian, untuk lebih memahami nilai-nilai yang terkandung dalam masing-masing sila Pancasila, maka berikut ini kita uraikan :

1)    Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini nilai-nilainya meliputi dan menjiwai keempat sila lainnya. Dalam sila ini terkandung nilai bahwa negara yang didirikan adalah pengejawantahan tujuan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha esa.
Konsekuensi yang muncul kemudian adalah realisasi kemanusiaan terutama dalam kaitannya dengan hak-hak dasar kemanusiaan (hak asasi manusia) bahwa setiap warga negara memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keimanan dan kepercayaannya masing-masing. Hal itu telah dijamin dalam Pasal 29 UUD. Di samping itu, di dalam negara Indonesia tidak boleh ada paham yang meniadakan atau mengingkari adanya Tuhan (atheisme).

2)    Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Kemanusian berasal dari kata manusia yaitu makhluk yang berbudaya dengan memiliki potensi pikir, rasa, karsa dan cipta. Potensi itu yang mendudukkan manusia pada tingkatan martabat yang tinggi yang menyadari nilai-nilai dan norma-norma. Kemanusiaan terutama berarti hakekat dan sifat-sifat khas manusia sesuai dengan martabat. Adil berarti wajar yaitu sepadan dan sesuai dengan hak dan kewajiban seseorang. Beradab sinonim dengan sopan santun, berbudi luhur, dan susila, artinya, sikap hidup, keputusan dan tindakan harus senantiasa berdasarkan pada nilai-nilai keluhuran budi, kesopanan, dan kesusilaan. Dengan demikian, sila ini mempunyai makna kesadaran sikap dan perbuatan yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kesusilaan umumnya, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun terhadap alam dan hewan.
Hakekat pengertian di atas sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alinea Pertama :”bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan ...”. Selanjutnya dapat dilihat penjabarannnya dalam Batang Tubuh UUD.


3)    Persatuan Indonesia
Persatuan berasal dari kata satu artinya tidak terpecah-pecah. Persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan. Persatuan Indonesia dalam sila ketiga ini mencakup persatuan dalam arti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Persatuan Indonesia ialah persatuan bangsa yang mendiami seluruh wilayah Indonesia. Yang bersatu karena didorong untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat. Persatuan Indonesia merupakan faktor yang dinamis dalam kehidupan bangsa Indonesia dan bertujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.
Persatuan Indonesia adalah perwujudan dari paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh Ketuhanan Yang Maha Esa, serta kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, paham kebangsaan Indonesia tidak sempit (chauvinistis), tetapi menghargai bangsa lain. Nasionalisme Indonesia mengatasi paham golongan, suku bangsa serta keturunan. Hal ini sesuai dengan alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, ” Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia...”. Selanjutnya dapat dilihat penjabarannya dalam Batang Tubuh UUD 1945.
Secara umum makna nilai-nilai persatuan yang terkandung dalam sila persatuan Indonesia adalah:
a. Mengakui dan menghormati adanya perbedaan dalam masyarakat Indonesia
b.Menjalin kerjasama yang erat dalam wujud kebersamaan dan kegotongroyongan
c.Kebulatan tekad bersama untuk mewujudkan persatuan bangsa
d.Mengutamakan kepentingan bersama diatas pribadi dan golongan

4)    Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
Kerakyatan berasal dari kata rakyat yaitu sekelompok manusia yang berdiam dalam satu wilayah negara tertentu. Dengan sila ini berarti bahwa bangsa Indonesia menganut sistem demokrasi yang menempatkan rakyat di posisi tertinggi dalam hirarki kekuasaan.
Hikmat kebijasanaan berarti penggunaan ratio atau pikiran yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan rakyat dan dilaksanakan dengan sadar, jujur dan bertanggung jawab serta didorong dengan itikad baik sesuai dengan hati nurani. Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan atau memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat sehingga tercapai keputusan yang bulat dan mufakat. Perwakilan adalah suatu sistem, dalam arti, tata cara mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehidupan bernegara melalui lembaga perwakilan.
Dengan demikian sila ini mempunyai makna bahwa rakyat dalam melaksanakan tugas kekuasaanya ikut dalam pengambilan keputusan. Sila ini merupakan sendi asas kekeluargaan masyarakat sekaligus sebagai asas atau prinsip tata pemerintahan Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi :”...maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia, yang berkedaulatan rakyat ...”
Secara umum dalam  nilai darisila ke empat ini adalah jika dalam suatu masyarakat ada masalah maka harus diselesaikan dengan cara mufakat atau musyawarah.

Implementasi didalam kehidupan bermasyarakat ialah :
a.  Menerima kritik dan saran dengan baik dan tidak marah
b.  Melaksanakan hasil musyawarah apapun dengan penuh tanggung jawab
c.   Apabila terjadi suatu masalah maka dipecahkan melalui musyawarah mufakat
d.  Menghargai pendapat,ide, kritik, dan sran dari orang lain saat sedang musyawarah
e.  Saat berpendapat tidak memaksakan kehendak
f. Mengemukakan pendapat saat musyawarah dimuka umum,tidak setelah musyawarah selesai
g. Menaati apa yang telah disepakati dalam musyawarah dan tidak menentangnya

5)    Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan, baik materiil maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia berarti untuk setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia.


Pengertian itu tidak sama dengan pengertian sosialistis atau komunalistis karena keadilan sosial pada sila kelima mengandung makna pentingnya hubungan antara manusia sebagai pribadi dan manusia sebagai bagian dari masyarakat. Konsekuensinya meliputi :
a)     Keadilan distributif yaitu suatu hubungan keadilan antara negara dan warganya dalam arti pihak negaralah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk keadilan membagi, dalam bentuk kesejahteraan, bantuan, subsidi serta kesempatan dalam hidup bersama yang didasarkan atas hak dan kewajiaban.
b)     Keadilan legal yaitu suatu hubungan keadilan antara warga negara terhadap negara, dalam masalah ini pihak wargalah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara.
c)      Keadilan komutatif yaitu suatu hubungan keadilan antara warga atau dengan lainnya secara timbal balik. Dengan demikian, dibutuhkan keseimbangan dan keselarasan diantara keduanya sehingga tujuan harmonisasi akan dicapai. Hakekat sila ini dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu :”dan perjuangan kemerdekaan kebangsaan Indonesia. Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.
Secara umum nilai yang terkandung dalam sila kelima adalah kita harus berbuat adil kepada setiap masyarakat di Indonesia. Implementasinya dalam kehidupan sehari-hari ialah :
a.  Menghargai hasil karya orang lain dan Memberikan sesuatu pada orang lain sesuai haknya
b.  Saling meembantu pada masyarakat lain yang sedang membutuhkan
c.  Bergotong royong saat membangun jalan dan sebagainya
d.  Berlaku adil pada sesama masyarakat dan tidak membeda-bedakan
e.  Masyarakat tidak bergaya hidup mewah
f.  Bersama – sama dengan masyarakat lain memajukan daerahnya dan berusaha untuk adil dalam setiap hal.


(http://budisma1.blogspot.com/2011/07/pancasila-sebagai-sistem-etika.html
Latif, Yudi, 2011, Negara Paripurna (Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila), PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta dan  http://septianludy.blogspot.co.id/2014/07/pancasila-sebagai-sistem-etika_8.html).
http://130910202044.blogspot.co.id/2014/06/implementasi-nilai-nilai-pancasila.html

No comments:

Post a Comment