UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2016/2017
DISUSUN OLEH :
Nama : Siti Mawansari
Nim
: A1B116003
Kelas : Reguler.A
Proodi : Pendidkan Bahasa
Sastra Indonesia ddan Daerah
Mata
Kuliah : Pendidikan Pancasila
Dosen
Pengampu : Ahmad Fauzan,S.pd.,M.pd
1. Burung garuda
merupakan burung mitologis dari agama Hindu dan Budha, yang memiliki makna yang
sangat dalam bagi bangsa indonesia,sehingga pada akhirnya digunakan oleh bangsa
Indonesia sebagai lambang negara Republik Indonesia. coba saudara jelaskan :
a. proses terbentuknya burung garuda sebagai lambing negara?
b. mengapa burung garuda diartikan sebagai burung yang
besar,kuat,danperkasa?
jawab :
a.
Proses terbentuk nya burung Garuda sebagai lambing negara?
Jawab :
Proses terbentuknya burunggaruda sebagai lambang Negara yaitu bermula
Setelah Perang
Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949, yaitu disusul pengakuan kedaulatan
Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949, bahwa
saat itu dirasakan perlu adanya Indonesia memiliki lambang Negara, oleh sebab
itu maka pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuklah Panitia Teknis dengan nama
Panitia Lencana Negara. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang Negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut. Oleh sebab itu
Menteri Priyono melaksanakan sayembara, dari sayembara
tersebut terpilih dua rancangan lambing Negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses
selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II.
Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari yang menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid
II), Presiden RIS SoekarnodanPerdanaMenteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Mereka bertiga sepakat mengganti pita yang
dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka
Tunggal Ika".Tanggal 8 Februari 1950, rancangan lambing negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan
Hamid II diajukan kepada
Presiden Soekarno. Rancangan lambang Negara tersebut mendapat masukan dari
Partai Masyumi
untuk dipertimbangkan kembali, karena adanya keberatan terhadap gambar burung
Garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap
terlalu bersifat mitologis.kemudian Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan
gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang
berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda
Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepadaKabinet RIS melalui Mo.Hatta sebagai perdana menteri.AG Pringgodigdo dalam bukunya “SekitarPancasila”
terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan,
rancangan lambing negarakarya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950.Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih "gundul" dan tidak berjambul seperti bentuk sekarang ini Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambing Negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes
Jakarta pada 15 Februari 1950.Soekarno terus memperbaiki bentuk Garuda Pancasila.
Pada tanggal 20 Maret 1950 Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah,
melukis kembali rancangan tersebut; setelah sebelumnya diperbaiki antara lain
penambahan "jambul" pada kepala Garuda Pancasila, serta mengubah
posisi cakar kaki yang mencengkram pita dari semula di belakang pita menjadi di
depan pita, atas masukan Presiden Soekarno. Dipercaya bahwa alas an Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda gundul dianggap terlalu mirip dengan Bald Eagle, Lambang Amerika Serikat, dan Thailand juga menggunakan Garuda sebagai lambang Negara nya,untukt erakhir kalinya, Sultan Hamid II
menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambing negara, yaitu dengan menambahas kalau kuran dan tata warna gambar lambing negara. Rancangan Garuda
Pancasila terakhir ini dibuat kan patung besar dari bahan perunggu berlapis emas yang disimpan dalam Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional sebagai acuan, ditetapkan sebagai lambing Negara Republik Indonesia, dan desainnya tidak berubah hingga kini, bahkan Garuda juga dipilih sebagai nama maskapai penerbangan nasional Indonesia Garuda
Indonesia
b.
Mengapa burung garuda diartikan sebagai burung yang
besar,kuat,danperkasa?
