Monday, November 7, 2016

pendidikan pancasila untuk perguruan tinggi


UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL
TAHUN AJARAN 2016/2017





 










DISUSUN OLEH :


Nama                          : Siti Mawansari
Nim                             : A1B116003
Kelas                           : Reguler.A
Proodi                         : Pendidkan Bahasa Sastra Indonesia ddan Daerah
Mata Kuliah              : Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu      : Ahmad Fauzan,S.pd.,M.pd



1. Burung garuda merupakan burung mitologis dari agama Hindu dan Budha, yang memiliki makna yang sangat dalam bagi bangsa indonesia,sehingga pada akhirnya digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai lambang negara Republik Indonesia. coba saudara jelaskan :
a. proses terbentuknya burung garuda sebagai lambing negara?
b. mengapa burung garuda diartikan sebagai burung yang besar,kuat,danperkasa?
jawab :
a.      Proses terbentuk nya burung Garuda sebagai lambing negara?
Jawab :
            Proses terbentuknya burunggaruda sebagai lambang Negara yaitu bermula
Setelah Perang Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949, yaitu disusul pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949, bahwa saat itu dirasakan perlu adanya Indonesia memiliki lambang Negara, oleh sebab itu maka pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuklah Panitia Teknis dengan nama Panitia  Lencana Negara. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang Negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut. Oleh sebab itu Menteri Priyono melaksanakan sayembara, dari sayembara tersebut terpilih dua rancangan lambing Negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari yang menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS SoekarnodanPerdanaMenteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Mereka bertiga sepakat mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika".Tanggal 8 Februari 1950, rancangan lambing negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada
Presiden Soekarno. Rancangan lambang Negara tersebut mendapat masukan dari

Partai Masyumi untuk dipertimbangkan kembali, karena adanya keberatan terhadap gambar burung Garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap terlalu bersifat mitologis.kemudian  Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepadaKabinet RIS melalui Mo.Hatta sebagai perdana menteri.AG Pringgodigdo dalam bukunya “SekitarPancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambing negarakarya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950.Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih "gundul" dan tidak berjambul seperti bentuk sekarang ini Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan  untuk pertama kalinya lambing Negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.Soekarno terus memperbaiki bentuk Garuda Pancasila. Pada tanggal 20 Maret 1950 Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali rancangan tersebut; setelah sebelumnya diperbaiki antara lain penambahan "jambul" pada kepala Garuda Pancasila, serta mengubah posisi cakar kaki yang mencengkram pita dari semula di belakang pita menjadi di depan pita, atas masukan Presiden Soekarno. Dipercaya bahwa alas an Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda gundul dianggap terlalu mirip dengan Bald Eagle, Lambang Amerika Serikat, dan  Thailand juga menggunakan Garuda sebagai lambang Negara nya,untukt erakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambing negara,  yaitu dengan menambahas kalau kuran dan tata warna gambar lambing negara. Rancangan Garuda Pancasila terakhir ini dibuat kan patung besar dari bahan perunggu berlapis emas yang disimpan dalam Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional sebagai acuan, ditetapkan sebagai lambing Negara Republik Indonesia, dan desainnya tidak berubah hingga kini, bahkan Garuda juga dipilih sebagai nama maskapai penerbangan nasional Indonesia Garuda Indonesia


b.      Mengapa burung garuda diartikan sebagai burung yang besar,kuat,danperkasa?
Jawab:
burung Garuda diartikan sebagai burung yang besar,kuat,dan perkasa yaitu Karena menurut legenda, burung Garuda adalah burung yang dengan kegigihannya berhasil membebaskan Ibunya dari perbudakan dan mengalahkan para Naga yang jahat,
selain itu kita tahu bahwa lambang negara kita yaitu burung garuda,yang sudah  muncul dalam berbagai kisah, terutama di Jawa dan Bali. Dalam banyak kisah Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin serta burung Garuda juga dikenal sebagai burung yang perkasakarena menjadi kendaraan atau tunggangan Dewa Wishnu pada masa kerajaan Majapahit, Garuda memiliki sifat yang sama seperti sifat yang dimiliki oleh Dewa Wishnu yaitu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta. Burung
Garuda dianggap sebagai "Tuan segalamakhluk yang dapatterbang" dan "Raja agungparaburung", tidak ada burung lain yang memiliki kekuatan yang lebih hebat darinya. Burung Garuda merupakan hewan yang memiliki kepala, paruh, sayap, dan cakar elangyang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan Indonesia saat itu , sedangkan Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan. Tetapi burung Garuda saat itu memiliki tubuh dan lengan seperti manusia, Burung  Garuda dalam tradisi Indonesia sejak zaman kuno telah menjadikan Garuda sebagai simbol nasional Indonesia, dan sebagai perwujudan ideologi pancasila.
Itulah sebab nya mengapa burung Garuda diartikan seebagai burung yang besar, kuat, dan perkasa, selain dari bentuk kekuatan fisik nya ( burung Garuda), burung ggruda diartikan seperti hal tersebut yaitu untuk menggambarkan kondisi indonesia itu.