Jawab:
burung Garuda
diartikan sebagai burung yang besar,kuat,dan perkasa yaitu Karena
menurut legenda, burung Garuda adalah burung yang dengan kegigihannya
berhasil membebaskan Ibunya dari perbudakan dan mengalahkan para Naga yang
jahat,
selain itu kita tahu bahwa lambang negara kita yaitu burung garuda,yang sudah muncul dalam berbagai kisah, terutama di Jawa dan Bali. Dalam banyak kisah Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin serta burung Garuda juga dikenal sebagai burung yang perkasakarena menjadi kendaraan atau tunggangan Dewa Wishnu pada masa kerajaan Majapahit, Garuda memiliki sifat yang sama seperti sifat yang dimiliki oleh Dewa Wishnu yaitu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta. Burung Garuda dianggap sebagai "Tuan segalamakhluk yang dapatterbang" dan "Raja agungparaburung", tidak ada burung lain yang memiliki kekuatan yang lebih hebat darinya. Burung Garuda merupakan hewan yang memiliki kepala, paruh, sayap, dan cakar elangyang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan Indonesia saat itu , sedangkan Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan. Tetapi burung Garuda saat itu memiliki tubuh dan lengan seperti manusia, Burung Garuda dalam tradisi Indonesia sejak zaman kuno telah menjadikan Garuda sebagai simbol nasional Indonesia, dan sebagai perwujudan ideologi pancasila.
selain itu kita tahu bahwa lambang negara kita yaitu burung garuda,yang sudah muncul dalam berbagai kisah, terutama di Jawa dan Bali. Dalam banyak kisah Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin serta burung Garuda juga dikenal sebagai burung yang perkasakarena menjadi kendaraan atau tunggangan Dewa Wishnu pada masa kerajaan Majapahit, Garuda memiliki sifat yang sama seperti sifat yang dimiliki oleh Dewa Wishnu yaitu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta. Burung Garuda dianggap sebagai "Tuan segalamakhluk yang dapatterbang" dan "Raja agungparaburung", tidak ada burung lain yang memiliki kekuatan yang lebih hebat darinya. Burung Garuda merupakan hewan yang memiliki kepala, paruh, sayap, dan cakar elangyang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan Indonesia saat itu , sedangkan Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan. Tetapi burung Garuda saat itu memiliki tubuh dan lengan seperti manusia, Burung Garuda dalam tradisi Indonesia sejak zaman kuno telah menjadikan Garuda sebagai simbol nasional Indonesia, dan sebagai perwujudan ideologi pancasila.
Itulah sebab nya
mengapa burung Garuda diartikan seebagai burung yang besar, kuat, dan perkasa,
selain dari bentuk kekuatan fisik nya ( burung Garuda), burung ggruda diartikan
seperti hal tersebut yaitu untuk menggambarkan kondisi indonesia itu.
2.pancasila memiliki makna lima dasar yang terdapat
dalam kitab sutasoma. coba saudara jelaskan
maksud dari makna pancasila tersebut?
Jawab :
Istilah “Pancasila” pertama kali dapat ditemukan dalam buku Sutasoma
karangan Mpu Tantular yang ditulis pada Zaman Majapahit (Abad 14). Dalam buku
tersebut, istilah Pancasila diartikan sebagai lima perintah kesusilaan
(Pancasila Krama), yang berisi lima larangan sebagai berikut:
a. Melakukan kekerasan
b. Mencuri
c. Berjiwa dengki
d. Berbohong
e. Mabuk akibat minuman keras
Selanjutnya istilah “sila” itu sendiri dapat diartikan sebagai aturan yang melatar belakangi perilaku seseorang atau bangsa; kelakuan atau perbuatan menurut ada; dasar; adab; akhlak; dan moral .
Maka jelas klau kita pahami dan telaah kandungan isi dari filsafat pancasila .jelas pancasila berisi perintah dan larangan dalam bermasyarakat ,berbansa dan ber negara.
a. Melakukan kekerasan
b. Mencuri
c. Berjiwa dengki
d. Berbohong
e. Mabuk akibat minuman keras
Selanjutnya istilah “sila” itu sendiri dapat diartikan sebagai aturan yang melatar belakangi perilaku seseorang atau bangsa; kelakuan atau perbuatan menurut ada; dasar; adab; akhlak; dan moral .
Maka jelas klau kita pahami dan telaah kandungan isi dari filsafat pancasila .jelas pancasila berisi perintah dan larangan dalam bermasyarakat ,berbansa dan ber negara.
3. implementasi pancasila merupakan harapan negara
indonesia bagi rakyatnya agar mampu melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila, dengan demikian coba jelaskan bagaimana implementasi sila-sila
pancasila dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contoh realisasinya..!
Jawab :
Implementasi
pancasila dalam kehidupan sehari-hari yaitu
Pancasila 1 :
ketuhanan yang maha esa Contoh implementasinya yaitu
·
Mengerjakan sholat lima waktu
·
Puasa romadhan dan sunnahnya
·
Menghormati sesama umat yang berbeda agama dan keyakian
4. Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan
merupakan suatu kesatuan sila-sila pancasila yang tidak dapat terpisahkan dan
saling berkaitan satu sama lainnya, sehingga peranan, dan manfaat pancasila
tersebut memiliki fungsi yang sangat signifikan bagi rakyat indonesia. Dengan
demikian jelaskan !
a. Hubungan sila-sila pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang bersifat
organis?
Jawab:
Hubungan
sila-sila pancasila yang merupakan suatu
kesatuan yang bersifat organis
b. Bagaimana maksud dasar ontologis, epistemologis,
dan aksiologis dalam pancasila?
Jawab :
Maksud dasar
ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pancasila
Dasar Ontologis (Hakikat) : Dasar Ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia
yang memiliki hakikat mutlak monopluralis, oleh karena itu hakikat dasar ini
disebut sebagai dasar antropologis (Kaelan,2014:56).dasar antropologis (hakikat manusia) sila-sila pancasila:
pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat tidak hanya kesatuan yang
menyangkut sila-silanya saja melainkan meliputi hakikat dasar dari sila sila
pancasila atau secara fisiologi meliputi dasar ontologi (hakikat) sila-sila
pancasila (Notonegoro, 1975:23).
Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang
sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang
sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. Karena akhir-akhir ini banyak sekali
yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak
benar.
Epistemologi
dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau
sumber, struktur, metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan.
Pengertian paling umum pada ontologi adalah bagian
dari bidang filsafat yang mencoba mencari hakikat dari sesuatu. Pengertian ini
menjadi melebar dan dikaji secara tersendiri menurut lingkup cabang-cabang
keilmuan tersendiri. Pengertian ontologi ini menjadi sangat beragam dan berubah
sesuai dengan berjalannya waktu.
Dasar Epistemologis (Pengetahuan) : pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada
hakikatnya juga berupa suatu sistem pengetahuan. dalam kehidupan sehari-hari
pancasila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang
realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan Negara tentang makna
hidup serta sebagai dasar bagi manusia dalam menyelesaikan masalah yang
dihadapi dalam hidup dan kehidupan (Achmad, 2012:14).
Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan
dengan hakikat dan linkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan
dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan
yang dimiliki.
Mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuasaan pengenalannya ia dapat
mencapai realitas sebagaimana adanya para filosof pra Sokrates, yaitu filosof
pertama di alam tradisi Barat, tidak memberikan perhatian pada cabang filsafat
ini sebab mereka memusatkan perhatian, terutama pada alam dan kemungkinan
perubahan, sehingga mereka kerap dijuluki filosof alam.
Metode ernpiris yang tela:n dibuka oleh Aristoteles mendapat sambutan yang
besar pada Zaman Renaisans dengan tokoh utamanya Francis Bacon (1561-1626). Dua
di antara karya-karyanya yang menonjol adalah The Advancement of Learning
dan Novum Organum (organum baru).
Fisafat Bacon mempunyai peran penting dalam metode Irrduksi dan sistematis
menurut dasar filsafatnya sepenuhnya bersifat praktis, yaitu untuk memberi
kekuasaan pada manusia atas alam melalui peyelidikan ilmiah. mam. Karena itu
usaha yang ia lakukan pertama kali adalah menegaskan tujuan pengetahuan.