2.pancasila memiliki makna lima dasar yang terdapat dalam kitab sutasoma. coba saudara jelaskan maksud dari makna pancasila tersebut?
Jawab :
Istilah “Pancasila” pertama kali dapat ditemukan dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular yang ditulis pada Zaman Majapahit (Abad 14). Dalam buku tersebut, istilah Pancasila diartikan sebagai lima perintah kesusilaan (Pancasila Krama), yang berisi lima larangan sebagai berikut:
a. Melakukan kekerasan
b. Mencuri
c. Berjiwa dengki
d. Berbohong
e. Mabuk akibat minuman keras
Selanjutnya istilah “sila” itu sendiri dapat diartikan sebagai aturan yang melatar belakangi perilaku seseorang atau bangsa; kelakuan atau perbuatan menurut ada; dasar; adab; akhlak; dan moral .
Maka jelas klau kita pahami dan telaah kandungan isi dari filsafat pancasila .jelas pancasila berisi perintah dan larangan dalam bermasyarakat ,berbansa dan ber negara.










3. implementasi pancasila merupakan harapan negara indonesia bagi rakyatnya agar mampu melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, dengan demikian coba jelaskan bagaimana implementasi sila-sila pancasila dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contoh realisasinya..!
Jawab :
Implementasi pancasila dalam kehidupan sehari-hari yaitu
Pancasila 1 : ketuhanan yang maha esa Contoh implementasinya yaitu
·         Mengerjakan sholat lima waktu
·         Puasa romadhan dan sunnahnya
·         Menghormati sesama umat yang berbeda agama dan keyakian

                                                                                                            
4. Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan merupakan suatu kesatuan sila-sila pancasila yang tidak dapat terpisahkan dan saling berkaitan satu sama lainnya, sehingga peranan, dan manfaat pancasila tersebut memiliki fungsi yang sangat signifikan bagi rakyat indonesia. Dengan demikian jelaskan !
a. Hubungan sila-sila pancasila  yang merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis?
Jawab:
Hubungan sila-sila pancasila  yang merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis










b. Bagaimana maksud dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pancasila?
Jawab :
Maksud dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pancasila
Dasar Ontologis (Hakikat) : Dasar Ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak monopluralis, oleh karena itu hakikat dasar ini disebut sebagai dasar antropologis (Kaelan,2014:56).dasar antropologis (hakikat manusia) sila-sila pancasila: pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat tidak hanya kesatuan yang menyangkut sila-silanya saja melainkan meliputi hakikat dasar dari sila sila pancasila atau secara fisiologi meliputi dasar ontologi (hakikat) sila-sila pancasila (Notonegoro, 1975:23).
Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar.
Epistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber, struktur, metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan.
Pengertian paling umum pada ontologi adalah bagian dari bidang filsafat yang mencoba mencari hakikat dari sesuatu. Pengertian ini menjadi melebar dan dikaji secara tersendiri menurut lingkup cabang-cabang keilmuan tersendiri. Pengertian ontologi ini menjadi sangat beragam dan berubah sesuai dengan berjalannya waktu.

Dasar Epistemologis (Pengetahuan) : pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya juga berupa suatu sistem pengetahuan. dalam kehidupan sehari-hari pancasila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan Negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan (Achmad, 2012:14).
Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan linkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.
Mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuasaan pengenalannya ia dapat mencapai realitas sebagaimana adanya para filosof pra Sokrates, yaitu filosof pertama di alam tradisi Barat, tidak memberikan perhatian pada cabang filsafat ini sebab mereka memusatkan perhatian, terutama pada alam dan kemungkinan perubahan, sehingga mereka kerap dijuluki filosof alam.
Metode ernpiris yang tela:n dibuka oleh Aristoteles mendapat sambutan yang besar pada Zaman Renaisans dengan tokoh utamanya Francis Bacon (1561-1626). Dua di antara karya-karyanya yang menonjol adalah The Advancement of Learning dan Novum Organum (organum baru).
Fisafat Bacon mempunyai peran penting dalam metode Irrduksi dan sistematis menurut dasar filsafatnya sepenuhnya bersifat praktis, yaitu untuk memberi kekuasaan pada manusia atas alam melalui peyelidikan ilmiah. mam. Karena itu usaha yang ia lakukan pertama kali adalah menegaskan tujuan pengetahuan. Menurutnya, pengetahuan tidak akan mengalami perkembangan, dan tidak akan bermakna kecuali ia mernpunyai kekuatan yang dapat membantu meraih kehidupan yang lebih baik.
Sikap khas Bacon mengenai ciri dan tugas filsafat tampak paling mencolok dalam Novum Organum. Pengetahuan dan kuasa manusia satu sama lain, menurutnya alam tidak dapat dikuasai kecuali dengan jalan menaatinya, agar dapat taat pada alam. Manusia perlu mengenalnya terlebih dahuku dan untuk mengetahui alam diperlukan observasi. Pengetahuan, penjelasan. dan pembuktian.
Umat manusia ingin menguasai alam tetapi menurut Bacon, keinginan itu tidak tercapai sampai pada zamannya hidup, hal ini karena ilmu-imu pengetahuan berdaya guna dalam mencapai hasilnya, sementara logika tidak dapat digunakan untuk mendirikan dan membangun ilmu pengetanuan. Bahkan, Bacon meganggap logika lebih cocok untuk melestarikan kesalahan dan kesesatan yang ada ketimbang mengejar menentukan kebenaran
Dasar Aksiologis (Nilai) : sila-sila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar askiologisnya sehingga nilai nilali yang terkandung dalam pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan (Kaelan,2014:63).
Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Pembahasan aksiologi menyangkut masalah  nilai kegunaan  ilmu, Didalam ontologi banyak sekali yang berpendapat tentang definisi ontologi intu sendiri. 
Epistemologi atau teori pengetahuan adalah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan linkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas beberapa point diantaranya adalah : Pengertian Epistemologi,Metode Induktif,Metode Deduktif, Metode Positivisme, Metode Kontemplatif, Metode Dialektis
Dan untuk lebih jelasnya penulis telah memaparkan ini dan penjelasan yang sangat akurat dalam bab yang telah disediakan di bawah ini.

5. dalam pergaulan hidup bermasyarakat, dan bernegara diperlkan suatu sistem yang mengatur bagaimana sseharusnya manusia bergaul, sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan kenal dengan sebutan sopan santun, tatakrama, protokoler dan lain-lain. Maksud dari pedoman pergaulan tersebut menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan swsuai dengan adat istiadat kebiasaannya. Dengan demikian coba jelaskan!