Menurutnya, pengetahuan tidak akan mengalami perkembangan, dan tidak akan
bermakna kecuali ia mernpunyai kekuatan yang dapat membantu meraih kehidupan
yang lebih baik.
Sikap khas Bacon mengenai ciri dan tugas filsafat tampak paling mencolok
dalam Novum Organum. Pengetahuan dan kuasa manusia satu sama lain,
menurutnya alam tidak dapat dikuasai kecuali dengan jalan menaatinya, agar
dapat taat pada alam. Manusia perlu mengenalnya terlebih dahuku dan untuk
mengetahui alam diperlukan observasi. Pengetahuan, penjelasan. dan pembuktian.
Umat manusia ingin menguasai alam tetapi menurut Bacon, keinginan itu tidak
tercapai sampai pada zamannya hidup, hal ini karena ilmu-imu pengetahuan
berdaya guna dalam mencapai hasilnya, sementara logika tidak dapat digunakan
untuk mendirikan dan membangun ilmu pengetanuan. Bahkan, Bacon meganggap logika
lebih cocok untuk melestarikan kesalahan dan kesesatan yang ada ketimbang
mengejar menentukan kebenaran
Dasar
Aksiologis (Nilai) : sila-sila
sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar askiologisnya
sehingga nilai nilali yang terkandung dalam pancasila pada hakikatnya juga
merupakan suatu kesatuan (Kaelan,2014:63).
Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Pembahasan
aksiologi menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu, Didalam ontologi
banyak sekali yang berpendapat tentang definisi ontologi intu sendiri.
Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan
dengan hakikat dan linkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan
dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan
yang dimiliki. Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas beberapa point
diantaranya adalah : Pengertian Epistemologi,Metode Induktif,Metode Deduktif,
Metode Positivisme, Metode Kontemplatif, Metode Dialektis
Dan untuk lebih jelasnya penulis telah memaparkan ini dan penjelasan yang
sangat akurat dalam bab yang telah disediakan di bawah ini.
5. dalam pergaulan hidup bermasyarakat, dan
bernegara diperlkan suatu sistem yang mengatur bagaimana sseharusnya manusia
bergaul, sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan
kenal dengan sebutan sopan santun, tatakrama, protokoler dan lain-lain. Maksud
dari pedoman pergaulan tersebut menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat
agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya
serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan swsuai dengan adat
istiadat kebiasaannya. Dengan demikian coba jelaskan!
a. Mengapa didalam kehidupan manusia itu diperlukan
beretika ?
Jawab :
Etika sangat diperlikan dalam kehidupan
manusia karena etika merupakan tingkah laku atau aturan perilaku, adat kebiasaan
manusia dalam bergaul antara sesamanya
dan menegaskan mana yang benar dan mana yang salah terhadap tindakan yang dia
lakukan, etika juga merupakankumpulan asas atau
nilai yang berkenaan dengan akhlaq.
Ada 4 hal yang
mendasarimengapakitaperluberetikayaitu :
1.
karena kita hidup ditengah-tengah masyarakat
yang pluralistik, apalagi kita hidup di Indonesia yang notabene masyarakatnya
beragam, berbeda-beda suku, agama, dan ras, Karena adanya keberagaman ini maka
timbullah berbagai pandangan moral yang bertentangan, di sini lah peran etika
dibutuhkan, yaitu agar kita tahu mana yang akan kita ikuti.
2.
Karena kita hidup di zaman globalisasi yang pesat,
dimana-mana sudah menggunakan teknologi tinggi, arus informasi yang semakin cepat, tak terkecuali cara berpikir manusia yang ikut pula
berubah. Banyak dampak negative yang
ditimbulkan dari globalisasi ini, yaitu konsumerisme,
rasionalisme, individualism danisme-isme yang lain. Disini peran etikaa dalah membantu kita agar dapat memilih sikap-sikap apa saja yang baik untuk kita ambil. [3]
3.