a.      Mengapa didalam kehidupan manusia itu diperlukan beretika ?
Jawab :
Etika sangat diperlikan dalam kehidupan manusia karena etika merupakan tingkah laku atau aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam bergaul  antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang salah terhadap tindakan yang dia lakukan, etika juga merupakankumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq.
Ada 4 hal yang mendasarimengapakitaperluberetikayaitu :
1.      karena kita hidup ditengah-tengah masyarakat yang pluralistik, apalagi kita hidup di Indonesia yang notabene masyarakatnya beragam, berbeda-beda suku, agama, dan ras, Karena adanya keberagaman ini maka timbullah berbagai pandangan moral yang bertentangan, di sini lah peran etika dibutuhkan, yaitu agar kita tahu mana yang akan kita ikuti.
2.      Karena kita hidup di zaman globalisasi yang pesat, dimana-mana sudah menggunakan teknologi tinggi, arus informasi yang semakin cepat, tak terkecuali cara berpikir manusia yang ikut pula berubah. Banyak dampak negative yang ditimbulkan dari globalisasi ini, yaitu konsumerisme, rasionalisme, individualism danisme-isme yang lain. Disini peran etikaa dalah membantu kita agar dapat memilih sikap-sikap apa saja yang baik untuk kita ambil. [3]
3.      Karena banyaknyaideologi-ideologi yang tidak sesuai dansesat yang berkembang di masyarakat, peran etikadisini agar kita dapat menghadapi ideologi-ideologi tersebut secara kritis, tidak asal ikut-ikutan saja.
4.      Karena etika juga diperlukan dalam kehidupan beragama, yaitu untuk menemukan kemantapan dasar iman, juga mau membuka diri dalam kehidupan masyarakat yang sedang berkembang terkena arus globalisasi ini.
Jadi etika sangat diperlukan dalam kehidupan manusia etika dapat menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat didaerah tertentu dan pada waktu tertentu Apabila etikat ersebut dilanggar maka timbullah kejahatan yaitu  perbuatan yang tidak baik dan tidak benar, kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral, contohnya adalah berkata dan berbuat jujur, menghormati orang tua, dan menghargai orang lain

b.      Bagaimana hubungan antara nilai, moral, dan norma ?
Jawab :
Nilai, moral, dan norma yaitu memiliki y hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan satu sama lainnya , karena pada dasarnya nilai itu bersumber dari budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan ( motivator ) sikap dan perilaku manusia. Nilai manusia terdapat pada hati nurani, kata hati dan pikiran sebaagai suatu keyakinan dan kepercayaan yang bersumber pada berbagai sistem nilai. Sedangkan norma adalah perwujudan martabatmanusia sebagai makhluk budaya, moral, religi dan sosial. Norma merupakan suatu kesadaran dan sikap luhur yang dikehendaki oleh tata nilai untuk dipatuhi . norma juga memiliki kekuatan
Manusia dalam kehidupannya tidak akan terlepas dari yang namanya Nilai, Moral dan Norma.  Yang mana dengan nilai, moral dan norma yang ada pada dirinya itu manusia dapat menentukan jalan hidupnya, apakah dia akan menjadi manusia yang berguna bagi orang lain atau bahkan sebaliknya menjadi orang yang sangat buruk dimata orang lain.  Oleh sebab itu sangat diperlukan adanya hubungan antara manusia dengan nilai, moral dan norma dalam kehidupannya bermasyarakat.
Dalam kehidupan bernegara sangat erat kaitannya antara Nilai, Moral, Norma dengan tuntutan prilaku warga negaranya. Setiap warga negara memiliki kewajiban dan bertanggungjawab terhadap Negara terutama dalam hal pembangunan. Dalam membentuk prilaku suatu negara membutuhkan proses, kebiasaan serta keteladanan, sedangkan prilaku warga Negara berdasarkan pada kehidupan berbangsa dan bernegara
Konsep merupakan pernyataan yang bersifat abstrak/pemikiran untuk mengelompokan ide-ide yang masih dalam angan-angan seseorang. Nilai adalah suatu kenyataan yang tersembunyi dibalik kenyataan-kenyataan lainnya. Moral merupakan suatu keyakinan tentang benar salah, baik buruk yang sesuai dengan kesepakatan sosial yang mendasari tindakan atau pemikiran. Norma adalah sumber dasar hukum yang menguatkan kedudukan konsep, nilai, dan moral serta perilaku yang dilakukan. http://ulfa99azzahra.blogspot.co.id/2015/01/hubungan-konsep-nilai-moral-dan-norma.html

c.       Mengapa pancasila disebut sebagai sistem etika, serta jelaskan konsep nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila dan bagaimana mengimplementasikan kedalam kehidupan sehari-hari?
Jawab :
Pancasila disebut sebagai sistem etika karena
ü  Nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila yaitu








ü  Cara mengimplementasikan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari yaitu




















[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_negara_Indonesia
(https://www.academia.edu/2467875/makna_lambang_garuda _pancasila_dan_pembentukan_karakter_bangsa).

[3].Googleweblight.com/lite_url=http//ikacahya94.blogspot.com/2013/09/hubungan- antara-nilai-norma-dan-moral.

No comments:

Post a Comment