Karena banyaknyaideologi-ideologi
yang tidak sesuai dansesat yang
berkembang di masyarakat, peran etikadisini agar kita dapat menghadapi ideologi-ideologi tersebut secara kritis, tidak asal ikut-ikutan saja.
4.
Karena etika juga diperlukan dalam kehidupan beragama, yaitu untuk menemukan kemantapan dasar iman, juga mau membuka diri dalam kehidupan masyarakat yang sedang berkembang terkena arus globalisasi ini.
Jadi
etika sangat diperlukan dalam kehidupan manusia etika dapat menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat didaerah tertentu dan pada waktu tertentu Apabila etikat ersebut dilanggar maka timbullah kejahatan yaitu perbuatan
yang tidak baik dan tidak benar, kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut
moral, contohnya adalah berkata dan berbuat jujur, menghormati
orang tua, dan menghargai orang lain
b.
Bagaimana
hubungan antara nilai, moral, dan norma ?
Jawab :
Nilai, moral,
dan norma yaitu memiliki y hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan satu
sama lainnya , karena pada dasarnya nilai itu bersumber dari budi yang
berfungsi mendorong dan mengarahkan ( motivator ) sikap dan perilaku manusia.
Nilai manusia terdapat pada hati nurani, kata hati dan pikiran sebaagai suatu
keyakinan dan kepercayaan yang bersumber pada berbagai sistem nilai. Sedangkan norma
adalah perwujudan martabatmanusia sebagai makhluk budaya, moral, religi dan
sosial. Norma merupakan suatu kesadaran dan sikap luhur yang dikehendaki oleh tata
nilai untuk dipatuhi . norma juga memiliki kekuatan
Manusia dalam kehidupannya tidak akan terlepas dari yang namanya
Nilai, Moral dan Norma. Yang mana dengan nilai, moral dan norma yang ada
pada dirinya itu manusia dapat menentukan jalan hidupnya, apakah dia akan
menjadi manusia yang berguna bagi orang lain atau bahkan sebaliknya menjadi
orang yang sangat buruk dimata orang lain. Oleh sebab itu sangat
diperlukan adanya hubungan antara manusia dengan nilai, moral dan norma dalam
kehidupannya bermasyarakat.
Dalam kehidupan bernegara sangat
erat kaitannya antara Nilai, Moral, Norma dengan tuntutan prilaku warga
negaranya. Setiap warga negara memiliki kewajiban dan bertanggungjawab terhadap
Negara terutama dalam hal pembangunan. Dalam membentuk prilaku suatu negara
membutuhkan proses, kebiasaan serta keteladanan, sedangkan prilaku warga Negara
berdasarkan pada kehidupan berbangsa dan bernegara
Konsep merupakan pernyataan yang
bersifat abstrak/pemikiran untuk mengelompokan ide-ide yang masih dalam
angan-angan seseorang. Nilai adalah
suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan lainnya. Moral
merupakan suatu keyakinan tentang benar salah, baik buruk yang sesuai dengan
kesepakatan sosial yang mendasari tindakan atau pemikiran. Norma adalah sumber
dasar hukum yang menguatkan kedudukan konsep, nilai, dan moral serta perilaku
yang dilakukan. http://ulfa99azzahra.blogspot.co.id/2015/01/hubungan-konsep-nilai-moral-dan-norma.html
c.
Mengapa pancasila
disebut sebagai sistem etika, serta jelaskan konsep nilai-nilai yang terkandung
didalam pancasila dan bagaimana mengimplementasikan kedalam kehidupan
sehari-hari?
Jawab :
Pancasila
disebut sebagai sistem etika karena
ü Nilai-nilai yang
terkandung didalam pancasila yaitu
ü Cara
mengimplementasikan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari yaitu
(https://www.academia.edu/2467875/makna_lambang_garuda _pancasila_dan_pembentukan_karakter_bangsa).
[3].Googleweblight.com/lite_url=http//ikacahya94.blogspot.com/2013/09/hubungan-
antara-nilai-norma-dan-moral.
No comments:
Post a Comment